
di sisi lain raja dan perdana menteri cansiko sedang berdiskusi tentang masalah perbudakan reza
raja; kenapa cellzio begitu pandai berpedang dan bertarung sejauh yang saya tau dia anak tidak bisa apa apa selain berfoya-foya
cansiko; saya juga tidak tau yang mulia selama ini dia hanya bermalas-malasan dan tidak pernah berlatih pedang dan bertarung
raja; sulit untuk di mengrti apa lagi sekarang masalah perbudakan reza farzito yang akan menimbulkan kontroversi antara perajurit dan lain sebagainya
cansiko; situasi sangat sulit sekarang jika kita membiarkan cellzio memperbudak reza farzito takut nya bakalan merusak reputasi farzito dan kita juga kehilangan satu perajurit terbaik
raja; itu yang manjadi masalahnya sekarang, cansiko apa kau bisa meyakinkan cellzio untuk membatalkan sumpah pedang besok pagi
cansiko; maaf yang mulia saya rasa yang mulia orang yang tepat untuk berbicara dengan cellzio kerna anda adalah raja jika anda yang berbicara saya pasti dia mengerti situasi sekarang ini
raja; hemm suruh dia menemui ku besok pagi di ruangan ku
cansiko; baik yang mulia kalau begitu saya permisi dulu salam yang mulia
pertemuan pun bubar malam pun berlalu,, cellzio terbangun dari tidur nya dan melihat sekitarnya sambil berjalan menuju ke jendela melihat burung berkicauan dan udara pagi yang sangat menyenangkan iya pun keluar dari kamar berjalan menuju ke taman sampai nya di taman iya melihat seseorang wanita yang duduk di samping air Pancur sambil memegang bunga cellzio pun menghampiri nya dan melihat dari dekat ternyata iya adalah Rika
cell; sedang memikirkan apa
Rika; menurut mu
cell; reza
Rika; aku akan melakukan apa pun yang kau inginkan kan asalkan kau tidak menjadikan reza budak mu
cell; apa kau tau arti dari perkataan mu itu
Rika; saya tau apa yang saya katakan dan itu sudah manjadi keputusan saya
cellzio melihat ekpresi Rika yang percaya diri dan tegas iya hanya bisa diam tak lama kemudian cell kembali ke kamarnya dan bersiap siap tiba-tiba pelayan istana datang memberi tahu ke cell bahwa raja sudah menunggu di ruangan kerja raja cellzio pun pergi ke ruang kerja raja sampai nya di sana.
cell; selamat pagi yang mulia , apa anda memanggil saya
__ADS_1
raja; iya cellzio kau tau sendiri apa yang terjadi sekarang apa kau tidak bisa mengubah keputusan mu itu
cell; bisa yang mulia jika anda bisa memenuhi 3 syarat dari saya
raja; apa saja syarat nya
cell; pertama saya menginginkan sempel dari istana untuk keluar masuk perbatasan negara kerna saya mau berdagang,, untuk yang ke dua saya menginginkan desa yang ada di bagian barat untuk yang ke tiga saya menginginkan sepuluh ribu koin emas dan lima ribu koin perak jika anda bisa memenuhi nya akan saya ubah keputusan saya
raja; apa kau yakin menginginkan desa di barat desa itu memang sangat subur untuk pertanian tapi disana juga banyak binatang buas
cell; saya yakin yang mulia
raja; baik lah saya Terima semua persyaratan dari mu nanti saya kirimkan semuanya ke kediaman cansiko
cell; terimakasih yang mulia kalau begitu saya permisi dulu Salam yang mulia
cell pun kembali ke kamar nya dan melihat Rika sedang menunggu nya kembali
Rika; jadi
Rika; iya
cell; hahaha baik lah aku Terima dengan senang hati nona Rika Matazis
mereka pun bersiap siap untuk ke acara sumpah pedang setelah sampai di sana cell melihat begitu banyak perajurit dan beberapa petinggi istana termasuk perdana menteri Pertahanan cansiko cell pun berjalan menuju ke aula utama dan berdiri melihat perajurit yang berbaris rapi tak lama kemudian yang mulia tiba di aula utama setelah yang mulia datang reza farzito pun datang acara sumpah pedang pun di mulai reza berjalan ke hadapan cell dan membukukan bedanya tiba tiba cell menghentikan reza dan berkata..
cell; yang mulia hamba ingin membatalkan acara sumpah pedang ini
raja; kenpa kau ingin membatalkan acara sumpah pedang ini
cell; kerna saya tidak menginginkan reza manjadi kesatria ku
reza menatap cell dengan tatapan penuh tanda tanya
raja; baik lah kerna cellzio cansiko membatalkan acara sumpah pedang ini maka acara ini cukup sampai di sini silakan semuanya bubar
__ADS_1
semuanya kambali,,setelah acara sumpah pedang di batalkan cellzio dan keluarga nya pun kembali ke kediaman cansiko setelah sampai cell lansung menuju ke kamar nya dan melihat surat surat yang dia kumpul kan secara diam-diam cell melihat dengan detail kerna itu adalah rancangan yang iya susun dengan rapi untuk memulai perdagangan nya tiba-tiba Rika datang dan duduk di samping kasur sambil memperbaiki rambutnya cell melihat ke arah Rika dan iya teringat perkataan Rika yang bersedia melakukan apa pun untuk nya cell bangun dari duduk nya dan berjalan menuju ke Rika setelah sampai cell berbaring dan meletakkan kepala nya di paha Rika,, Rika terdiam untuk sesaat
cell; nyamannya
Rika; apa yang kau lakukan
cell; menurut mu apa
Rika hanya bisa melihat cell berbaring di paha nya dan tidak bisa menolak nya
cell; jokfiz bilang bahwa kau sangat pintar dalam segala hal apa itu benar
Rika; iya
cell; kalau begitu kau bisa membantu ku dalam berdagang
Rika; iya
cell berbalik dan melihat ke arah Rika sambil tersenyum
cell; entah kenapa kau sangat cantik hari ini
Rika melihat ke arah cell tanpa ekpresi cell tetap tersenyum,
Rika; sampai kapan kau terus begini
cell; sampai kau mengelus rambut ku jika kau tidak melakukan nya aku akan tetap seperti ini
Rika; kekanakan
cell tersenyum mendengar perkataan Rika,, Rika pun mengelus rambut cell dan iya melihat rambut cell yang sangat lembut dan wangi sangat nyaman di pegang cell pun terlelap Rika melihat cell tertidur iya pun memindahkan kepala cell ke bantal dan iya berjalan menuju meja dan melihat surat surat yang di bacal oleh cell setelah membaca Rika sedikit tertarik dengan isi nya,, Rika pun kembali ke kasur dan berbaring di samping cell sambil berkata hanya malam ini,, malam pun berlalu cell terbangun dari tidurnya dan melihat Rika yang masih tidur di samping nya cell menatap nya dan berkata di dalam hati nya ternyata wajahnya sangat imut ketika tidur tiba tiba Rika terbangun dan melihat cell yang sedang melihat nya Rika pun menarik selimut dan menutupi wajahnya cell tersenyum sambil berkata
cell; apa kah kau malu hahaha ternyata kau juga bisa malu begini
rika hanya diam di dalam selimutnya.....
__ADS_1