Married With A Stranger

Married With A Stranger
Mama Dimitri Datang


__ADS_3

Biasanya orang diuji sebelum menikah namun pernikahan Yuke yang baru seumur jagung telah diuji dengan perusahaan Dimitri yang mengalami devisit kini datanglah lagi mama Dimitri.


Mama Dimitri membawa seorang wanita yang cantik yang bernama Amanda, menurut mama Dimitri Amanda inilah yang layak menjadi menantunya.


"Dimitri kami sudah menjodohkan kamu dengan Amanda tapi kenapa kamu malah menikah dengan wanita ini!" Mama Dimitri bersikeras untuk menjodohkan Dimitri dengan Amanda.


Dimitri memijat pelipisnya yang terasa pening, sejak dulu kala Dimitri selalu bilang kalau dirinya tidak mau dijodohkan.


"Ma, Dimitri kini sudah menikah, bagaimana mama bisa menjodohkan Dimitri dengan wanita lain." Dimitri merangkul Yuke di depan mama dan Amanda.


"Karena pernikahan kamu tidak sah Dimitri, bagaiamana bisa kamu menikah tanpa bilang dulu pada mama." Mama Dimitri memaki Dimitri yang menurutnya menyalahi aturan dengan mengambil keputusan sendiri.


Dimitri menjelaskan kalau tidak sempat karena di dalam perut Yuke telah ada calon bayi mereka.


Mama Dimitri semakin membenci Yuke karena telah hamil sebelum menikah tanpa dia tau kalau anaknya lah yang memaksa Yuke melakukan enak-enak.


"Pokoknya sampai kapan pun, mama tidak setuju!" teriak mama Dimitri.


"Terserah, pokoknya sampai kapan pun Yuke tetap istri Dimitri." Dimitri nggak mau kalah.


Tak ingin berdebat, Dimitri mengajak Yuke masuk ke dalam kamar.


Dimitri meminta maaf pada Yuke atas perlakuan mamanya, dia tidak menyangka kalau mamanya mengajak Amanda datang ke rumah.


Yuke mencoba untuk menenangkan Dimitri, bagaimanapun juga tetap mereka yang salah karena menikah tanpa memberitahu Mama Dimitri terlebih dahulu.


"Kita harus sabar dalam menghadapi mama." Yuke mengelus punggung Dimitri.


"Aku mohon padamu jangan terpengaruh ucapan mama," pinta Dimitri.


Yuke menggelengkan kepala dia janji kalau dia tidak akan terpengaruh omongan maupun sikap Mama Dimitri.


"Ini adalah ujian rumah tangga kita jadi kamu jangan khawatir aku tidak akan terpengaruh apapun, apalagi terpengaruh brownies Amanda itu." Yuke terkekeh sambil menatap Dimitri.


Dimitri yang gemas memeluk istrinya dengan erat, dia sungguh bersyukur memiliki Yuke dalam hidupnya.


"Main Yuk," bisik Dimitri.


Yuke mengangguk, kebetulan dia juga lagi ingin bercinta untuk melupakan sejenak masalahnya.


Tanpa aba-aba Dimitri menggiring Yuke ke tempat tidur, dia melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum ke permainan inti.


Tangannya terus berjalan menyentuh area sensitif istrinya, desa-han kecil mulai keluar sungguh suaminya mampu membuat dirinya ke awan.


Saling berpaut dan menyesap, itulah yang dilakukan Dimitri kini hingga keduanya saling menyatu dalam kenikmatan dunia.


Yuke menikmati setiap sentuhan Dimitri, tangannya juga turut memaju mundurkan pinggul Dimitri supaya lajunya semakin cepat.


Tiga puluh menit kemudian, keduanya telah merasakan kenikmatan dunia yang tiada tara hingga kini keduanya terkapar tak berdaya.


"Kamu memang luar biasa sayang." Pujian Dimitri membuat Yuke tersipu malu, disini yang bekerja adalah Dimitri jadi Dimitri hah yang luar biasa.


"Kamu mas yang luar biasa," sahut Yuka.

__ADS_1


Karena lelah mereka memutuskan untuk segera tidur, mengingat besok pagi Dimitri harus ke kantor.


"Mimpi indah sayang," bisik Dimitri.


Baru semenit yang lalu pamit kini Dimitri telah terlelap.


"Astaga cepat sekali tidurnya." Yuke menatap Dimitri yang telah terlelap.


Tangan Yuke tergerak untuk menyusuri wajah Dimitri, dia sangat bersyukur telah memiliki Dimitri di dalam hidupnya.


"Bersyukurnya aku karena telah dimiliki kamu mas." Yuke terus membelai wajah Dimitri.


Lama-lama Yuke juga mengantuk hingga dia memutuskan untuk menyusul Dimitri tidur.


"Mimpi yang indah Mas." Bibir Yuke mengecup kening suaminya.


Malam berlalu dengan cepat kini mentari sudah keluar dari persembunyiannya.


Perlahan juga membuka matanya, entah mengapa dia merasa kalau malamnya sangat cepat padahal dia tidur lebih dari 6 jam.


"Cepat sekali sudah pagi perasaan aku baru saja tidur." Yuke bergumam.


***********


"Enak sekali jam segini baru bangun." Mama Dimitri menyindirnya.


Ucapan mama Dimitri membuat Yuke tertunduk tak enak dia tak menyangka kalau mama mertuanya bangun lebih pagi darinya.


"Maaf Ma." Yuke masih menunduk.


"Jangan panggil aku Mama aku bukan mamamu, perlu kamu ingat sampai kapanpun aku tidak akan menganggapmu sebagai menantu." Ucapan Mama Dimitri mengenai mental Yuke.


Meski hatinya sakit namun Yuke tetap tersenyum sambil menatap Mama mertuanya.


"Itu urusan anda ma, yang jelas saya adalah istri sah dari Mas Dimitri jadi mau nggak mau suka nggak suka saya adalah menantu mama."


Mama Dimitri merasa kesal dengan ucapan Yuke, dia tak menyangka Yuke berani menjawab ucapannya, dia kira Yuke adalah wanita polos yang hanya diam saat ditindas.


"Heran aku sama Dimitri, memungut wanita seperti ini dari mana."


Ucapan Mama Dimitri kali ini sungguh menyinggung perasaan Yuke, dia bukanlah barang yang bisa dipungut.


Yuke yang tidak ingin debat memutuskan untuk segera pergi ke dapur, dia ingin menyiapkan sarapan untuk Dimitri, memang untuk makanan Dimitri Yuke menanganinya sendiri.


Tak berselang lama sarapan untuk Dimitri telah siap di meja.


"Masakan apa ini yang kamu berikan untuk anakku?" tanya Mama Dimitri.


"Mama kan sudah tahu jawabannya mengapa Mama masih bertanya?" Yuke bertanya balik.


"Kamu!" Mama Dimitri berteriak sambil menatap Yuke dengan kesal.


Saat bersamaan turunlah Dimitri yang baru bangun tidur, inilah kesempatan mamanya untuk mengadu pada Dimitri.

__ADS_1


"Ada apa sih ini pagi-pagi sudah berdebat," tanya Dimitri.


"Ini istri kamu yang berani melawan mama," jawab Mama.


"Bukan melawan Mas, Mama mencari gara-gara sama aku," sahut Yuke tak terima.


"Berani kamu menuduh aku!" mama Dimitri tak terima dengan ucapan Yuke.


Dimitri yang pusing memutuskan untuk menghentikan debat ini.


"Sudah sudah kalian ini kenapa malah berdebat," maki Dimitri.


Dimitri menarik kursi untuk sarapan karena sebentar lagi dirinya harus berangkat ke kantor.


"Mana makananku sayang?" tanya Dimitri


"Ini Mas." Yuke menyodorkan sepiring nasi goreng spesial untuk Dimitri.


Tak ingin melihat kemesraan Yuke dan Dimitri, mama dan Amanda memutuskan pergi dari meja makan Mama Dimitri sangat kesal pada Yuke yang berani melawannya.


"Memang brengsek wanita itu," umpat Mama Dimitri


"Sabar tante," hibur Amanda.


Sikap Amanda diluar nalar Mama Dimitri, dia pikir Yuke adalah wanita polos yang bisa diinjak-injak namun ternyata Yuke tak sepolos itu bahkan dia berani melawannya.


"Kelihatannya kita sulit melawan wanita itu apalagi Dimitri selalu membelanya," Kata mama Dimitri.


"Lalu Apa rencana tante selanjutnya?" tanya Amanda.


"Kita ikuti saja alur mereka kalau ada kesempatan kita baru masuk dan memporak-porandakan hubungan mereka," jawab Mama Dimitri.


Sikap mama Dimitri seperti mertua yang ada di sinetron.


"Kelihatannya hanya itu yang bisa kita lakukan saat ini sambil merencanakan langkah selanjutnya," sambungnya.


Hari ini Brian dan Gilang pergi ke kantor Dimitri Mereka ingin meeting untuk membahas masalah defisit perusahaan Dimitri.


"Apa yang sebenarnya terjadi Dimitri?" tanya Bryan.


"Tidak ada apa-apa Brian," jawab Dimitri.


Bryan tahu kalau Dimitri sedang berbohong namun dirinya terus mengejar karena bagaimanapun juga kini mereka telah bersaudara


Dengan mata yang berkaca Dimitri menatap Bryan, tak disangka orang yang ingin dihancurkannya kini malah menolongnya dia sungguh menyesal kini, andaikan waktu bisa diulang dia tidak akan jahat pada Bryan.


"Iya memang perusahaanku sedang defisit aku memerlukan investor yang mau menanam modalnya pada perusahaanku," ungkap Dimitri.


"Aku bisa membantumu berapa yang kamu perlukan?" tanya Bryan.


"Sekitar 50 miliar," jawab Dimitri.


Bryan memerintahkan Gilang Untuk mentransfer uang sebesar 50 miliar pada Dimitri saat ini juga.

__ADS_1


"Enak ya yang punya uang banyak 50 miliar tinggal suruh transfer," sahut Raffi yang lagi-lagi membuat ketiga orang ini menatapnya.


"Raffi mengangkat jari tengah dan telunjuknya ke atas sambil berkata "Peace guys,"


__ADS_2