
Tak terasa seminggu sudah berlalu, pagi- pagi PUTRI Dan Luna sudah siap di dandani oleh Mbak Yanti. Mereka akan memakai busana daerah Bali. Mereka berdua terlihat Cantik dan anggun. Sekarang mereka menunggu Mobil yang akan mengantar ke Bukit Jimbaran tempat acara berlangsung. Tadi papa dan mama PUTRI bilang tar biar sopir kantornya yang jemput, papa dan mama namti dari kantor langsung ke acara.
Sedangkan kak Andi juga tadi malam bilang dia datang tapi gak janji jam berapa. Tiba- tiba titot....titot.....titot....titot..Ada suara klakson mobil di garasi rumah. Putri dan Luna lalu keluar. PUTRI terkejut karena kak Andi udah berdiri di sampling Mobil sambil membukakan pintu Mobil.
" Kak Andi...kok bisa sih jam berapa tadi sampai? " tanya Putri.
" udah masuk Mobil dulu kita langsung berangkat nanti terlambat" balas kak Andi.
Putri duduk di depan di samping sopir, sedangkan Luna dibelakang.
Sambil menyetir kak Andi hanya tersenyum sambil melirik ke arah PUTRI.
" kak Andi kenapa sih senyum- senyum ada yang lucu? " tanya Putri penasaran.
" enggak ada yang lucu, cuman calon istri kakak cantik sekali jadi pingin mandang terus tapi takut nanti malah nabrak jadi lihat kedepan sambil melirik dikit gak papa kan?"ucap Andi.
" Ah kakak bisa aja, kak Andi juga ganteng kok" balas PUTRI wajahnya bersemu merah karena dipuji ileh calon suami.
" kak Andi dan PUTRI ada aku lho dibelakang jangan lupa, masa cuman jadi obat nyamuk doang" kata Luna sambil cemberut.
" maaf Luna juga cantik kok, tapi.......ucap kak Andi.
__ADS_1
" tapi apa kak Andi lanjutin dong bikin penasaran aja"balas Luna.
" tapi tetap cantikkan calon Istri kakak ya" lanjut Andi.
"yahh muji tapi terus jatuhin itu namanya" kata Luna.
Akhirnya mereka pun sampai ke tempat lokasi. disana sudah menunggu mama, papa, ayah, bunda, orang tua Luna dan bayu serta orang tuanya. kami saling bersalaman, setelah itu PUTRI, Luna Dan Bayu bergabung dengan calon dokter yang lain di kursi barisan depan.
Acara pengukuhan berlangsung dengan hikmat setelah itu acara foto bersama dan acara pun selesai.
Mama dan papa PUTRI mengajak kami semua makan di jimbaran. kami pun meluncur ke salah satu restaurant ikan bakar di tepi pantai.
Sambil makan tiba- tiba ibunya bayu bicara..
" belum bu, belum ada yang cocok" jawab Luna sambil malu- malu.
" udah jadi mantu ibu aja ya, mumpung ada orang tua nak Luna disini biar bayu sekalian ijin. Gimana luna ?" tanya ibu bayu.
" setuju buanget" kata PUTRI dan Andi bersamaan.
" iya Luna ibu ama bapak juga setuju, lagian bayu kan anaknya baik" kata ibu Luna.
__ADS_1
Luna dan Bayu hanya saling pandang pandangan bingung mau jawab apa. tapi akhirnya...
" kalau Bayu terserah kata jodoh aja, kalau Luna setuju langsung dilamar dan nyusul putri dan pak Lurah" kata Bayu.
" ayo Luna bicara dong sayang, bayu nunggu jawaban tuh" goda Putri.
" Aduh harus jawab sekarang ya" ujar Luna yang kebingungan. Tiba-tiba Bayu menghampiri Luna dengan membawa buket bunga yang ternyata udah dipersiapkannya.
" Luna..bersediakah kamu menjadi pendampingku, istriku dan ibu dari anak- anakku? " ucap Bayu.
semua bersorak menyuruh luna menjawab.
" Bayu...aku bersedia" balas Luna.
Bayu gembira sekali dia memberikan buket Bunga itu dan langsung memeluk Luna.
Tiba-tiba bapak Luna bicara....
" Bayu dan keluarga bapak tunggu kedatangannya di rumah" ucap bapak Luna.
" siap pak, setelah acara pernikahan putri dan pak Lurah saya akan melamar Luna, Luna sabar ya kita akan nyusul mereka" ujar bayu sambil melirik Luna.
__ADS_1
Akhirnya semua bertemu jodohnya. pengukuhan gelar Dokter sekaligus pengukuhan Cinta mereka.