
Pukul 07.00 semua udah siap seperti rencana semula aku naik motor berdua dengan kak Andi. Kami semua berangkat bareng n biar gak saling tunggu kami rencanakan nanti langsung menuju rumah Putri.
Kami pun berangkat bersama...kak Andi sengaja membawa ransel dibelakangnya biar gak sentuhan katanya...semua teman- teman ketawa terutama yang laki- laki..kata mereka ya gak enaklah yang enakkan yang sentuhan..kak Andi hanya tersenyum dan menjawab" sebentar lagi kalau udah sah kan bisa sentuh semuanya "
Aku senang mendengarnya ternyata kak Andi gak berubah dia tetap menghormatiku sebagai wanita.
Saat mau berangkat kak Andi berkata" kalau mau pegangan boleh kan badannya n tangannya gak bersentuhan udah terhalang jaket tebal dan tas"
Awalnya aku gak mau pegangan tapi karena kak Andi bawa motornya lumayan ngebut jadi terpaksa pegangan dikit.
sepanjang perjalanan kami hanya diam sampai akhirnya kak Andi bertanya" Mau istirahat sebentar?
" Boleh kak, meluruskan pinggang sebentar aja" jawabku.
Kak Andi menepikan motor di tepi sawah yang kebetulan ada warung kecil menjual makanan dan minuman ringan. Kak Andi memesan kopi hitam dan aku memesan kopi susu untuk menghangatkan badan.
" Gimana, enak gak naik motor? tanya kak Andi.
__ADS_1
" Asyik kok kak, hanya jangan terlalu ngebut ya soalnya sabuk pengamannya kan belum boleh erat" jawabku sambil tersenyum.
" Hahahaha mau dieratin juga gak papa kan gak sentuhan" balas kak Andi sambil tersenyum menggodaku.
" Maunya kak Andi kayak gitu? tar kalau tak eratin gak boleh pegang- pegang ya"sindirku
Karena dari tadi kak Andi pegang- pegang tanganku selama perjalanan tapi kami pakai sarung tangan lho.
" Hahaha Maaf kak Andi takut kamu jatuh...karena sabuk pengamannya kurang kencang" ucap kak Andi sambil tertawa.
Kami pun tertawa bersama dan tak terasa minuman udah habis, kami pun bersiap- siap melanjutkan perjalanan. Kali ini aku memeluk kak Andi lebih erat, dan iya pun gak pegang - pegang tanganku lagi.
" Iya kak tapi hati- hati ya, jangan lengah kalau ngantuk bilang biar gantian Putri yang di depan" jawabku.
" Bahaya kalau kamu didepan Putri, sabuk pengamannya gak bisa kencang" ujar kak Andi sambil tertawa.
kubalas dengan pukulan ringan di bahunya.
__ADS_1
Akhirnya setelah 3 jam perjalanan kami sampai di rumah dan temen-temen udah pada nunggu sambil makan dan minum yang udah disiapin mama.
" Haduh calon pengantin lama banget jalannya, pasti pelan-pelan gak ngebut ya Kak Andi" tanya Luna.
" Maaf semua tadi sabuk pengamannya gak kenceng jadi takut jatuh yang dibelakang kalau ngebut" jawab kak Andi sambil tersenyum ke arahku.
Semua tertawa mendengar jawaban kak Andi.
" Ada apa ini kok pada tertawa," tanya Mama yang muncul dari dalam karena mendengar tawa teman-teman.
" Assalamualaikum Mama....ucap Putri dan Andi hampir berbarengan sambil menyalami dan memeluk Mama Putri.
" Waduh anak dan calon mantu mama akhirnya datang juga, kemana aja tadi kok gak barengan? tanya Mama.
" Sabuk pengamannya kurang kencang bu, jadi jalannya pelan- pelan" jawab Bayu. Karena kak Andi dan Putri hanya tersenyum saja menanggapi pertanyaan Mama Putri.
" Ya udah sana ke belakang, lalu makan dan minum, maaf mama gak bisa nemenin karena mau ke rumah sakit" ucap Mama.
__ADS_1
" Iya mama Cantik, udah mama berangkat aja tar telat, hati- hati ya Ma. ucap Putri.
Mama putri berangkat ke Rumah Sakit, Dan temen - temen gantian menyusul pulang. Sedangkan kak Andi istirahat dulu di kamar tamu.