
Sepulang dari kantor Bryan langsung mencari Raisa di kamar, dia yang masih kesal pada Raisa langsung mendekap sang istri dan menguncinya di dinding.
Raisa nampak bingung dengan sikap Bryan, apa yang sebenarnya terjadi dengan sang suami?
"Kamu kenapa mas? tanya Raisa.
Brian tersenyum kecut, dia sudah tidak sabar untuk menghukum istrinya.
"Apa yang kamu lakukan hari ini? tanya Bryan.
"Aku melakukan aktivitasku seperti biasa Mas kenapa?" Raisa menjawab kemudian bertanya kembali.
Brian yang sudah tidak sabar membawa tubuh Raisa ke tempat tidur, dia ingin segera mengeksekusi sang istri.
"Mas Kamu kenapa sih?" tanya Raisa.
"Aku ingin menghukum kamu," jawab Bryan.
Tak ingin mendengar banyak pertanyaan dari Raisa Bryan langsung menghubungkan mulut Raisa dengan mulutnya,
Cup
ciuman panas tidak dapat terhindarkan, dia yang sangat rindu langsung mengabsen seluruh rongga mulut sang istri. Raisa terbuai dengan sentuhan yang telah menjelajah seluruh tubuhnya.
"Mas," panggil Raisa dengan dibarengi rintihannya.
Bryan terus memberikan sentuhan pada sang istri, permainannya kali ini membuat Raisa terbuai hingga dengan cepat dirinya menanggalkan baju sang suami.
Setelah sama-sama polos mereka saling menyatu dalam kenikmatan dunia yang tidak tara. Keringat mulai mengucur deras, hingga dinginnya ruangan mereka tidak mempu menahan keluarnya keringat mereka.
Beberapa waktu bergulat kini mereka telah di puncak kenikmatan hingga Bryan tergeletak tak berdaya di sampingnya.
"Ada apa sih mas sebenarnya kenapa pulang-pulang kamu langsung menyerangku?" tanya Raisa yang heran pada Bryan.
Bryan mengelus pipi sang istri yang menghadap kearahnya.
"Kesal saja padamu karena tadi kamu telah mengghibah suamimu ini," jawab Bryan.
Awalnya Raisa nampak ambigu dengan jawaban bryan namun setelah ingat Raisa membolakan matanya, apa Bryan tahu kalau tadi dirinya dan Yuke makan di restoran dekat kantor?
"Jadi kamu tau mas kalau tadi makan di restoran dekat kantor kamu?" Raisa bertanya balik
__ADS_1
"Tahu," jawab Bryan.
Raisa terkekeh, dia nampak malu pada suaminya dia tak menyangka kalau Bryan tahu jika dirinya dan Yuke menghibahkan dia dan Dimitri.
"Maaf Mas." Raisa meminta maaf pada Bryan, sumpah bukan maksudnya untuk menghibah jelek para suami.
"Coba tadi menghibah apa saja?" tanya Bryan.
Tentu Raisa tidak akan memberitahu Bryan apa yang mereka ghibahkan yang jelas mereka membicarakan soal ranjang.
Tak hanya Bryan, Dimitri pun juga melakukan hal yang sama pada istrinya.
Sepulang dari kantor dia juga langsung menyerang Yuke yang tengah asik mandi,
tanpa ampun dia menggembur Yuke di kamar mandi setelah itu berlanjut di tempat tidur, untung bayi yang berada di dalam kandungan Yuke kuat sehingga tidak apa-apa saat Dimitri berkali-kali menyodok sang ibu.
"Mas pelan-pelan aku takut anak kita marah," pinta Yuke saat Dimitri menyodoknya dengan keras.
"Akhirnya Dimitri memperlambat lajunya karena dia tidak ingin kalau istrinya dan calon bayinya kenapa-napa.
Di sisi lain Amanda mengatakan apa yang dilakukan Dimitri di kantor pada mama Dimitri kalau Dimitri menempatkan meja sekretaris jadi satu dalam ruangan asisten.
Mama Dimitri sangat murka mendengar cerita dari Amanda, sungguh sikap Dimitri sangat keterlaluan bagaimana bisa dia melakukan hal ini. kalau begini terus bagaimana bisa Amanda mendekati Dimitri?
"Iya Tante terima kasih," sahut Amanda.
Mama Dimitri meminta Amanda untuk lebih intensif menggoda Dimitri supaya Dimitri bisa terjerat dengan pesonanya dan meluapkan istrinya.
Dilihat secara fisik memang Amanda memiliki tubuh yang cukup menarik hanya saja bagian dada dan belakang tidak begitu besar.
Amanda adalah blasteran dari nusantara dan juga Spanyol, kulitnya tidak begitu putih seperti bule pada umumnya warna kulitnya khas kulit orang Spanyol.
Malam ini Mama Dimitri meminta Dimitri untuk makan diluar bersama Amanda, tentu Dimitri enggan untuk keluar dengan Amanda namun karena tidak ingin mamanya marah-marah dan melampiaskan kemarahannya pada Yuke akhirnya Dimitri menyanggupinya.
Dimitri adalah orang cerdik, dia mau keluar dengan Amanda tapi dengan mengajak Yuke.
Awalnya Mama Dimitri menolak namun dia memiliki rencana lain yaitu membuat Yuke cemburu.
Mama Dimitri meminta Amanda untuk selalu dekat dengan Dimitri bila perlu mengajak Dimitri bercerita tentang masa lalu mereka dengan begitu Yuke bisa cemburu dan dia memutuskan untuk pulang sendiri.
"Ide yang bagus tante," kata Amanda.
__ADS_1
Diluar dugaan Dimitri ternyata menghubungi Raffi dia mengajak Raffi untuk makan malam bersamanya dengan yuke, sebenarnya Raffi nampak curiga kalau memang Dimitri makan dengan Yuke otomatis tidak akan mungkin mengajaknya tapi ini Dimitri malah mengajaknya.
Pasti ada udang dibalik rempeyek.
Raffi menolak ajakan Dimitri namun Dimitri mengancam, bilang kalau ini adalah perintah sehingga mau nggak mau Raffi turut ikut.
Benar saja setelah tiba di restoran Raffi melihat ada Amanda di sana.
"Nah kan ada udang dibalik rempeyek nggak mungkin mengajak aku kalau hanya makan berdua dengan Yuke," Raffi bergumam sambil menatap Dimitri.
"Malam," sapa Rafi.
Melihat Raffi Amanda nampak kesal, seharian ini ia telah dimarahi Raffi karena dianggap tidak becus mengerjakan pekerjaan di kantor.
"Kamu kenapa sih Bray mengajak dia kemari," protes Amanda.
"Aku kan sudah bersama Yuke, tentu sangat tidak baik jika kamu sendirian melihat kami berdua makan," jawab Dimitri.
"Tapi kan mama kamu menginginkan kita makan berdua Dimitri," sahut Amanda.
Dimitri menghela nafas dia menatap Amanda dengan tatapan tak biasa.
"Lihatlah dalam mataku, ada cinta kan?" tanya Dimitri
Amanda mengangguk dia memang menemukan banyak cinta di mata Dimitri.
"Cinta itu hanya untuk istriku dan juga calon anakku," kata Dimitri kemudian.
"Brengsek bisa so sweet juga dia," batin Rafi.
Amanda terdiam. dengan mata yang berkaca ia menatap Dimitri.
"Tidak adakah untuk aku sedikit saja Dimitri?" tanya Amanda.
Dimitri tersenyum, dia mengambil tangan Yuke dan menggenggamnya tepat di hadapan Amanda.
"aku sempat gila karena jauh darinya dan aku tidak akan mengulanginya lagi, tidak ada perasaan apapun pada wanita lain karena semuanya habis diberikan untuknya," ucapan Dimitri sangat menusuk hati Amanda ia tak percaya Dimitri bisa mencintai orang dengan setulus itu mengingat Dimitri sebelumnya.
"Kamu adalah wanita yang baik Amanda kenapa tidak mencari laki-laki yang single, daripada kamu terus mengejar Mas Dimitri lebih baik tengoklah samping kamu itu," Yuke menunjuk Raffi
Raffi tidak berkata-kata seperti biasanya dia hanya memijat kepalanya yang sedikit pening
__ADS_1
What! aku sama dia? tanya Amanda dengan menatap Rafi.
"Asal kamu tahu Yuke dia adalah pria yang paling menyebalkan yang pernah aku temui," ucap Amanda kemudian.