
Naura dan Rendi malu malu setelah resmi menjadi suami istri mereka merasa masih canggung dalam pernikahan nya
Malam hari waktunya mereka istirahat Rendi mulai mendekati Naura istrinya di atas tempat tidur mereka
Naura masih sungkan untuk berada di dekat Rendi suaminya
Rendi pun berusaha untuk memeluk Naura tapi Naura malah bergeser ke tepi tempat tidur nya
Rendi tak henti nya berusaha agar Naura mau di pelukannya
"sini sayang,ucap Rendi kepada Naura
"ada apa? tanya Naura yang begitu polos
"aku ingin memelukmu,ujar Rendi
Dengan perlahan akhirnya Naura pun mendekat
Dan malam itu pun terjadilah hubungan suami istri.
esok paginya ketika bangun Naura kaget kok ada Rendi di samping nya Naura lupa bahwa mereka sudah menjadi suami istri,
Akhirnya Naura bergegas bangun dan mandi
Setelah selesai Naura ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya rendi.
Tak lama kemudian Rendi pun keluar dari kamar dan menemui istrinya di dapur yang sedang memasak
Rendi pun mencoba membantu tapi di larang Naura.
Setelah selesai memasak mereka pun makan bersama di meja makan saat asyik makan
Terdengar bunyi ponsel Rendi berdering
Ternyata yang menelpon adalah tempat kerja Rendi, Rendi pun segera bersiap siap untuk pergi bekerja dan berpamitan ke istrinya Naura.
Naura yang sudah menjadi ibu rumah tangga membereskan rumah dan mencuci pakaian
__ADS_1
setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah Naura pergi berbelanja ke pasar untuk membeli sayuran dan lauk pauk untuk memenuhi isi kulkas mereka karena mereka masih baru tinggal di rumah kontrakan itu.
Tidak terasa waktu pun sudah sore
Rendi yang baru pulang dari bekerja menghampiri istrinya yang sedang memasak untuk mereka makan bersama.
senang hati Rendi ketika sampai di rumah sudah di siapkan makanan oleh istrinya.
Hari hari mereka lalui dengan bahagia
Rendi dan Naura ingin sekali memiliki anak
Mereka sudah menunggu kan momen momen untuk memiliki momongan, Naura dan Rendi terus berusaha agar mereka cepat memiliki anak.
dua tahun menikah mereka belum juga dikaruniai keturunan Rendi dan Naura hampir putus asa berbagai pengobatan telah mereka lakukan tapi belum membuahkan hasil
Sampai ketika mereka berniat mengadopsi anak Agar kehidupan rumah tangga mereka tidak merasa sepi,Naura dan Rendi pun tidak mempermasalahkan walaupun anak yang bukan dari rahim Naura, bagi Rendi dan Naura anak adalah anugerah titipan dari Allah.
Pergilah mereka ke sebuah panti asuhan
Mereka ingin memiliki anak yang selama ini mereka idam idamkan mereka mencoba melihat dan mencoba menggendong anak anak di panti asuhan itu dan sampai akhirnya ada satu anak yang membuat hati mereka terketuk untuk mengadopsi anak itu
Rendi dan Naura pun segera mengurus surat surat untuk bisa mengadopsi bayi Nara
Sampai tiba waktunya bayi Nara bisa mereka bawa pulang,
Betapa bahagianya Naura dan Rendi karena akhirnya mereka bisa memiliki anak.
Naura dan Rendi sangat menyayangi Nara mereka benar benar menganggap Nara sebagai anak kandung mereka,
Hari hari Nara penuh dengan kasih sayang sungguh beruntung Nara memiliki kedua orang tua yang sangat menyayangi nya.
Tidak terasa usia Nara mulai menginjak setahun
Rendi dan Naura menyiapkan ulang tahun Nara yang sangat meriah banyak permainan di siapkan
Ulangan tahun Nara pun di mulai tetangga dan teman teman Nara mulai berdatangan
__ADS_1
Semua yang hadir begitu senang melihat acara Nara yang begitu mewah.
Banyak sekali Nara mendapatkan kado dari teman temannya tak lupa juga kedua orang tua Nara memberikan kado spesial sebuah mobil mewah untuk putri cantiknya itu.
Setelah acara selesai Rendi dan Naura mulai membuka semua kado kado yang di berikan teman teman Nara.
Berapa tahun kemudian tidak terasa Nara sudah besar anak semata wayang Rendi dan Naura mulai memasuki bangku sekolah dasar semua persiapan masuk sekolah sudah di siapkan Nara yang sudah besar sudah bisa mengutarakan pendapatnya Nara ingin semua peralatan sekolah nya berwarna pink.
"papa mama Nara mau beli tas warna pink dan tempat pensil nya warna pink ya,ucap Nara
"baik la anak ku sayang nantik mama sama papa belikan ya
Nara pun mengangguk kan kepalanya.
Rendi dan Naura pun pergi untuk menemani Nara membeli perlengkapan sekolah.
Rendi dan Naura akan terus berusaha membahagiakan Nara mereka sangat menyayangi Nara bagi mereka Nara adalah segalanya di hidup mereka.
Setelah puas berbelanja perlengkapan sekolah Rendi Naura dan Nara pun pulang kerumah mereka karena Senin depan Nara mulai memasuki sekolah pertamanya.
waktu yang di tunggu pun telah tiba waktunya Nara untuk masuk sekolah Rendi Naura dan Nara pun bersiap siap dan segera bergegas ke sekolah nara.sesampainya di sekolah Nara cukup malu malu saat bertemu dengan teman teman dan guru guru di sekolah nya Nara selalu menggandeng tangan mama papa nya,bel sekolah pun berbunyi tanda nya masuk kelas Rendi dan Naura menemani Nara dari luar kelas Mereka belum bisa meninggalkan Nara sendiri karena baru hari pertama masuk sekolah.
Setelah selesai sekolah Nara pun menghampiri mama papa nya di luar kelas Nara pun bercerita
Saat dirinya ada di dalam kelas Nara mengungkapkan dirinya senang bersekolah
Nara senang karena guru dan teman teman nya sangat baik kepada nya.
Setelah selesai sekolah mereka pun pulang kerumah, Rendi dan Naura menyuruh Nara untuk bersih-bersih setelah pulang sekolah dan bersiap untuk makan siang bersama.
Kebahagiaan keluarga Rendi dan Naura begitu hangat Nara tumbuh dengan kasih sayang dan keluarga yang harmonis.
Setiap libur sekolah Rendi dan Naura pun selalu membawa Nara untuk liburan dan jalan jalan ketempat yang Nara ingin kan.
Tak lupa mereka membawa Nara mengunjungi rumah kakek nenek Mereka ,kakek dan nenek nya juga sangat menyayangi Nara dan menganggap Nara sebagai cucu nya sendiri.
Setelah liburan selesai mereka pun kembali pulang kerumah karna Rendi juga akan segera masuk kerja dan Nara akan masuk ke sekolah nya
__ADS_1
Sedangkan Naura yang akan mengantar jemput Nara ke sekolah karna Rendi sudah mulai bekerja.
Kebahagiaan mereka pun sudah lengkap Naura Rendi dan Nara hidup dengan bahagia semua yang mereka inginkan selama ini sudah terwujud walaupun mereka tau Nara bukan anak kandung mereka tapi bagi mereka Nara adalah anak kandung mereka dan titipan yang harus mereka jaga selamanya Naura dan Rendi berharap saat Nara besar tidak akan tau yang sebenarnya karena mereka tidak ingin Nara sedih maka dari itu Rendi dan Naura berusaha terus membahagiakan Nara selamanya.