Malam Menyakitkan

Malam Menyakitkan
perceraian pak Joko dan buk dewi


__ADS_3

Mbak Sri lebih tidak menghiraukan ucapan dan isi hati pak Joko iya tidak mau menyakiti hati buk Dewi dan anak anak nya,lagi pula mbak Sri sudah lama bekerja sama mereka


keesokan harinya seperti biasa buk Dewi dan pak Joko dan juga anak anak nya berangkat pagi, setelah mereka semua berangkat ke kantor dan sekolah rumah pun sepi hanya tersisa mbak Sri sendiri yang mulai membersihkan rumah dan mencuci pakaian.


Mbak Sri kira pak Joko tidak akan kembali lagi dan sudah sampai di kantor dan bekerja


Ternyata pak Joko hari ini ijin lagi dari pekerjaan nya, Padahal kemarin pak Joko juga sudah tidak masuk.


Mbak Sri yang kaget dan mulai bertanya kenapa pak Joko hari ini tidak masuk kerja lagi dan lebih memilih pulang kerumah.


"loh.. bapak tidak kerja lagi?apa masih sakit?


Tanya mbak Sri


"sudah nggak sakit lagi cuma pingin ketemu mbak Sri aja"


"kenapa pak? Ada apa dengan saya?


"tidak saya cuma ingin mbak Sri memijat saya lagi"


"saya lagi banyak kerjaan pak, maaf ya pak"


"udah mbak Sri tinggal kan aja dulu kerjaan nya,sini pijat saya"


"baik pak.."


Mbak Sri yang tidak enak menolak perintah dari pak Joko, lagi lagi iya harus memijat pak Joko.


di saat mbak Sri sedang memijat pak Joko terus merayu mbak Sri untuk mau menerima cintanya,pak Joko juga mengungkapkan kalau pak Joko siap untuk menikahi nya jika mbak Sri mau.

__ADS_1


Mbak Sri mencoba berpikir setelah mendengar ucapan Dari pak Joko.


"apa kamu mau mbak Sri menikah dengan bapak? Hidup mu di jamin bakalan enak dan kamu tidak perlu hidup susah lagi dan capek capek kerja,biar bapak yang bantu membiayai keluarga mu juga di kampung"


"bagaimana dengan ibu Dewi pak? kalau ibu Dewi tau pasti akan marah besar "


"kamu tenang aja biar bapak yang akan bicara kepada ibu!


"Saya tidak berani dan tidak enak sama ibu Dewi pak"


"Sudah kamu jangan takut yang penting kamu mau menikah dengan bapak "


Mbak Sri pun mulai mau menerima pak Joko setelah pak Joko menjanjikan akan menikahi nya dan membiayai kehidupan nya dan keluarga nya di kampung.


Setelah mbak Sri mau menerima pak Joko yang akan menikahi nya,pak Joko pun ingin segera membicarakan ini semua kepada istri nya buk Dewi entah bagaimana nantinya tanggapan dari istrinya pak Joko akan tetap menikahi mbak Sri karena memang pak Joko benar benar jatuh hati kepada mbak Sri yang lebih perhatian kepadanya dari pada istri nya yang sibuk bekerja.


Tak lam kemudian buk Dewi pun pulang kerumah,mbak Sri mulai agak ketakutan karena pak Joko yang membicarakan semua nya kepada buk Dewi.


"ada apa pa?kok aku dan mbak Sri di suruh tetap duduk,mbak Sri kan mau membereskan piring yang bekas kita makan tadik"


"sebentar ma..papa mau bicara tapi mama jangan marah dulu ya"


"ada apa pa..jangan buat mama penasaran "


"gini ma..papa sebenarnya mau ngomong kalau papa ingin menikahi mbak Sri"


"apa... yang benar aja pa?


"iya ma..papa beneran mau menikahi mbak Sri dan mbak Sri juga sudah mau"

__ADS_1


"beneran mbak Sri? Tega ya kamu menghianati keluarga kami,kamu tidak kasian dengan anak anak? kamu kan sudah lama mbak sri.. ikut kami"


"maaf buk saya...."


Mbak Sri pun tidak bisa menjawab pertanyaan buk Dewi dan malah menangis ketakutan,pak Joko yang melihat mbak Sri menangis lalu menyuruh istrinya berhenti memarahi dan menyalakan Mbak Sri.


"pokoknya mama setuju atau tidak papa tetap akan menikahi mbak Sri"ucap pak Joko


"baik mas, jika kamu ingin menikah dengan mbak Sri aku minta kita pisah dan silahkan kamu menikah dengan mbak Sri"


Buk Dewi yang marah dan kecewa kepada pak Joko suaminya dan kepada mbak Sri lebih memilih untuk masuk ke kamar dan akan mengurus perceraian mereka besok.


Pak Joko dan mbak Sri yang mendengar hal itu pun hanya bisa terdiam dengan kehancuran rumah tangga nya, mbak Sri pun bingung harus berkata apa iya lebih memilih pergi ke dapur dan meninggalkan pak Joko sendiri di meja makan.


Keesokan harinya buk Dewi mengemasi semua barang barang nya dan siap siap untuk meninggalkan rumah dan membawa anak anak nya,buk Dewi sudah sakit hati dan kecewa kepada mereka berdua iya sudah tidak perduli dengan hubungan suaminya dan mbak Sri.


Pak Joko yang melihat istri dan anak anak nya akan meninggalkan rumah segera menahan nya dan mencoba membujuk agar tidak pergi dari rumah dan meninggalkan nya, tapi keputusan buk Dewi sudah bulat tidak ada yang bisa di perbaiki lagi


"mana ada istri yang rela di madu apalagi dengan asisten rumah tangga nya sendiri" ucap buk Dewi kepada suaminya


"ma.. maaf kan papa ma, tolong jangan tinggalkan papa,, kasian anak anak masih kecil"


"ini semua resiko atas semua perbuatan papa, silahkan jika ingin menikahi mbak Sri"


Buk Dewi dan anak anaknya pun pergi meninggalkan pak Joko dan kembali ke rumah orangtuanya.


di perjalanan anak anak mulai bertanya kepada buk Dewi apa yang terjadi dan kenapa harus meninggalkan rumah dan papa,buk Dewi hanya bisa menangis saat menjelaskan semuanya ke anak anak secara perlahan buk Dewi menjelaskan kalau iya dan papa nya tidak bisa bersama sama lagi.


Anak anak hanya bisa ikut menangis dan memeluk buk Dewi saat mendengar penjelasan dari mama nya,buk Dewi yakin ini keputusan yang terbaik yang telah iya ambil untuk kebahagiaan iya dan anak anaknya.

__ADS_1


beberapa bulan surat perceraian pun telah mereka terima pak Joko dan buk Dewi telah resmi berpisah,pak Joko yang tetap ingin menikahi mbak Sri walaupun hati nya sedih harus berpisah dengan buk Dewi dan anak anak nya.


mbak Sri yang akan di nikahi oleh pak Joko membawa pak Joko pulang ke kampung nya untuk di perkenalkan dengan orang tua dan keluarga nya di kampung untuk membicarakan tentang pernikahan mereka yang ingin di laksanakan secepatnya oleh pak Joko karena iya sudah tidak sabar menjadi kan mbak Sri sebagai istri nya.


__ADS_2