
Sesampainya Rasya di rumah dia langsung menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya yang merasa lelah seharian di sekolah.
huuuu lelahnya, mana banyak pr lagi .
pak Halim yang mendengar Rasya sudah pulang tiba-tiba menghampiri Rasya dan menggedor-gedor pintu kamar anak gadisnya itu,
dor dor dor Rasya buka pintunya cepat, ayah nya setengah berteriak,
ayah ada apa ?
sebentar ,iih ayah gak sabaran banget sih gerutu Rasya, ada apa yah? Rasya menyembulkan kepalanya dan langsung mendapat jambakan dari ayahnya itu,
aww awwww sakit yah, ampun yah
Rasya salah apa sama ayah ?? Rasya terisak .
salah apa katamu , kamu udah nyuri uang ayah, kalu kamu tidak dihukum nanti bakal kebiasaan dan bikin malu, teriak pak Halim dengan sangat berapi-api meluapkan kemarahannya kepada Rasya,
aku gak nyuri lagian itu uang ayah aku masih anak ayah jadi aku berhak atas uang itu jawab Rasya tidak kalah berapi-api pula,
hoho ho kamu udah berani membentak saya , pllaaak sebuah tamparan mendarat di pipi Rasya .
Rasya hanya diam dan menutup kembali pintu kamarnya setelah jambakan di rambutnya dilepas oleh ayahnya.
dia menangis sejadi-jadinya memanggil-manggil ibu nya,
ibuuuuuuu ibuuuuu tolong Rasya Bu, Rasya mau ikut ibu saja, Rasya gak tahan lagi disini , udah gakada lagi yang sayang Rasya buuuu, hikh hik hik hik tangis Rasya semakin dalam dan pilu mengingat ia tidak pernah diperlakukan seperti ini, ia selalu disayang dimanja ya walau pun tetap ada batasnya, namunsetidaknya ibunya tidak pernah main tangan kepada Rasya.
hingga malam pun tiba Rasya masih mengurung diri di dalam kamar nya, hingga perutnya meronta-ronta ingin diisi, namun dia sangat malas bertemu dengan ayahnya untuk saat ini.
hingga terdengar suara ketukan dari luar
kak tok tok tok
buka pintunya ini aku Reina,
dengan malas Rasya memutar bola matanya dan tidak menjawab panggilan dari Reina,
hening tidak ada suara namun Reina tidak menyerah dia yakin kakaknya tidak tidur
kak kakak buka pintunya dong aku bawain makanan dan uang saku buat besok kakak sekolah ,
sudah sana Reina aku gak mau pergi sana kata Rasya yang memang masih kesal , yaudah dek klu gitu uang nya aku selipin di bawah pintu ya, kata Reina .
lalu Reina berlalu takut juga ketahuan oleh ayah nya.
__ADS_1
sebenarnya Rasya sangat malas namun karena perutnya sudah perih meronta-ronta ingin diisi, akhirnya menemui Reina juga .
mana sih tu anak Rasya memanggil Reina dengan setengah berbisik, Reina Reina kamu dimana??
ia kak ada apa ??
mana makanannya ?? tanya Rasya pada Reina
oo ia ini kak, oh ia kak aku maafin ayah ya mungkin ayah begitu karena stok stes juga karena tiba-tiba ibu meninggalkan kita selamanya seperti ini Reina terisak hik hii manahan tangisnya,
hmmm gumamku
hufft semoga semua ini cepat berlalu ya dek kata Rasya pada Reina.
semoga kak, lalu mereka berdua saling berpelukan menumpahkan segala resah sedih yang bersarang di hari.
semakin hari semakin berat pula cobaan yan dilalui oleh mereka sekeluarga,
mulai dari ayah yang cuma santai sepanjang hari , yang tau ya cuma memancing dan berjudi, semakin lama semakin parah kelakuan nya, dan semakin tidak bertanggung jawab.
Hingga pada satu hari Rasya heran kenapa seperti ada yang hilang ya, fikirnya
hmmm ia ayah kemana ya sudah 2 hari ini tidak kelihatan, tapi yaudah deh dirumah pun cuma marah-marah saja kerjaannya sama aku.
namun walaupun begitu Rasya masih tetap penasaran yang kebetulan berpapasan dengan Reina yang baru pulang les .
aku juga gak tau kak aku Reina pada Kakaknya itu, lho kok bisa sih
Zaid di sini kok ia kan? ia kak jawab Reina.
Reina juga heran kan ayah kemana gak ninggalin belanja lagi terus nanti mau makan apa yang ada cuma beras aja ,
hufrff Reina merosot kelantai , aku capek lapar juga .
yaudah makan aja apa yang ada yang penting kenyang dari pada kelaparan kan imbuh Rasya pada adiknya.
kak kaakak panggil Zaid , ia sayang sahut Rasya sembari memeluk Zaid dan menggendongnya,
Zaid mau mamam tanya Rasya pad bungsu mereka itu, dan bocah itu pun menganggukkan kepalanya , hmmm kemudian Rasya mengambil kan nasi dan menyuapi Zaid dengan telaten ,
yaa walaupun cuma nasi putih aja Alhamdulillah nya Zaid tidak menolak , entah mungkin karena lapar atau apa Rasya gak tau yang penting adiknya kenyang begitu fikirnya.
Gimana ini kak keluh Reina besok aku harus bayar buku , tinggal aku aja lagi yang belum membayar .
ya harus gimana lagi terpaksa sabar dulu sampai ayah pulang atau sampai ayah ada uangnya , bilang aja gitu ke guru kamu.
__ADS_1
ah setiap hari juga begitu .
tanpa terasa sudah 2 Minggu ayah pergi entah kemana dan selam itu juga aku bolos sekolah sementara gak lama lagi mau ujian naik kelas .
coba minjam sama uak dulu ah , siapa tau nanti di kasih kalau ayah udah pulang baru di bayar.
Rasya pun pergi kerumah uak nya alias kakak kandung ibunya itu.
assalamualaikum Wak
assalamualaikum to to tok
siapa???
masuuk terdengar suara iwak dari dalam menyuruh masuk.
Lalu Rasya masuk setelah pintu terbuka ,
ooh kamu Rasya kirain siapa ,?
ada perlu apa kamu kesini tanya uwak pada ku,
Gini Wak Rasya minta tolong,
belum sempat Rasya mengutarakan maksud dan tujuannya datang ke situ , uwak nya udah ngegas .
heeh Rasya mikir dong ya bilangin tuh sama ayah kamu itu, kerja jangan kerjaanya cuma minta sana minta sini , terus itu lagi adik kamu itu minta-minta terus kesini.
sekarang minta nasi eh gak lama lagi minta lauk , ingat ya di dunia ini gak ada yang gratis,
wong mau buang air aja bayar.
Rasya hanya terbengong tanpa mampu menjawab , mata nya sudah berkaca-kaca menahan tangisnya.
OOO baik lah Wak aku pamit du...
belum sempat Rasya menyelesaikan kata-katanya pintu rumah itu sudah ditutup .
huhh sabar sya sabar pasti ada jalan
.
.
jangan lupa like, komen, dan vote juga ya
__ADS_1
maaf jika masih banyak typo
😊😊😊