Masih Adakah Cinta Untukku

Masih Adakah Cinta Untukku
Jatuh tempo


__ADS_3

sabar sya sabar , Rasya menghapus dadanya yang terasa sesak.


dulu aja pas ibu nya masih ada semua orang baiknya minta ampun,


seringpun Rasya melihat para tetangga, sodara-sodara ibunya maupun dari pihak ayahnya datang kerumah minta tolong ini dan itu.


Dan selagi bisa Ibu selalu menolong mereka.


Tapi kemana sekarang perginya orang-orang itu, huhh ketika ada maunya baiknya minta ampun seakan jantungnya mau dia berikan .


sesampainya di rumah


dek oo dek panggil Rasya pada adiknya Reina .


Reina yang semula berbaring di kamarnya keluar menghampiri Rasya.


yaa ada apa kak jawab Reina sembari menghampiri Rasya, dan duduk disebela Rasya .


hmmm gini deh dari pada gak jelas juga , coba deh kamu telpon ke hp ayah dan tanyakan aja langsung dia dimana Sekarang.


baik lah kak aku ke kamar dulu ambil hp .


tuuuuut tuuuuuuut


lho kok gak nyambung -nyambung sih kak??


cuma gitu aja bunyi tut Tut aja.


hahhh pasrah aja deh dek kakak nyerah .


gimana ini kak kalau ayah gak pulang-pulang lagi, kita harus gimana mau makan apa sekolah kita gimana , Zaid gimana siapa yang jaga kalau kita sekolah huaaaaaa, Reina bicara tiada henti mengeluarkan semua unek-unek nya.


Rasya hanya diam mematung sembari menepuk-nepuk pundak Reina supaya lebih tenang setelah mengeluarkan keluh kesah nya.


Sebenarnya kakak yang lebih gak tahan dek , ingin juga rasanya menangis menjerit ,berteriak, semuanya saking gak sanggup nya, batin Rasya.


sudah-sudah seru Rasya pada Reina , pasti ada jalan keluarnya.


ingat Allah maha melihat dia tidak tidur , dia gak akan membiarkan ummatnya dalam kesusahan , kegelapan.


sekarang kita lihat Zaid aja dari tadi kamu tinggalin dia sendiri kata Rasya.


OOO ia aku lupa Reina menepuk jidatnya , sembari berlari menuju kamarnya


daaan ternyata bocah itu sudah bermain bedak, sehingga semua badannya terkena bedak itu.

__ADS_1


hahahaha Meraka semua tertawa bersama.


sebuah kebahagian kecil terselip diantara banyaknya kesedihan.


"bagai pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula"


Begitulah kira-kira yang mereka rasakan saat ini.


keesokan harinya .....


karena memang hari minggu juga Rasya dan Reina cuma bermalas-malasan sambil mengasuh adiknya Zaid yang memang lagi aktif-aktif nya.


Hingga terdengar suara ketukan dari luar,


sejenak Rasya dan Reina saling bartatapan merasa heran, karena memang gak pernah ada lagi tamu .


haaa apakah mungkin ayah pekik Reina??


lalu ia berlari untuk membuka pintu .


namun yang datang bukan ayah malah tukang PLN yang ngomel-ngomel.


Yaaa siapa sahut Reina dari balik pentu sembari mbuka pintu .


OOO i...i.. a benar pak ada apa ya ? tanya Reina


siapa dek tanya Rasya dari dalam , sini deh kalokak panggil Reina.


lalu Rasya berjalan menghampiri Reina yang memanggilnya sembil menuntun Zaid berjalan ke depan.


ada apa pak ?


mau cari siapa? tanya Rasya


ooh ini saya cuma menyampaikan bahwa tagihan listrik atas nama pak Halim Dinata sudah jatuh tempo dan itu pun sudah menunggak selama 3 bulan kata petugas itu.


haahhh Rasya dan Reina memelototkan matanya nyaris keluar saking kagetnya.


mereka terdiam melihat selebaran rekening listrik itu.


Hingga akhirnya petugas membuyarkan lamunan mereka, jdi gimana dek jangan cuma diam ini udah jatuh tempo , mana sih orang tua kalian suruh keluar gih ketus si petugas .


ayah saya lagi gak dirumah pak nanti kalau dia pulang akan saya sampaikan.


Paling lama besok kalian harus melunasi nya kalau tidak maka lampu kalian akan diputus segera ketus petugas itu lalu dia pergi begitu saja .

__ADS_1


Gimana ini kak tanya Reina ???


kakak juga gak tau yang jelas kita harus berusaha terus menghubungi nomor Ayah, supaya bisa ngomong masalah ini sama ayah.


ok ok aaaku coba lagi deh nelpon ayah


Kriiiinhg kriiing nyambung kak nyambung beberapa detik kemudian Tut Tut Tut......


yaaah dimatiin atau emang susah sinyal ya disana kata Reina sembari memanyunkan bibirnya.


coba lagi kata Rasya


jangan menyerah semangat fighting seru Rasya menyemangati adiknya itu.


kriing kriing suara ponsel pak Halim berbunyi dan dia melihat siapa yang menelpon.


sebenarnya dia masih enggan namua ia takut anak keduanya itu kecewa , dan akhirnya nya ia mengangkat telpon itu.


Hallo katanya


Hallo ayah seru Reina merasa girang mendengar suara ayahnya


Rasya yang berada disamping Reina pun ikut lega mendengar nya .


ayah ayah kemana aja ?


kenapa baru terima telpon Reina sekarang??


Reina berbicara tanpa membiarka ayahnya menjawab terlebih dahulu


O ya yah barusan petugas PLN datang kerumah katanya listrik kita udah nunggak 3 bulan dan hari ini udah jatuh tempo , besok dia tunggu kita bayar katanya .


ia ia besok ayah usahakan pulang atau paling tidak ayah kirim uangnya sama bude mu nanti bude yang antara ke rumah ya .


udah dulu ayah mau kerja dan belum sempat Reina menjawab sambungan telepon sudah diputus terlebih dahulu oleh ayahnya.


tuuut tuuut tuuut.


yah ayah udah dimatiin kan , kok ayah gak ada sih nanya kabar kita atau paling tidak kabar Zaid kek gerutu Reina.


Udah udah yang penting ayah udah tau masalah ini kata Rasya yang diangguki oleh Reina.


***


***

__ADS_1


__ADS_2