
Jenazah rama sudah di mandikan dan sudah dikirim kerumah kedua orang tuanya, tak lupa juga dokter dan kedua anaknya juga datang untuk melepas serta mendoakan rama.
"Kawan.. Semoga kau bisa tenang" ucap sahabat dekat rama.
"Bodoh.. Kenapa kau pergi begitu cepat.." ucap yang lain sedih.
"Suryo.. Kamu yang sabar ya.. Kita berdoa saja agar rama bisa tenang" ucap dokter.
"Ya.. Kau benar rudi aku tidak boleh.. Terus bersedih" ucap ayah rama.
"Tante.. Hisk.. Tante yang sabar ya.." ucap lisa sambil nangis.
"Hisk.. Ya nak.. Tante akan mencoba untuk tegar" balas ibu rama.
Setelah mereka selesai berdoa dan melepas rama, lisa ingat sesuatu yang rama berikan padanya dan untungnya dia membawanya.
"Paman.. Tante.. Sebenarnya rama meninggalkan surat untuk kalian" ucap lisa.
"Surat apa nak.. Bisa tante liat" tanya ibu rama.
"Ini.. Tante" ucap lisa sambil menyerahkan surat itu.
Mereka berdua langsung membaca surat itu dengan seksama.
...'Surat untuk ayah dan ibu'...
...Ayah.. Ibu.. Kalau kalian baca ini berarti rama sudah pergi.. Ehehe maaf ya kalo rama pergi terlalu cepat.. Sebenarnya rama juga pengen sembuh tapi sepertinya tidak bisa.....
...Rama punya sesuatu yang rama ingin lakukan.. Ayah dan ibu gunakan uang yang berada di rekening rama.. Buat sumbangan kepada panti asuhan yang membutuhkan.. Sisa uang buat ibu dan ayah.. Itu aja yang rama ingin.....
...Satu lagi.. Sebenarnya dan seharusnya kalo rama sembuh orang yang nyerahin surat ini akan jadi mantu ibu dan ayah.. Tapi sepertinya tidak akan terjadi.. Jadi tolong sampaikan maaf karena tidak bisa bersamanya.. Dari rama.....
...Semoga kalian bisa bahagia tanpa rama dan jangan terlarut dalam kesedihan.. :)...
From : rama
Tetesan air mata keluar dari ketiga orang yang disebut dari dalam surat.
"Nak.. Apa itu benar" tanya ibu rama kepada lisa.
"Emm" angguk lisa sambil menangis.
"Hisk.. Maafkan anak kami karena tidak bisa menemani diri mu ya" ucap ibu rama kepada lisa.
"Tidak.. Kok lisa malah senang di anggap sebagai calon istri oleh rama" ucap lisa menenangkan dirinya dan ibu rama.
"Terima kasih sudah berada di dekat rama selama ini" ucap ayah rama.
"Tidak perlu berterima kasih paman" ucap lisa sambil tersenyum.
"Sekali lagi terima kasih" ucap mereka berdua.
"Hisk.. Iya.. Hisk" air mata lisa kembali jatuh.
Sedangkan sekarang jiwa rama sedang berada di dalam kegelapan, dia sudah lama mungkin berada di dalam ruang gelap itu.
"Egh.. Dimana ini.. Apakah aku sudah mati" ucap rama sambil memegang kepalanya yang pusing.
"Kau.. Sudah bangun rama" ucap suara misterius.
"Ya.. Walaupun masih pusing.. Sekarang aku dimana apa aku sudah mati" tanya rama.
"Ya.. Kau sudah mati sekarang kau sedang dalam pemberhentian sebelum di reinkarnasi" ucap suara misterius.
"Oh.. Jadi aku tidak masuk surga ya" sahut rama.
"Tidak.. Itu semua karena karmamu yang banyak.. Dan juga banyak yang mendoakanmu dibawah sana agar kau bisa hidup bahagia" ucap suara misterius itu.
"Oh.. Jadi aku akan di reinkarnasi dimana" tanya rama.
"Kau akan di reinkarnasi di dunia Tifia disana terdapat berbagai ras dan class sama seperti game yang pernah kau mainkan" jelas suara misterius itu.
"Oh.. Apakah ada Class Tamer disana" tanya rama dengan semangat.
"Ada.. Tapi disana di anggap kelas sampah.. Apa kau tetap tertarik" tanya suara misterius itu.
"Ya.. Memang dimana saja tempatnya Tamer itu selalu di hina.. Tapi aku akan tetap menginginkannya" ucap rama dengan semangat.
"Oh.. Begitu baiklah.. Kau akan menggunakan Class Master Tamer itu adalah Class lanjutan dari Class Tamer dan kau akan bisa mengeceknya setelah kau di bangkitkan pada usia 5 tahun" jelas suara misterius itu.
"Oh.. Bukankah itu versi lebih hebatnya" ucap rama.
"Ya.. Sekarang kau bisa memilih skill sendiri.. Kau bisa memilih skil umum sebanyak 4 dan skil khusus sebanyak 2" ucap suara misterius itu.
"Baiklah.. Tunjukan daftarnya" pinta rama.
[ Skill Umum ] [ Skill Khusus ]
- Tame - Evolution
__ADS_1
- Detection - Train Potential
- Dimensional Space - Aura
- Map - Transfer Mana
- Appraisal
- Storage
"Oh.. Apakah ini semua skill yang berkaitan dengan Class Master Tamer" tanya rama.
"Iya.. Itu semuanya" jawab suara misterius itu.
"Hemm.. Kalau begitu aku pilih yang ini saja.. Oh ya perbedaan Dimensional Space dan Storage apa" tanya rama.
"Kalau Dimensional Space bisa di pakai untuk menyimpan monster, barang dan makanan walaupun waktu di sana tidak terhenti seperti Storage, terus kalo Storage sebaliknya hanya bisa menyimpan benda mati dan tidak bisa menyimpan mahluk hidup dan maktu disana juga di hentikan jadi kalo menyimpan makanan tidak akan bisa busuk" jelas suara misterius itu.
"Oh.. Jadi lebih berguna Dimensional Space ya.." ucap rama.
Setelah itu rama mulai mengatur Skill miliknya.
[ Skill Umum ]
- Tame
- Dimensional Space
- Appraisal
- Detection
[ Skill Khusus ]
- Evolution
- Train Potential
"Yosh.. Sudah selesai" ucap rama.
"Selesai.. Kalau begitu apa ada permintaan lain" tanya suara misterius itu.
"Emm.. Kalo gitu aku nanya dulu" tanya rama.
"Silahkan" ucap suara misterius itu.
"Berapa banyak mana dan kesehatan yang di milik oleh orang yang baru bangkit" tanya rama.
"Oh kalau begitu aku ingin memiliki kesehatan di atas 100 dan mana di atas 10.. Terus kekuatan, ketahanan dan kecepatan harus 2× lebih besar dari rata-rata" pinta rama.
"Hmm.. Baiklah.. Apa ada lagi" tanya suara misterius itu.
"Kalo.. Gitu aku ingin hidup di desa yang damai dan juga penduduknya ramah tidak memandang ras atau class" pinta lanjut rama.
"Baiklah.. Kalau begitu aku akan segera mengirim mu” ucap suara misterius itu.
"Baiklah.. Sampai jumpa" ucap rama pamit.
"Dah.." ucap suara misterius itu.
Tapi sebelum tubuh roh rama menghilang sepenuhnya rama mengajukan pertanyaan kepada suara itu.
"Nee.. Bisakah aku melihat sosok mu dan tau namamu untuk terakhir kali" pinta rama.
"..."
"Baiklah.."
Sringg... Muncul cahaya putih dan setelah itu terlihat seorang gadis seusianya berdiri dihadapannya.
"Ini adalah wujud ku dan salam kenal rama aku adalah seorang dewi lebih tepatnya dewi kasih sayang" ucap wanita itu memperkenalkan diri.
"Akhirnya aku bisa melihat wujudmu.. Dan salam kenal juga.. Senang rasanya bisa bertemu denganmu" ucap rama dan langsung menghilang.
"Aku juga senang bisa melihatmu.. Lagi" gumam dewi itu dan lalu menghilang.
[ Di Dunia Tifia ]
Disebuah desa yang damai didalam wilayah kerajaan rutofia yang berbatasan langsung dengan kerajaan elf dan bestkin.
Desa ini adalah desa damai dan penduduk disana hidup akur walaupun berbeda ras dan berbeda Class.
Disebuah rumah di desa harmoni, terlihat rumah itu sedang riuh karena pemilik rumah itu sedang melahirkan anak pertama mereka.
"Bagaimana ini.. Semoga mereka berdua selamat.. Ya dewi tolong berkati mereka berdua" doa seorang lelaki yang dari tadi mondar-mandir khawatir.
"Hei.. Clifh bisakah kau tenang" ucap seorang dwarf.
"Bagaimana aku tenang fedrick.. Sedangkan istriku sedang berjuang" ucap clifh dengan khawatir.
__ADS_1
"Hah.. Kau ini tenang lah sedikit" ucap fedrick.
"Kau.. Apa kau tau rasanya saat akan menjadi ayah.. Kau bahkan belum menikah.. Bagaimana kau tau perasaan ku" ucap clifh.
"Kau.. Tenanglah bodoh.. Kenapa kau.. Membawa-bawa aku yang belum menikah" bentak fedrick.
"Ka-.."
Sebelum clifh lanjut ribut dengan fedrick terdengar suara tangisan seorang bayi dari arah kamar dimana istri clifh sedang melahirkan.
Oekk.. Oekk..
"Itu.. Suara bayi" ucap clifh dan fedrick bersamaan.
Krekk..
Pintu terbuka dan suster pun keluar untuk memberitahu ayah sang bayi.
"Clifh.. Selamat kau sudah menjadi ayah" ucap suster itu sambil tersenyum.
"Bagaimana.. Keadaan keduanya" tanya clifh khawatir.
"Tenanglah.. Mereka berdua baik-baik saja.. Kau bisa masuk dan melihat mereka" ucap suster.
"Makasih banyak tifani" ucap clifh lalu langsung masuk kekamar.
"Sama-sama" balas suster atau tifani.
"Hei.. Tifani perempuan atau laki-laki" tanya fedrick.
"Dia seorang laki-laki" jawab tifani senang.
"Wah.. Itu bagus sekali" ucap senang fedrick.
( Di Dalam Kamar )
"Sayang.. Apakah kamu baik-baik saja" tanya clifh khawatir.
Walaupun sudah diberi tau bahwa keduanya selamat tapi hati seorang suami tidak bisa bohong kalau dia masih saja khawatir.
"Tenanglah.. Jangan membangunkan anak kita.. Aku baik-baik dan hanya lemas saja" jelas istri clifh atau syani.
"Hah.. Syukurlah.. Apakah putri atau putra" tanya clifh.
"Kita dapat putra.." ucap syani dengan semangat.
"Wah.. Kita berinama siapa dia" tanya clifh.
"Emm.. Bagaimana kalau kyle" ucap syani.
"Itu.. Bagus.. Baiklah sekarang nama mu adalah kyle anak tampan" ucap clifh.
Eeeeo..
Senyum kyle suka dengan nama yang di berikan oleh kedua orang tuanya.
"Wah.. Lihat dia tersenyum" ucap clifh senang.
"Wah.. Anak sangat imut" puji syani sambil menyolek pipi kyle.
Eeeo..
Kyle menggerakan tangan kecilnya dan memegang jari milik ibunya yang sedang menempel di pipinya.
"Wah.. Lihat sayang anak kita pintar sekali" ucap syani senang.
"Iya.. Sudah sekarang beri makan kyle dan kamu juga segera istirahat" ucap clifh.
"Baiklah" ucap syani.
Clifh langsung keluar dan membiarkan istrinya syani untuk memberinya asi dan agar bisa membuat syani beristirahat.
Ketika sampai diluar dia langsung di tanya oleh fedrick.
"Bagaimana.. Keponakanku" tanya fedrick.
"Mereka berdua sehat" jawab clifh.
"Syukurlah.. Apa kau sudah memberi dia nama" tanya fedrick lagi.
"Sudah dia di beri nama oleh syani dengan nama kyle" ucap clifh dengan senang.
"Wah.. Nama yang bagus.. Baiklah mari kita buat pesta dan undang seluruh warga desa" ujar fedrick.
"Ide bagus.. Baiklah kumpulkan orang untuk membantumu.. Agar nanti malam kita bisa merayakannya.. Dan keluarkan saja minuman yang ada di gudang" ucap clifh.
"Oh.. Itu bagus" ucap fedrick semangat karena ada alkohol.
"Dan panggil tifani agar dia bisa merawat kyle dan syani" sambung clifh.
__ADS_1
"Oke.. Kalau begitu aku pergi dulu" ucap fedrick berlari dengan tubuh pendeknya.