
Beberapa saat setelah sampai dirumah.
huhhh capeknya harus jemput Zaid lagi di rumah bude hufffff Rasya menghembuskan nafasnya kasar.
lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
setelah Rapi Rasya pun berangkat ke rumah bude nya yang tidak terlalu jauh dari rumahnya cuma sekitar 1 jam kalau berjalan kaki.
sesampainya dirumah bude Rasya melihat Zaid yang asyik main dengan anak-anak seusianya di sekitar rumah bude, karena memang banyak anak-anak tetangga yang seumuran dengan Zaid.
Hai lagi main apa sapa ku Seraya menghampiri mereka namun saking asyiknya bermain Zaid sampai tak mendengar panggilan ku.
lalu aku berjalan cepat hampir berlari mengejar Zaid yg memang sedang berlarian dengan temannya.
hayyo kakak tangkap hayo hayo
mereka berlari semakin cepat dan sbari tertawa cekikikan mendengar aku mengejar mereka.
huh hah capek juga ya berlarian mengejar mereka pikirku.
Namun anak-anak ini seperti tiada merasa kelelahan karena seking senangnya bermain-main .
tiba-tiba salah seorang teman Zaid di panggil satu persatu karena hari memang sudah sore dan mulai gelap seperti akan turun hujan.
ayo nak kita pulang seru tetangga sebelah rumah bude itu memanggil anak nya.
lalubanal yah merasa dipanggil itu berlari menuju ibunya
Namun ads juga yang masih sibuk main dengan Zaid namanya Raka dia cucunya nenek yang tinggal di sebrang jalan depan rumahnya bude ku.
caid Kok kamu belmain cama kakak cih
ibu caid ana tanya si Raka dengan logat khas anak kecil.
mbu aid beyum Puyang, mbu tubdi yangit tunjuk nya ke langit nanti Yau udah Puyang, pasti aid bawa main ke yumah aka ya , kata Zaid menjawab dengan pasti .
Aku yang mendengar seakan luruh runtuh rasanya jantungku ini.
Entah harus bagaimana nanti aku akan menjelaskan padanya ketika dia mulai bertanya lagi pada kami.
aku bergegas memeluk tubuh mungil nan dekil itu.
Ya orang bilang adikku itu dekil , cemong dll, maklumlah karena gak ada yang urus.
Kugendong Zaid menuju rumah bude ingin pamit pulang .
De bude kita pulang dulu ya mungkin Reina udah nunggu aku
__ADS_1
assalamualaikum de pamit ku pada bude
wa'alaikumsalam jawab bude dari dapur karena bude mang lagi memasak.
setelah berjalan lebih kurang 1 jam sampai lah di rumah dan Ternyata Reina sudah menunggu dengan wajah yang di tekuk cemberut pada kami .
iiih jelek amat hantu dari mana nih yang nongol depan rumah canda ku pada Reina.
plaak
iiih kakakk apaan sih capek tau nungguin kalian pulang.
iiiissh perih ahhh main tampar aja nih, orang cuma becanda , lagian tadi Zaid lagi senang nya main mana tega kkak paksa pulang .
Yaudah ambil di kantong gih kunci rumah bukain sekalian udah pegel nih tangan dari tadi gendong Zaid.
Sedari tadi Zaid udah tertidur mungkin lelah bermain seharian gumam ku.
ceklek
suara pintu di buka.
sekalian buka gih pintu kamar nya kakak mau tidurkan Zaid di sana udah pegel gandong dari tadi pinta ku pada Reyna.
silahkan masuk tuan putri dan pangeran seloroh Reyna sembarienundukkan badan nya seperti di kerajaan-kerajaan, wkwkkwkwk dia cekikikan melihat aku memutar bola mata malas .
uuhstttt diam bisikku pada Reyna karena takut membangunkan Zaid karena biasanya kalau dia terbangun karena terkejut maka dia akan menangis sejadi-jadinya dan susah untuk berhenti.
Dek hidupkan lampunya dong gelap nih udah malam juga seru ku pada Reyna.
siap boss sembari memberi hormat ,
tanpa mempedulikan Reyna aku pergi kedapur hendak masak untuk makan malam kami.
kaaaaak oooo kaaaak Reyna berteriak memanggilku, apaan sih teriak-teriak biasa aja kali dek .
lampunya gak bisa nyala kak udah ku coba berkali-kali tetap gak bisa.
Lho kenapa kok gak bisa apa rumah yang lain juga mati lampunya dek coba lihat pinta Rasya pada Reina.
lalu Reina beranjak keluar untuk memastikan bahwa memang mati lampu atau tidak.
yang lain pada hidup lampu nya kok kak.
apa bola lampunya putus kali ya gumam Rasya namun masih bisa di dengar oleh Reyna.
gak mungkin kan kak putus semua kata Reyna .
__ADS_1
ia juga sih sahut Rasya.
Kakak tanya sama uwak sebelah dulu deh kamu tunggu disini dulu takutnya Zaid nanti bangun . Reyna hanya menganggukKan kepalanya pertanda mengiakan kakaknya.
kemudian Rasya bergegas ke rumah uwak nya yang kebetulan lagi di depan rumah
Assalamualaikum Wak
wa'alaikumsalam jawab uwak dengan ketus
ngapai kamu kesini ?
sambal udah habis nasinya juga jadi kamu pulang aja .
ya Allah begini amat ya kalau sudah tidak punya ibu dikitlra mau minta terus gumam Rasya dalam hati
Gini Wak aku mo nanya kenapa ya lampu di rumah kami mati sementara yang lain nya nggak?
Heehh kamu ya jangan pura-pura gak tau deh bukannya tadi petugas PLN udah memutuskan aliran listrik ke rumah kalian.
kamu ini bikin malu aja, karena kamu gak keluar-keluar dari dalam rumah kamu itu akhirnya petugas PLN itu datang ke sini dan memberitahukan bahwa sambungan nya harus di putus karena kalian gak bayar-bayar sudah 6 bulan katanya.
dasar malu-maluin aja.
Astaghfirullah Wak aku mana tau lagian tadi kami itu mang gak lagi dirumah Wak.
alah ngeles aja kamu ,udah sana gih pergi muak aku liat wajah kamu.
hus hus dia mengibaskan tangannya seperti mengilusir binatang saja.
huuh dasar orang tua gak ada akhlak kata Rasya sambil berlari .
apaaaa kamu bilang kata uwak sembari melemparkan sendalnya ke pada Rasya.
sesampainya di rumah Rasya menangis mengingat semua hal yang terjadi padanya. begitu sakit rasanya namun dia harus tegar dan harus tetap terlihat kuat demi adik-adik nya.
Lho kak udah pulang ya kata Reyna yang terkejut melihat kakaknya yang sudah berada di dalam rumah.
hmmm ia dek kayaknya lampu kita di putus tadi uwak bilang petugas PLN itu datang nitip pesan sama dia .
Gimana ini kak ??
tanya Reyna
ya gak gimana-gimana sih pake senter aja lagi kata Rasya .
ayo kita tidur aja lagi besok kita sekolah.
__ADS_1
***
"Queen Aprilia"