
BAB 5 Pulang?
Ji Hyo mengerjapkan
matanya berkali-kali sebelum menyesuaikan matanya dengan silaunya cahaya
sekitar.
“Mama, iya aku harus cari mama. Mama pasti masih hidup”
“Eh nyangkut.. apaan nih .”
Tangan kanan Ji Hyo mulai meraba tangan kirinya yang terasa tidak nyaman,
dan segera mencabut selang panjang yang tertempel di tangan kirinya itu. Rasa
sakit infus yang di cabut secara paksa sangat tidak ada apa apanya dibandingkan
rasa sakit yang telah bersemayam di hati Ji Hyo akhir – akhir ini.
JI hyo mengendap endap
di lorong rumah sakit. Tentu tujuan utamanya sederhana, ya hanya untuk
semata-mata mencari keluarganya yang tiada kebar 3 hari terakhir ini.
Sesosok tangan kekar
tiba tiba mencengkeram pergelangan tangan ji Hyo “Balik Kamar ,, yoyo!” suara
pria itu mengelegar di sepanjang lorong rumah sakit.
“Lepasin!”
“Nggak, ga boleh
kemana mana, Balik kamar , atau lu gue...”
“ape lu ..” Ji Hyo
masih enggan untuk kembali ke kamar rawat inapnya
“Lo harus balik, nanti
di cariin dokter.” Pria itu masih berusaha membujuk Ji Hyo agar kembali.
“Diam lo, Sat.
Keluarga gue ilang, gue ga bisa diem aja disini!”
“Tapi lo sendiri sakit
, yo. Istirahat dulu lah beberapa hari, lagipula tim SAR sama TNI udah di
terjunin langsuk kok ke lapangan. Kita tinggal tunggu berita aja , Yo!”
Okey, bakal susah bujuk Satria, dia orangnya keras kepala dan ga mau
dibantah.
“Sat, gue mau pulang, gue gak suka bau rumah sakit, lagipula siapa tau
sekarang kluarga gue udah sampe rumah.” Ji Hyo memasang matanya yang berkaca
kaca hingga terlihat sangat mengkilat dan menusuk.
Tanpa sepatah katapun
Satria segera mengurus pembayaran dan administrasi untuk kepulangan Ji Hyo.
__ADS_1
“AYO PULANG..”
DI RUMAH
“ Mah, Pah Ji Hyo Pulang...” Turun
dari angkot, Ji Hyo langsung berlari masuk ke rumahnya dengan senyum
mengembang. Satria mengikutinya dari belakang sembari memperhatikan punggung
tegap Ji Hyo.
“Sat, salim dulu ke
mama , papa gue, jangan main masuk rumah orang aja.” Tiba tiba Ji Hyo berbalik
setelah beberapa saat masuk ruang tamu.
“HAH!!”
“Salim Sat!”
Satria hanya mematung
di depan teras rumah Ji Hyo.
“Yoyo, nyokap- bokap
lu ga ada yo rumahnya sepi..”
“ini ada, kamu Salim
dulu.” Ji Hyo masih berusaha meyakinkan Satria
“Kemarin tuh rumah lo
tinggalin tanpa dikunci yo, itu rumah sepi.”
PERGIII JANGAN PERNAH LO NGOMONG KALO RUMAH GUE SEPI!”
Satu bulan kemudian...
“Mah, ini kubuatin rendang kesukaan mamah,
mama sukanya di piring yang bunga bunga ini kan.” Ji Hyo menyajikan rendang itu
di meja makan, langkahnya berlanjut untuk kembali ke dapur dan mengambil
beberapa makanan.
“Papah, ini jamu temulawaknya,
sekarang kan musim corona, papa sama mama harus rajin-rajin minum jamu ya.” Ji
Hyo meletakkan secangkir jamu temulawak di meja kerja ayahnya.
“Dek, kamu kalo nonton
drama korea, jangan di HP kasian ,
mata kamu minusnya nambah.” Ji Hyo menyalakan televisinya dan memilih video di
folder drama korea kesayangan adeknya.
“Mah tau gak, udah
sebulan dan bang Suk Jin tuh gak nyariin
Yoyo mah, apa dia beneran ngelupain yoyo ya.” Raut muka Ji Hyo berubah sendu
__ADS_1
seketika.
“YOYO, LO APA-APAAN!”
Tiba-tiba suara pria itu mengelegar.
“Eh, elu Sat,
kebetulan nih gue lagi masak rendang, lu mau, Sini duduk sini.”
“Sat , itu punya mama,
lo duduk yg sebelah deket jendela aja.” Satria segera pindah ke bangku dekat
jendela.
“Mamah makannya udah
selesai? Ini piringnya aku beresin ya?” Ji Hyo mengambil piring rendang yang
masih utuh itu dan mencucinya segera.
“YOYO, STOP!! Udah sebulan
yo, sebulan dan lo masih se absurd ini, lo ga perlu buang buang makanan gini,ga
ada siapa – siapa yo.” Satria mengguncang – guncangkan tubuh Ji Hyo yang
sekarang ini tampak mengering.
“Kok lu ga sopan sih
Sat, bisa bisanya lu anggap nyokap bokap gue ga ada, jelas jelas ini piring
udah kosong, buktinya nyokap gue udah makan, dia ada Sat, ada.!”
“Buka HP lo yo, bangun , coba buka trending
youtube, semu ada disana! Sadar yo, sadar, gue sedih liat lu kaya gini.”
“Serpihan sayap pesawat diduga bagian dari Chicken Air CAI 932 ditemukan
di Samudra Hindia.”
“BERITA VIRAL! Diduga Meledak di udara, Pesawat
Chicken Air CAI 932 memakan ratusan korban.”
“Kisah Pilu Pramugari cantik Chicken Air CAI 932.”
“Nggak, ini gak nyata
sat ini gak nyata!!”
Prangggg, klunting- klunting
Ji Hyo melempar Hp Nya dan mengenai tembok tepat di belakang Satria,
nampaknya Hp itu telat tidak berbentuk lagi, layarnya retak menjadi
serpihan-serpihan kecil.
“Yoyo, kita harus
tegar, kamu gak bisa stuck sampe sini, kita harus jalanin hidup lagi, kamu
jangan kek gini lagi yo..”
“Pulang lo Sat. Gue ga
__ADS_1
mau liat lo lagi, lo gak ngertiin gue.” Ji hyo masuk ke kamar terdekat dan
membanting pintunya.