
Perjalanan kyle untuk menuju ke kota sedikit terhambat karena dia harus menyelamatkan seorang gadis yang sedang di serang oleh bandit, entah bagaimana cara dia bisa masuk ke hutan dan bertemu dengan para bandit, dilihat dari tampilannya bagaimanapun dia adalah seorang bangsawan.
"Egh.. Ini dimana" ucap gadis itu sadar.
"Emm.. Kau sudah sadar" tanya kyle.
Gadis itu langsung menatap ke arah kyle saat ada suara yang memanggil dirinya, dia sedikit linglung tapi akhirnya dia ingat bahwa pria yang menanya dirinya adalah orang yang menyelamatkan dia dari para bandit.
"Maaf.. Terima kasih sudah menolong saya" ucap gadis itu.
"Tidak apa-apa" ucap kyle sambil tersenyum.
"Emm.. Bolehkah saya tau nama anda" tanya alisa.
"Bukankah tidak sopan menanyakan nama orang lain sebelum anda memperkenalkan diri sendiri" sahut kyle.
"Ahh.. Maaf.. Perkenalkan nama saya alisa maillor" ucap alisa memperkenalkan dirinya.
Alisa adalah seorang gadis yang memiliki paras cantik dia memiliki rambut berwarna merah yang panjangnya sepinggang, matanya juga merah terlihat sangat indah, badannya juga tidak kalah bagus jadi lumayan.
"Ohh.. Salam kenal alisa.. Kenalkan nama saya kyle" balas kyle.
"Jadi kenapa seorang bangsawan ada di hutan tanpa senjata dan pengawal" sambung kyle bertanya.
"Ahh.. Bagaimana kau tau aku bangsawan" ucap kaget alisa sambil menjauh sedikit.
"Hufh.. Kalau kau tidak ingin di sebut atau ketahuan sebagai bangsawan lain kali kalau perkenalan jangan pake nama lengkap" jelas kyle.
"Ahh.. Begitu" balas alisa sambil menunduk.
"Ya.. Karena hanya seorang bangsawan yang mempunyai nama lebih dari satu kata" ucap kyle.
"Emm.." angguk alisa.
"Jadi kenapa kau bisa ada di hutan tanpa ada pengawal dan senjata" tanya lagi kyle.
"Sebenarnya.." alisa menjelaskan semuanya.
Dia adalah anak dari bangsawan maillor yang memimpin kota scari, alisa berada di hutan karena dia kabur dari rumahnya, dia tidak terima dengan perjodohan yang ayahnya rencanakan jadi dia kabur.
Ketika dia kabur dia tidak menyadari bahwa dia sudah masuk ke dalam hutan dan pada saat itu juga dia bertemu bandit dan hampir mati Begitulah.
"Jadi sekarang kau mau kemana" tanya kyle.
"Entahlah" balas alisa.
"Baiklah.. Kalau gitu aku akan melanjutkan perjalanan ku" ucap kyle sambil berdiri.
"Tunggu kau akan meninggalkan ku sendiri di hutan" ucap alisa menghentikan kyle.
"Eh.. Bukankah kau ingin kabur.. Aku akan ke kota scari jadi kalau kau ikut aku kau pasti akan di paksa pulang.. Dan juga aku tidak akan disini bersama mu terus bukan" ucap kyle.
"Egh.. Benar juga.. Tapi kalo aku pulang aku pasti akan di jodohkan" ucap alisa langsung murung.
"Hey gadis bodoh" tegur kyle.
"Kenapa kau menyebutku bodoh" sahut alisa kesal tak terima di sebut bodoh.
"Ya.. Kau memang bodoh.. Sekarang dengar.. Mau kau kabur atau tidak perjodohan akan tetap terjadi.. Jika kau ingin tidak di jodohkan maka perlihatkan pada orang tuamu itu bahwa kau mampu untuk mencari pria yang kau sukai.. Dan bilang juga bahwa kau sudah dewasa.. Apa kau mengerti gadis bodoh" ucap kyle panjang lebar.
"Egh.. Kau benar.. Tapi bisakah kau hentikan sebutan bodoh itu" ucap alisa masih kesal.
"Tidak bisa karena kau masih bodoh.. Sudah aku akan pergi mau ikut tidak" ucap kyle.
"Kau.." ucap alisa menahan emosinya.
Alisa langsung merenung dia berfikir apa yang di katakan kyle itu ada benarnya juga tapi bagaimana dia bisa lolos dari perjodohan, itu adalah yang paling sulit.... Lama berfikir akhirnya dia menemukan ide.
"Baiklah.. Aku akan pulang ke kota" ucap alisa.
"Baiklah.. Ayo.. Shiro keluar" ucap kyle.
Shiro langsung keluar dari dalam portal.
Alisa terkejut ketika melihat serigala yang memiliki ukuran sama seperti kuda dewasa.
__ADS_1
"I-ini apa kau seorang Tamer" tanya alisa masih terkejut.
"Ya.. Aku seorang tamer.. Emang kenapa gitu" ucap kyle.
"Lalu kenapa kau pas melawan bandit menggunakan pedang" tanya alisa heran.
"Bodoh.. Tentu saja untuk menutupi kekurangan seorang tamer" balas kyle.
"Oh.. Hey kau menyebutku bodoh lagi" ucap kesal alisa.
"Ehh.. Benarkah" ucap kyle bertanya dengan wajah polos.
"Kau.. Awas kau akan ku balas" gumam alisa menahan emosi.
(Pffhhh.. Dia lucu sekali) batin kyle.
"Baiklah.. Ayo naik" ajak kyle.
"Hufh.." dengus alisa tidak menjawab tapi langsung naik ke punggung shiro.
"Kau.. Ini lucu sekali" gumam kyle.
"Apa kau bilang sesuatu" tanya alisa karena mendengar sekilas bahwa kyle berbicara.
"Tidak kau pasti salah dengar" ucap kyle sambil tersenyum.
"Cihh.." decak alisa.
Setelah itu mereka berdua mulai melakukan perjalanan kembali ke arah kota scari, sekarang semakin dekat dengan kota semakin sedikit juga monster yang muncul di pinggir jalan.
Mereka berdua sudah sampai di depan gerbang kota, tapi mereka di hentikan oleh penjaga gerbang.
"Berhenti" ucap penjaga gerbang.
"Iya.. Paman ada apa" ucap kyle sambil turun.
"Lakukan dulu pemeriksaan sebelum masuk.. Dan juga apa serigala itu patnermu" ucap penjaga gerbang.
"Ohh baiklah.. Dan tentu dia salah satu patnerku" ucap kyle.
Setelah masuk kedalam pos dimana semua orang yang pertama kali masuk ke dalam kota akan di periksa.
"Baiklah.. Coba pegang bola kristal itu.." pinta penjaga gerbang itu.
Kyle langsung memegang kristal itu, setelah beberapa saat kristal itu mengeluarkan cahaya berwarna biru langit.
"Baiklah kau aman.. Sekarang pegang kristal ini secara bersamaan dengan patnermu" ucap penjaga gerbang.
Kyle dan shiro langsung memegang kristal itu tapi beda dari yang tadi kristal ini hanya menampilkan tanda yaitu tanda sebuah sayap, setelah itu tanda itu juga muncul di tangan kyle dan dahi shiro.
"Baiklah.. Selesai nak.. Kau sekarang bisa masuk ke dalam kota" ucap penjaga gerbang itu.
"Emm.. Makasih paman.. Oh iya.. Kristal tadi fungsinya untuk apa paman" tanya kyle.
"Kristal tadi yang pertama kau pegang adalah kristal untuk mengecek tingkat kejahatan, dan yang kedua adalah untuk melihat tanda yang biasanya hanya dimiliki oleh Tamer dan patnernya" jelas penjaga gerbang.
"Oh begitu.. Baiklah makasih sekali lagi paman" ucao kyle berterima kasih.
"Jangan panggil paman.. Panggil saja roy" ucap roy memperkenalkan diri.
"Baik paman roy salam kenal.. Nama saya kyle" ucap kyle.
"Ahaha.. Kau ini.. Terserahlah.. Sekarang kau sudah bisa masuk" ucap paman roy.
Kyle langsung keluar dari dalam pos, sekarang dia sudah berada di luar pos sendiri karena shiro di masukan kedalam Dimensional Space.
"Ehh.. Mana alisa" ucap kyle heran karena tidak menemukan alisa.
Tapi saat dia akan masuk dia mendengar nama dia di panggil seseorang.
"Kyle"
Kyle langsung menengok kebelakang terlihat disana seorang gadis sedang bersembunyi di balik dinding batu.
"Emm.. Siapa itu" ucap kyle heran.
__ADS_1
"Sini" ucap gadis itu.
Kyle mendekat ke arah gadis itu dan dia akhirnya tau siapa itu, gadis itu tidak lain adalah alisa, kyle tidak habis pikir kenapa dia bersembunyi ketika dia akan pulang kerumahnya sendiri.
"Hufh.. Kukira kau sudah pulang" ucap kyle.
"Mana.. Mungkin aku takut di marahin oleh ayah" balas alisa.
"Sudahlah.. Aku mau kedalam kota dan mencari penginapan" ucap kyle tidak peduli dan meninggalkan alisa.
"Pria ini.. Beraninya dia meninggalkanku" gumam kesal alisa sambil wajahnya memerah.
"Tunggu aku kyle" teriak alisa.
Kyle tidak berbalik dan terus berjalan menelusuri jalan utama, dia melihat kota ini sangat padat dan disini tidak memandang ras disini semuanya berbaur tidak seperti kota dan kerajaan lain.
"Sungguh mengagumkan" gumam kyle.
Alisa yang mendengar kyle memuji kota miliknya sangat senang.
"Hufh.. Tentu saja bagus.. Kan kota ini di urus oleh keluarga ku" sombong alisa.
"Iya.. Iya.. Nona-sama memang hebat" ucap kyle tidak peduli.
"Hey.. Kau mengejeku" tanya alisa kesal.
"Tidak.. Mungkin hanya perasaanmu saja" sahut kyle.
"Kau.. Kenapa kau sangat dingin terhadap ku" ucap marah alisa.
"Karena kau.." ucap kyle tapi tidak jadi.
"Karena apa" tanya alisa penasaran.
"Tidak ada.." ucap kyle mengelak.
Setelah itu mereka terus berdebat walaupun hanya debat ringan, mereka secara tidak sadar berjalan sampai ke area pasar, disini lebih padat dibanding dengan di jalan utama.
Karena sudah sampai di pasar kyle tidak menyia-nyiakan itu dia langsung membeli makanan yang ingin dia cicipi, Karena disini banyak makanan yang terlihat sangat enak.
"Hei.. Mana bagianku" ucap alisa meminta.
"Beli.. Sendiri" balas kyle.
"Kau.. Kau itu laki-laki tapi kenapa tidak mentraktir seorang gadis cantik sepertiku" ucap kesal alisa.
"Cantik.." ucap Kyle sambil menatap datar kepada alisa.
"Kenapa kau menatapku dengan wajah datar seperti itu" ucap alisa tambah kesal.
Disaat mereka sedang berdebat karena masalah makanan dan alisa cantik, terdengar suara seseorang yang memanggil alisa dari belakang.
"Nona muda" ucap orang itu.
Kyle dan alisa langsung menengok ke belakang, ketika itu wajah alisa langsung panik karena ketahuan.
"Emm.. Apa kau kenal dia" tanya kyle kepada alisa.
"I-itu.. Dia adalah pelayan pribadiku shopia" ucap gugup alisa.
"Ohh.. Kalau begitu bagus" ucap kyle.
"Ehh.. Bagus" ucap alisa heran.
"Kau shopia.. Bawa nona mu pulang aku sudah mengantuk dan akan mencari penginapan" ucap kyle dan berbalik pergi.
"Tunggu sebentar" ucap mereka berdua.
"Kalau aku pulang kau juga harus ikut" ucap alisa sambil meraih tangan kanan kyle.
"Kau juga harus menjelaskan ini kepada tuan maillor" ucap shopia meraih tangan kiri kyle.
"Ehhh.. Kenapa bisa menjadi seperti ini" gumam kyle tidak percaya.
Kyle tidak bisa kabur dia terus diseret oleh kedua wanita itu untuk menemui tuan kota yaitu tuan maillor atau ayahnya alisa, entah berkah atau kesialan itu akan segera terjawab ketika mereka sampai di rumah alisa.
__ADS_1