
"Kenapa dengan pipi mu setahu ku ruang di sini enggak panas "Mencium dahi dini.
" Apa an sih kak.. au ah aku ke kamar "Kata dini yang salah tingkah.
"hmm istirahat ingat kau tidak perlu stress"
Dini pun meniggalkan arkan di ruang nya ...tapi dini lupa satu hal dia ingin mengatakan sesuatu tapi dia tidak mau menganggu suami nya akhirnya dia memutuskan pergi ke kamar nya..
"seperti nya kak arkan juga sibuk nanti saja lah aku memberi tahu nya"
Dini berjalan ke kamar nya dia merasa lelah ..dini mengusap perut nya.
"Sayang jangan nakal ya sehat terus bunda sama ayah sudah enggak sabaran melihat baby baby lahir semoga kalian sehat terus dalam perut bunda "
Dini menetes air mata nya dia tidak menyangka dalam hidup nya akan sebahagia ini ..
Arkan yang memasuki kamar tiba-tiba melihat nini nya menangis...
"Kenapa nini menangis apa ada sesuatu yang tidak kau sukai . dan apa kah aku membuat kesalahan " Arkan menghapus air mata dini dengan tangan nya.
Bukan nya berenti menangis dia malah mengeluarkan air mata yang begitu banyak. .arkan merasa aneh dengan sikap dini.
"Jika aku membuat mu marah atau kesal maaf kan aku . aku tidak mau kau menangis lagi karena air mata mu begitu berharga " Arkan berusaha melepaskan pelukan dini bukan nya melepaskan dia malah mempererat pelukan nya.
"Biar kan seperti ini dulu "
kata dini.
"Berbaring lah kau harus banyak istirahat aku akan terus memeluk mu ketika kau berbaring Jika begini terus aku takut kau kelelahan " Kata Arkan.
"Aku tidak lelah hanya saja aku mau di posisi seperti ini " Kata Dini. .
__ADS_1
" Baiklah "
"Kak aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu."
"Katakanlah aku siap mendengarkan nya "
Dini melepaskan pelukan nya. .
"Kak Jika anak kita laki-laki boleh kah kita memakai marga mu".
"Boleh karna aku juga memakai marga Ibnu "
"Bukan marga ayah tapi marga asli mu"
"Aku tidak mau menggunakan marga sial itu "
" Tapi Kak itu adalah marga turun temurun dari mendiang mu"
"Seterah kak tapi aku akan tetap meberi marga asli nya kepada anak kita nanti"
Arkan hanya dia dia takut akan mengeluarkan rasa marah yang berlebih dia hanya mengepal tangan nya dia Sangat membenci marga nya.
Dini yang merasa kan perut nya sangat sakit .
"Kak perut ku sakit sekali ."
"Ayok kita ke rs"
Kata arkan yang mengendong dini .
dan memanggil supir pribadi .
__ADS_1
Arkan merasa kesal dengan rumah yang begitu besar sehingga dia dan dini lambat sampai di ruang utama.
"Sial kenapa rumah ini besar jadi aku ke sulitan untuk membawa nini ku "umpat arkan .
Dini yang merasa tidak tahan dengan rasa sakit nya pun akhirnya pingsan.
" Dini bertahan lah kita akan sampai aku mohon kuat kan diri mu"
Beberapa menit pun arkan pun bisa keluar membawa dini dari rumah itu.
Arkan yang berada di belakang mobil memerintahkan supir untuk membawa mobil dengan cepat.mobil pun berjalan dengan cepat tidak perlu lama mobil yang membawa dini dan arkan pun sampai Arkan menggendong dini dan membawa masuk ke dalam Rs itu beberapa suster pun membantu arkan dan membawakan kursi dorang .
arkan membaringkan dini di tempat itu dan membawa nya ke UGD rumah sakit.
Dokter pun segera masuk dan beberapa suster menyuruh arkan untuk menyelesaikan administrasi dulu arkan pun melakukan nya.
Arkan terus mondar mandir di depan ruang UGD. dokter keluar dari ruang itu dan mengatakan sesuatu kepada arkan. .
"Pak seperti nya istri anda harus di operasi karena kalau kita tidak melakukan kita bisa kehilangan nyawa istri dan anak anda " kata dokter
"Lakukan apa saja asal istri dan anak ku selamat semua "
" Baiklah pak kami akan berusaha sisa nya biar lah tuhan nya menentukan nya"
Hay kak maaf ya Risti jarang up soal nya Risti pokus sama masalah risti doakan semoga masalah risti bisa selesai Amin
oh iya kak jika kakak ingin memberikan Risti saran kakak bisa masuk di gerub chet nanti insyaallah akan saya respon sama saran kalian .
hmm 1 lagi kak masak yang baca banyak yang like dikit dan komen tinggal jejak ya kak. .
😊😊
__ADS_1