Married With A Stranger

Married With A Stranger
Pesta Untuk Rafi


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu, Raisa dan Bryan sudah menyiapkan semuanya, dia juga mengajak baby sisternya untuk mengurus baby Rayyan, Dimitri dan Yugo pun juga menyiapkan segalanya, tak lupa mereka mengajak Diandra untuk ikut serta.


Rafi dan Amanda sangat bahagia, karena sebentar lagi mereka akan melepas masa lajangnya, di sini hanya Gilang yang cemberut dia ingin sekali memiliki pasangan seperti teman-temannya.


"Hey bro sudah dong jangan cemberut, mau aku sewakan cewek untuk kamu." Rafi mencoba memberikan solusi untuk Gilang.


"Nggak usah, makasih," sahut Gilang.


Kini semua berangkat menuju villa Dimitri, semua sangat bahagia, sebenarnya Gilang juga sangat bahagia karena temannya Raffi akan mengakhiri masa lajangnya namun dia juga sedih karena dia belum juga mendapatkan jodoh.


Beberapa jam telah berlalu, kini mereka semua telah berada di villa Dimitri.


Semua memasuki kamar mereka masing-masing termasuk Rafi dan Amanda.


"Sayang aku sangat bahagia," kata Rafi sembari memeluk calon istrinya.


"Aku juga Mas," sahut Amanda.


mereka berdua asyik memadu kasih sembari melihat pemandangan gunung dari kamar mereka, kaligrafi maupun Amanda saling berpaut menikmati setiap sentuhan masing-masing dari mereka.


sebenarnya Raffi ingin sekali seperti muda-mudi zaman sekarang, yang bebas melakukan hubungan sebelum pernikahan, namun dia tidak ingin melakukan hal itu meski terkadang Amanda memintanya.


Amanda yang sejatinya sudah hidup bertahun-tahun di Barcelona tentu mengikuti budaya di sana, bagi orang luar khususnya orang barat berhubungan sebelum pernikahan itu sah-sah saja berbeda dengan orang timur yang melarang hubungan sebelum pernikahan.


"kalau DP aku mau sayang tapi untuk ke hal itu aku masih belum berani, kita tetap harus menunggu." Rafi mencoba memberikan pengertian pada Amanda, dia hanya tidak ingin seperti Dimitri yang melakukan hubungan tersebut tanpa adanya ikatan pernikahan.

__ADS_1


Amanda mengerti akan keputusan Raffi, dia juga tidak memaksa Raffi untuk melakukan hubungan badan dengannya terlebih dahulu.


"Baiklah Mas aku akan menunggu, minggu depan kita juga sudah menikah." Amanda nampak tersenyum sembari menatap calon suaminya.


terasa matahari sudah kembali ke persembunyiannya, mereka semua sudah menyiapkan pesta untuk Raffi dan Amanda, mereka duduk berpasang-pasangan hanya bilanglah yang duduk sendiri sembari memainkan ponselnya.


"kasihan kak Gilang mas," bisik Raisa.


"Iya tapi bagaimana lagi," sahut Bryan.


Raisa terdiam lalu dia mengingat temannya semasa kuliah dulu Lala dan Rea. menurut kabarnya Lala telah menikah dan menetap di luar negeri dengan suaminya namun real masih berada di ibukota bekerja di sebuah perusahaan yang cukup terkenal.


"Bagaimana kalau kita jodohkan dengan Rea Mas," bisik Raisa.


Gilang nampak tersenyum tentu dia sangat setuju, real adalah wanita yang baik meski dulu saat kuliah Rea sangat mengidolakan dirinya.


Setelah semua siap pesta pun dimulai, semuanya memberikan selamat pada Raffi dan Amanda, mereka berharap kehidupan Raffi akan lebih baik lagi setelah menikah.


"Kami doakan semoga kamu selalu bahagia dengan pasanganmu." Doa tulus dari Dimitri telah terucap.


"Terima kasih pak," sahut Rafi.


Raffi sungguh terharu, dia sangat bahagia karena memiliki teman-teman yang sangat perhatian padanya terlebih Dimitri, meskipun dia hanya seorang asisten namun Dimitri sangat menyayangi Rafi.


setelah berbincang-bincang dan memberikan selamat untuk Raffi mereka semua kini membakar ayam serta daging untuk jamuan mereka, Yuke yang menyiapkan ayam bakar untuk Dimitri tiba-tiba mual, bau daging gosong sangat menyengat sehingga dia tak kuat dengan aromanya.

__ADS_1


Huek


Huek


Huek


Yuke memuntahkan semua makanan yang dia makan, tiba-tiba kepalanya sangat pusing hampir saja Yuke ke pingsan untung Raisa menangkap tubuh Yuke dan membawanya masuk.


Semua nampak cemas dengan keadaan Yuke,. di daerah villa yang dekat dengan pegunungan mana mungkin ada rumah sakit di sekitar sana sehingga mau nggak mau Raisa melakukan tindakan pertama pada Yuke.


"Aku sangat mual mencium aroma daging gosong," kata Yuke.


Raisa membolehkan matanya, kalau hal itu yang dialami Yuke berati fix dia tidak sedang sakit.


"Apa maksud kamu Raisa jelas-jelas aku mau pingsan tadi kenapa kamu bilang aku tidak sakit?" Yuke nampak protes, dia merasa kesal dengan ucapan Raisa yang menganggapnya hanya berbohong padahal bukan seperti itu maksud Raisa.


Raisa nampak tersenyum lalu menggenggam tangan Yuke.


"bukan begitu maksud aku Yuke tapi kamu setengah hamil saat ini," sahut Raisa.


Seketika zuka membulakan matanya, sungguh dia sangat bahagia namun Raisa memintanya untuk tetap tenang dan tidak memberitahu hal ini pada siapapun karena belum pasti juga hamil.


untuk mengetahui dia hamil tidaknya Raisa memberikan saran pada Yuke untuk mengetes kehamilannya menggunakan tespek keesokan harinya.


Raisa meminta juga untuk tetap istirahat saja, biar orang lelaki yang melakukan pesta sendiri karena dia juga akan istirahat.

__ADS_1


Raisa berjalan kembali menuju tempat pesta, di sana nampak para suami maupun calon suami maupun yang belum mendapatkan calon istri saling tertawa asik entah apa yang dibicarakannya.


__ADS_2