
Ji Hyo menatap nyalang punggung tegap pria
itu yang perlahan meninggalkan rumah minimalis berlantai 2 itu, seolah tidak
percaya dengan kenyataan, Ji Hyo menyugar rambutnya. Tidak , tidak mungkin ini
tahun 2019 teknologi sudah semakin canggih, tidak mungkin pesawat bisa jatuh
semudah itu.
Hidup
tidak mungkin sebercanda itu, ga mungkin baru sebulan yang lalu aku mendapat
ujian begitu berat tidak mungkin aku mendapat ujian lagi. Oke aku harus mencari
keluarga ku.
Tanpa membawa apapun bahkan secarik kartu
berwarna biru muda pun tidak ia bawa,
hanya piyama lengan panjang coklat bermotif makhluk aneh berbentuk kotak dan
temannya yang berwarna merah muda dengan bentuk seperti bintang, yang melekat
di badan Ji Hyo.
Entah apa yang dipikirkan Ji Hyo, dia
mulai melangkahkan kakinya yang polos tanpa alas kaki, menyusuri setiap jengkal
jalanan ibu kota, bahkan panasnya sindar mentari tak jua menghentikannya.
Semuanya telah jelas media masa baik cetak
maupun online telah memberitakan musibah itu, yah sudah diprediksi bahwa tidak
ada satu orang pun selamat mengingat sudah sekitar satu bulan pencarian, namun
__ADS_1
tidak ada hasil yang meyakinkan, tidak ada satu orang pun yang ditemukan
selamat, dan ditemukan beberapa koper maupun serpihan pesawat itu. Namun Ji Hyo
seakan tidak mau menerima berita itu.
***
Sinar mentari mulai menunjukkan pesonanya
seakan sedang berduet dengan alunan suara nyaring ayam jantan yang mengelegar.
Pagi-pagi buta Satria sudah membawa serantang penuh nasi dan segala macam
lauknya, berniat ingin sarapan bersama sahabatnya itu, tetapi dia sejenak
terdiam tatkala melihat lampu rumah Ji Hyo yang masih menyala dan pintu utama
terbuka sungguh lebar sekali, seakan terbesit beberapa pikiran buruk yang tiba
tiba bersemayam di otaknya, Satria mulai mempercepat langkah kakinya.
Tanpa mengetuk pintu, Satria segera masuk
hanya serpihan telepon genggam yang dilempar jihyo masih setia berada di pojok
ruang tamu, dua piring yang masih menyisakan beberapa makanan di atasnya masih
tersaji di atas meja makan seraya mengeluarkan bau yang sangat menyengat.
Seakan menjadi saksi bisu bahwa pemilik rumah meninggalkannya secara tergesa –
gesa.
Satria masih berpikiran positif, mingkin
Ji Hyo pergi untuk menenangkan pikiran sejenak. Satria paham betul bahwa
apabila ada masalah Ji Hyo pasti menyendiri selama beberapa waktu guna
__ADS_1
menenangkan pikiran.
Setiap hari selama seminggu Satria rajin
untuk mengecek ke rumah tersebut, apakah Ji Hyo sudah pulang? Tapi hasilnya
adalah nihil. Ji Hyo tak kunjung pulang. Satria memutuskan untuk memulai
mencari Ji Hyo, mungkin Ji Hyo sudah pulang ke rumah suaminya, itulah yang ada
di pikiran Satria saat ini dan berharam Ji Hyo baik baik saja di sana.
Keesokan harinya Satria mengunjungi rumah
Suk Jin, yang selama kurang lebih satu bulan yang lalu sering muncul di acara
infotaintment terkait masalah video yang viral itu. Namun sesampai di sana,
Satria tidak menemukan apapun, jangankan menemukan Ji Hyo, Suk Jin pun tidak
ditemukan, rumah itu terlihat tidak terawat dan penuh dengan debu, seperti
telah lama tidak dibersihkan.
Apakah kali ini Ji Hyo benar benar menghilang?
Satria menyugar rambutnya, menyesalinya engapa saat Ji Hyo mengusirnya kemarin,
dia pergi begitu saja.
Hari-hari Satria sekarang terasa sangat
suram. Dia hanya bisa melamun setiap hari duduk di teras rumah Ji Hyo. Ayah
Satria mulai menghawatirkannya, karena setiap membujuk Satria untuk pulang,
harus melalui berbagai perdebatan yang panjang hingga Satria mau pulang.
Akhirnya keluarga Satria memutuskan untuk pindah rumah untuk mencegah Satria
__ADS_1
menjadi lebih depresi lagi dan berharap Satria menemukan semangat hidupnya
kembali.