MANTAN SUAMI BALIKAN YUK

MANTAN SUAMI BALIKAN YUK
Episode 4 Mama


__ADS_3

Bab 4 Mama


Author pov


            Setelah Satria pulang Ji Hyo segera mengambil kunci dan memilih kamar Ji Eun untuk


berisirahat, yah alasanya hanya satu karna kamar itulah satu satunya kamar yang


terdekat dari pintu depan, Ji Hyo sudah merasa terlalu lelah untuk hari ini,


lagipula sang pemilik kamar kan masih di luar negeri. Untuk sesaat Ji Hyo


melupakan kesedihannya. Namun pikirannya teralihkan oleh celotehan Satria tadi


siang. “Calon pacar? “ ya kata-kata


ini terus terngiang di kepala Ji Hyo. Hal ini membuat Ji Hyo memberanikan diri


untuk menyalakan kembali handphonenya. Terdapat 127 panggilan tak terjawab dan


496 pesan masuk dari berbagai nomor tak dikenal hingga dari keluarga besar.


Alih-alih untuk membaca semua pesan itu , Ji Hyo memilih untuk mengabaikannya


dia mencari nomor Satria dan mengetikkan sesuatu.


“Woy anak monyet, skali lagi lu panggil gw calon pacar,gw lempar lu ke


kutub utara!”


                Ji Hyo mulai melihat


lihat kumpulan pesan yang belum dia baca, hampir semuanya adalah dari nomor asing


yang tidak ada di contactnya  dansemuanya


menanyakan mengenai video skandal itu, satu persatu nomor itu dia block karena


tambaknya nomor-nomor itu adalah nomor wartawan karena setelah dilihat foto


profilnya, tidak satupun dari mereka adalah orang yang dikenal, entah darimana

__ADS_1


mereka mendapatkan nomor Ji Hyo. Setelah melihat lihat pesan yang sangat banyak


itu, bulir bening air mata Ji Hyo mulai mengalir ya itu semua karena diantara


ratusan pesan itu tak satupun pesan dari suaminya, entah kenapa di hati rasanya


seperti tertusuk ribuan jarum jahit di berbagai sisi.


                Disaat Ji Hyo larut


dalam kesedihan handphone yang diletakkan diatas nakas berbunyi terlihat foto


Mama yang muncul memenuhi layar. Belum sempat Ji Hyo mengatakan salamnya, mama


di ujung telefon sudah heboh mengajukan berbagai pertanyaan.


“Yoyoo.. kamu kenapa sih seharian mama telpon ga diangkat?”


“Yoyo , kamu jangan bunuh diri.” Celoteh papa dengan wajah jenakanya


“Video itu gak benerkan ?”


meneteskan air matanya. Mama dan papa di ujung telepon berusaha menormalakan


suasana dan berusaha tidak panik, melihat video vidal itu mereka ingin segera


pulang dan memeluk anak sulungnya itu.


“Yoyo, besok kamu gak sibuk kan, mama udah beli tiket,jemput mama, papa ,sama


adek kamu besok ya klo di tiket sih sampai jakarta jam 10:15, ntar mama kirimin


screen shoot tiketnya, mama naik chicken air nomor penerbangan CAI 932, kamu


bisakan? Kunci mobil ada di laci kamar mama.”


“ Iya ma bisa, mah udahan dulu ya,Yoyo ngantuk.” Ji Hyo tersenyum sembaru


menghapus bulir bulir air mata di pipinya.


                Ji Hyo mematikan lampu

__ADS_1


dan berusaha tertidur, berharap esok akan lebih baik.


                Keesokan harinya masih


pukul 08:00 Ji Hyo sudah berangkat ke bandara ia tidak kehabisan waktu karna


terjebak macet di jalan, ia tau adiknya itu sedang sakit, jadi ia ingin


menjemput lebih awal lebih baik dia yang menunggu lebih lama daripada adiknya yang


menunggu lama.


                Pukul 09:30 Ji Hyo


telah sampai di Bandara dan beruntung dia mendapatkan tempat duduk disana


beruntung meski video suaminya begitu trending namun tak seorangpun


mengenalinya, segingga Ji Hyo dapat menunggu dengan tenang di kursi itu, jam


sudah menunjukkan pukul 11.00 namun tidak ada tanda-tanda keluarga Ji Hyo


muncul. Oh apakah mungkin mereka delay?. Sejak kemarin Ji Hyo belum makan, sama


sekali tidak merasa lapar namun sekarang kepala mulai terasa pusing dan mual,


maka dari itu Ji Hyo lebih memilih memejamkan matanya dan tidak sengaja


tertidur sejenak.


                Suara histeris,


teriakan,tangisan bahkan suara seseorang yang beadu argumen mampu membangunkan


tidur  Ji Hyo di bangku besi itu. Waktu menunjukkan


pukul 20.00. Dengan langkah gontai Ji Hyo berjalan ke arah kerumunan itu hingga


menemukan fakta yang membuatnya tak percaya, matanya mulai mengabur, warna


hitam mulai menyelimuti netranya dan dia mulai kehilangan kesadaran dirinya.

__ADS_1


__ADS_2