
siang itu Parjo dan Ari telah sampai di bandara.
Jo....
pesawat ku sudah datang.
kamu kembalilah ke markas.
jika Xin Akiong lanseng dan velk menanyakan keberadaan ku kau cukup bilang tidak tahu.
dan tunjukan surat ini pada mereka.
surat itu pun dibuka Parjo dan dibaca nya
"Akiong Xin lanseng velk"
kalian sangat loyal padaku.
kalian tak perlu cari keberadaan ku.
kalian bukan hanya patner buat ku.
tapi kalian sudah seperti keluarga ku.
jika kalian menganggap ku sama seperti aq menganggap kalian maka loyal lah dg totalitas kepada Parjo.
by.... Ari Lesmana
.
.
.
.
beberapa detik tanpa suara.
ahirnya....
bos...
Parjo memanggil.
Parjo pun mendekat dan memeluk bos nya.
dan berkata semoga apa yg kau harapkan akan selalu terwujud bos.
Ari pun melepas kan pelukan Parjo karena pesawat telah tiba.
oke Jo...
selamat tinggal.
dg lambaian tangan Ari pergi meninggal kan Parjo yg tak terasa meneteskan air matanya.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
pesawat pun terbang.....
Tuing weeeeeng... wuzshhhh....
.
.
.
.
.
.
Ari pun melenggang keluar dari pesawat tanpa ada orang2 yg menunggu nya.
Ari berjalan santai keluar dari bandara.
dalam tiap langkah nya Ari menikmati pemandangan yg ada.
sampai Ahir nya Ari menyetop sebuah taksi.
Ari langsung ingin ke tempat guru nya.
karena tak ada sanak famili di Indonesia.
setelah taksi itu melintasi tol Ari pun minta berhenti dan memberikan uang lebih buat supir nya dg kartu yg dia bawa.
disisi lain sang supir pun bingung.
mendapatkan bayaran yg bisa 10x lipat dari ongkos biasa nya dan yg aneh nya Ari minta di turunkan di tengah tol yg kiri kanan nya adalah hutan.
setelah supir taksi jalan kembali baru lah Ari masuk ke dalam hutan.
semak belukar dia singkirkan dg perasaan bahagia akan bertemu guru nya.
suara burung2 dan binatang lain nya seakan menyambut kedatangan Ari.
berjam jam sudah Ari berjalan.
dan kini dia sudah sampai di gubuk pak Bejo.
__ADS_1
pak Bejo...
pak Bejo...
pak Bejo...
Ari berteriak memanggil pak Bejo di halaman gubuk nya.
karena tak ada respon Ari pun mencoba masuk.
dan memang ternyata pak Bejo tak ada didalam.
Ari pun keluar sambil berteriak memanggil nama pak Bejo ber ulang2.
namun tetap nihil.
saat Ari hendak ke gubuk itu kembali Ari melihat ada gundukan tanah yg terletak dibelakang gubuk pak Bejo.
dia pun menghampiri..
dan bagai tersambar petir duarrrr twewew.....
perasaan yg Ari rasakan disaat melihat gundukan tersebut diatas nya ada batu yg bertuliskan nama BEJO SUBROTO MANGKU RONDO LIMO
Ari menangis dg kepala disandarkan di batu nisan tersebut.
tak terasa Ari menangis dan kelelahan dan Ahir nya dia pun tertidur diatas makam guru nya.
saat terbangun hari mulai sore.
Ari pun masuk ke dalam gubuk pak Bejo.
Ari mencari pedang pak Bejo.
dan ternyata pedang itu sudah tiada.
di gubuk itu sudah tak ada apa selain dipan bambu yg biasa buat tidur pak Bejo.
Ari pun memutuskan untuk keluar dari hutan sore itu juga.
dalam langkah nya Ari selalu berfikir.
siapakah yg telah memakam kan pak Bejo.
siapkah yg telah membawa pedang pusaka nya.
apakah dia adik seperguruan ku atau perampok yg telah berhasil mencuri nya.
dalam langkah gontai dan pikiran semrawut Ari berjalan tanpa henti.
.
.
.
.
.
__ADS_1