mencairkan hati istri yang dingin

mencairkan hati istri yang dingin
Episode 7


__ADS_3

cell; benar tidak mungkin saya yang bajingan begini menyentuh anda yang begitu mulia dan suci


Rika melihat ke arah cell dan iya seperti tidak percaya dengan pendengaran nya tapi itu lah fakta nya


cell; tidur lah hari sudah larut malam


cell berdiri dan berjalan ke luar dan duduk di teman sambil menikmati suasana malam di bawah terang nya bulan iya berpikir apa yang terjadi selanjutnya dan apa alasan Rika menrima pernikahan ini di dalam diri ku tidak memiliki kelebihan apa pun kecuali ketampanan wajah dan kesempurnaan fisik dan tidak memiliki keterampilan apa pun aku sangat membenci politik tapi aku harus menghadapi nya sekarang memikirkan itu membuat ku pusing... di sisi lain Rika melihat nya dari jendela kamar


tak lama kemudian cell kembali ke kamar cell melihat Rika


tidur di kasur dan cell mengambil bandal nya dan tidur di sopa, malam pertama pun berlalu begitu saja pagi pun tiba


Rika melihat cell sudah tidak ada di sopa dan dia pun berjalan menuju kamar mandi dan dia kagat melihat cell mandi tanpa busana cell menoleh ke Rika meraka membeku untuk berberapa saat tiba-tiba Rika menutup mata nya dan cell mengambil handuk nya


cell; mengapa kau tidak mengtuk pintu


Rika; mengapa kau tidak mengunci pintu


cell; saya bertanya jangan balik bertanya


Rika; ku kira kau tidak ada di dalam kamar mandi


cell; hemm


cell berjalan menuju ke Rika sambil merapikan handuk saat itu Rika mengalihkan pandangan nya ternyata cell menuju jalan keluar dan sambil berkata


cell; lain kali berhati hati lah saya tidak bisa menjaminkan bahwa saya tidak menyentuh anda jika kejadian ini terulang lagi


cell berkata begitu dia hanya ingin melihat respon Rika seperti apa tapi Rika tidak merspon apa pun Rika hanya


menatap cell tanpa ekpresi, cell pun keluar


cell melihat respon Rika semangkin yakin bahwa ada sesuatu yang sangat penting sampai dia menerima pernikahan ini bahkan secara fisik pun dia tidak memiliki ketertarikan pada ku ekpresi sangat datar,


cell pun bersiap siap untuk melihat kondisi di luar dan ingin melihat susana bisnis apa yang bisa iya jalani setelah siap siap tiba-tiba ada yang mengetuk pintu cell keluar dan melihat nya ternyata Kepala pelayan


Kepala pelayan; selamat pagi tuan muda cell


cell; pagi ada apa


Kepala pelayan; ada sesuatu yang penting terjadi dan tuan ingin bertemu dengan anda beliau sudah menunggu di ruang kerja nya


cell; antar kan saya ke sana hemm apa dia sudah sarapan


Kepala pelayan; belum, tadi tuan mendapat surat dari istana setelah itu dia menyuruh saya memanggil anda


meraka pun sampai di ruang kerja tuan cansiko


Kepala pelayan; tuan ini tuan muda cellzio


ternyata di sana bukan hanya ayah nya saja tapi juga ada ibu kk pertama dan ke dua nya dan meraka semua berekpresi tegang


cell; ada apa ayah anda memanggil saya kemari sepagi ini


ayah; ada surat dari raja dia ingin kau ke istana keadaan istana sedang kacau sekarang


cell; berberapa hari ini aku tidak membuat masalah apa apa kenpa aku harus ke sana

__ADS_1


ayah; kau memang tidak membuat masalah tapi kau tetap harus ke sana kerna anak pertama penglima tempur memenangkan pertempuran nya dan dia mengajukan permintaan dia ingin bertarung dengan mu jika kau kalah kau harus menceriakan istri mu dan melepaskan gelar bangsawan... ku harap kau menolak nya


cell; siapa dia


ayah; reza ferzito anak pertama Farzito dan teman masa kecil istri mu Rika Matazis


cell tersenyum


cell; saya akan ke istana


ibu; cellzio ibu harap kau menolak nya


cell; ibu jika aku kalah anggap aja anak mu cuma 2 dan lupa kan aku


cell berjalan keluar sambil tersenyum


mereka hanya bisa melihat ekpresi cell yang biasa saja malah tersenyum


kanzo; ku rasa otak adik ku rusak apa dia tidak tau siapa yang dia hadapi..


cellzia; jangan mengangap remah dia lemah bukan berarti bodoh kan


kanzo; hemm mari kita lihat kedepan nya apa yang dia lakukan


mereka pun pergi ke istana setelah tiba di istana mereka pun masuk ke istana sampai nya di ruang pertemuan istana cell melangkah ke depan begitu juga reza


reza; salam yang mulia


cell; salam yang mulia


raja; cellzio cansiko apa kau sudah membaca isi surat dari ku


raja; apa. keputusan mu aku tau ini agak sedikit aneh tapi aku sudah berjanji kepada nya jika dia memenagkan peperangan ini saya akan mengambulkan keinginan nya


cell; saya sudah memutuskan untuk menerima tantangan nya dengan syarat yang mulia


raja; syarat apa


cell; jika saya menang dia harus turun dari jabatan nya dan manjadi budak saya seumur hidupnya .. jika saya kalah sesuai yang tertulis di dalam surat anda


Rika terkejut dengan keputusan cell tapi tetap santai dengan wajah dingin nya


raja; jadi bagaimana reza


reza; saya Terima dengan senang hati yang mulia


raja; baik lah silhkan kalian menuju ke lapangan latihan istana


semua yang hadir di situ menuju ke sana setelah sampai di sana Rika melihat ekpresi cell yang diam saja sambil melihat detik reza tiba-tiba cell datang ke Rika


cell; ingin menang apa kalah


Rika; terserah


cell; kau yakin terserah


Rika; hem

__ADS_1


cell pun pergi dan menuju ke lapangan tiba perajurit datang ingin memasang kan baju besi tapi dia menolak nya


cell; tidak perlu


reza melihat cell tidak memakai baju besi dia pun tidak menggunakan nya


mereka pun sampai di tengah lapangan dan reza menarik pedang dan menyerang cell, cell menghindar dengan tangkas serangan reza semangkin berantam cell terus menghindar sambil tersenyum reza Samangkin kesel tiba-tiba cell menarik pedang nya dan menyerang reza dengan cepat membuat reza sulit menghindar dan menangkis serangan cell pedang reza terlapas dari tangan nya dan dia pun terjatuh cell melihat itu dia pun mengmbil pedang reza dan membuang pedang reza dan juga pedang nya setelah di buang cell melangkah menuju ke reza


reza berdiri adu tinju pun terjadi cell terkena pukulan reza beberapa kali sehingga membuat hidung cell berdarah


di sisi lain keluarga cansiko gelisah tapi Rika dan cellzia tetap santai menikmati nya


cell pun berdiri dan menyerang reza dengan kecepatan tinggi sehinga cell mengenai dada reza dan meninju nya tiga kali tinjunya beralih ke muka sehingga reza terjatuh cell lanjut meninju dengan sangat beruntal tiba tiba masuk perajurit istana yang di suruh raja untuk menghentikan serangan cell ternyata reza pingsan di tempat reza pun di bawa olah perajurit dan cell di nyatakan menang raja kagum dengan terampil cell berpedang dan bertarung


cellzia; sudah kubilang lemah bukan berarti bodoh


kanzo; sangat menarik


ayah; apa dia banar banar cellzio cansiko


ibu; benar benar berubah


Rika hanya diam


petarungan pun berakhir cell kembali ruangan istana dan bertemu raja..


cell; salam yang mulia raja


raja; hem sesuai dengan janji reza akan manjadi budak mu seumur hidupnya setelah dia sadar dia akan langsung sumpah pedang dengan mu


cell; baik yang mulia kalau begitu saya undur diri


raja; pelayan antar kan tuan muda cellzio cansiko ke kamar nya


cell; saya permisi yang mulia


cell kembali setelah sampai di sana dia lansung mandi setelah mandi dia ingin mengoles obat ke memar di tubuh nya tiba-tiba Rika datang


cell; ada apa


Rika; apa kau benar benar menjadi kan dia budak mu


cell; menurut mu jika aku kalah apa dia juga benar benar akan merubut semua nya dari ku


Rika; apa maksud mu


cell; lihat aja besok


Rika berbalik badan dan ingin pergi tiba-tiba cell menahan tangan Rika dan berkata


cell; jika aku kalah apa kau akan menyetujui itu


Rika; bukti nya kau menang untuk apa lagi bertanya


Rika menepis tangan cell dan keluar berjalan menuju ke kamar reza dengan pelayan nya setelah melihat reza Rika terdiam melihat bekas tinjunya cell membekas di tubuh reza dan wajah nya tidak bisa di kenali lagi biru dan bengkak di sana sini dan ayah reza terdiam menahan amarah..


ayah reza; keluar lah saya butuh waktu dengan putra ku

__ADS_1


Rika keluar dan kembali ke kamar dengan wajah yang menahan amarah terhadap cell dan berjalan masuk menuju ke kasur setelah sampai dia melihat cell tertidur seketika amarah nya mereda dan dia mendekati cell


melihat di tubuh cell ada bekas memar yang belum terkena obat salap Rika mengambil salap nya dan mengoleskan ke cell cell merintih hemmm Rika kagat lansung mengalihkan tangan nya Rika berkata di dalam hati nya (keputusan apa yang akan kau buat besok) Rika serba salah kerna dua-dua nya penting di satu sisi dia tidak ingin bercerai dari cell di sisi lain dia tidak ingin reza teman masa kecil nya manjadi budak


__ADS_2