
Minggu pagi yang begitu cerah Tamia disibukan dengan pekerjaan rumahnya, membantu ibunya membereskan rumah dan halaman. Sedangkan ayah Tamia sedang mencuci mobil di halaman.
" Pakkk!!!" Panggil Tamia
" ada apa mi? bapak lagi cuci mobil" jawab pak Wana ayah Tamia.
" Aku kira bapak ada di dalem, taunya disini "
" ada apa? " tanya pak Wana.
" Emmm... boleh aku bantuin gak pak? tanya Tamia.
" lohh bantuin ibu aja masak di dapur " suruh pak wana.
" udah selesai pak, ini aku mau bantuin cuci mobil bak bapak, biar cepet bersih terus bisa deh buat anter beras " jawab Tamia dengan semangat.
" iya udah,ayo kita cucii" ucap pak Wana dengan tawa.
Mobil bak sudah bersih dan kinclong, merekapun masuk ke rumah untuk mandi, lalu sarapan, kemudia setelah selesai sarapan Pak Wana harus mengantarkan berasnya ke rumah yang memesan Beras.
Pak wana mengangkat sekuruh beras yang sudah di pesan oleh pembeli. Kemudian Tamia membantu ayahnya menaikan beras ke atas mobil bak.
" banyak banget sih pak? "
" iya ini pesanan keluarga Pak Sanjaya, mau di bagi-bagiin " jawab apak Wana.
" Pantesan aja, banyak banget "
Setelah semuanya beres Pak Wana dan Tamia melajukan mobilnya untuk mengantarkan pesanan beras kepada keluarga Sanjaya.
#########
" Mah, nanti pesanan beras papah sampai lo, nanti mama yang urusin ya, soalnya papah mau ke kantor ada urusan mendadak " Ucap pak Sanjaya.
" Iya pahh,,, nanti mamah yang urusin " jawab bu Eva Sanjaya.
########
Di jalan Tamia dan ayahnya bingung mencari di mana alamat pak sanjaya, Pak Wana memang sudah di beritahu alamat rumahnya, namun mereka tidak tahu di mana jalan Melati itu.
Setelah muter muter lama akhinya mereka menemukan Jalan melati, merekapun langsung mencari rumah yang bernomor 64.
#########
Ting Tong
Bel berbunyi di dalam rumah Keluarga Sanjaya menandakan ada tamu yang datang.
Ibu Eva pun langsung memanggil satpam untuk membukakan pintu gerbang rumah, karena ia tahu itu pasti orang yang mengantarkan beras pesanannya.
__ADS_1
###########
" Ya ampun pak ini rumah apa istana pagar aja bagus kayak gini, apalagi dalemnya" ucap Tamia dengan kagum.
" Namanya juga orang kaya Mi" Jawab Pak Wana.
Setelah Pintu gerbang di buka Tamia dan Ayannya langsung masuk dengan mobil yang bermuatan beras ke dalam rumah Pak Sanjaya.
Tamia semakin kagum melihat taman rumah keluarga ini yang begitu menakjubkan. Tamia langsung turun dari mobilnya dan mebantu ayahya menurunkan Beras.
" pak satpam bantu bapak ini menurunkan berasnya ya !" parintah bu Eva kepada Satpam rumahnya.
" Ehh kamu anak perempuan gak usah angkat angkat gitu gak baik nak" ucap bu Eva kepada Tamia.
" hehehhe gapaph kok bu, Saya sudah terbiasa bantu bapak" jawab tamia dengan malu.
Setelah semua beras sudah tertata rapi di gudang, Bu eva menyuruh Pak Wana dan Tamia untuk duduk di ruang tamu. Sambil menunggu Untuk bu Eva mengambil uang pembayaran Pak wana dan tamia di suguhkan makanan dan minuman.
Bu eva pun keluar dari kamarnya pertanda sudah siap untuk membayar, Namun Tamia terasa ingin membuang air kecil , yang sudah ia tahan sejak bu eva masuk kamar.
" Buu maaf, saya boleh numpang Buang air kecil? " tanya Tamia.
" Oh boleh nak , kamu lurus terus sebelah pintu kamar ya " jawab bu Eva.
Tamia pun berjalan menuju Kamar mandi dengan cepat cepat karna dia memang sudah tidak tahan lagi.
Saat sampai di pintu kamar mandi tamia langsung membuka pintu, namun pintu di kunci dari dalam pertanda ada orang di dalam kamar mandi.
" Permisi ada orang, maaf saya sudah tidak tahan " teriak Tamia karena tidak tahan.
" Permisi" ucap tamia sambil mengetuk pintu kamar mandi.
#######
.
Di dalam kamar mandi ada seorang laki-laki Tampan yang sedang mandi, laki laki itu adalah Fajar Ramdana, Iya Fajar Ramdana merupakan anak Tunggal keluarga Sanjaya.
Nama lengkapnya adalah Fajar Ramdana Sanjaya.
" Siapa sih teriak teriak gatau apa kamar mandi di kamarku kerannya rusak " ucap dana
########
Krekkk
Pintu kamat mandi terbuka dan keluarlah seorang pria tampan yang hanya memakai handuk. Tamia pun langung teriak, sementara itu Dana langsung menutup mulut Tamia dengan tangannya, takut ada yang salah faham.
Saat tangan Dana di Mulut Tamia, Mereka beradu pandang mata satu sama lain hingga lama sekali, sampai akhinya Dana tersadar dan langsung melepaskan tangannya dari mulut Tamia, lalu berajalan menuju kamarnya.
__ADS_1
Tamia syok karena dia kaget kenapa ada Dana di rumah ini, pria yang selama ini dia idolakan,. Tamia yang tadinya menahan kencing kini ia merasa tidak ingin kencing lagi.
" Hahaaa itu kan dana ngapain dia disini, jangan jangan ini rumahnya dia lagi? " dalam hati Tamia.
#########
Sementara Dana di dalam kamar berfikir pernah melihat wanita tadi yang di rumahnya.
" kayaknya aku kenal tapi siapa ya? dalam hati Dana bertanya tanya.
#########
Setelah selesai Kencing Tamia langsung menghampiri ayahnya yang ada di ruang tamu, Ayah Tamia lalu mengajak Tamia pulang.
Saat di perjalanan Tamia masih terbayang bayang, saat bibirnya di tutup oleh tangan Dana idolanya, Ia senyum senyum sendiri di dalam mobil.
Tamia merasa semuanya seperti mimpi karena itu tadi merupakn pandangan pertama dirinya dengan Dana selama 3 tahun ini, biasanya ia hanya bisa berhayal bertatapan dengan Dana, namun tadi adalah kejadia yang sangat nyata.
" Kamu kenapa mi? " tanya Pak wana yang memecahkan lamunan Tamia.
" ehhh, apa pak? "
" Kamu kenapa kok senyum-senyum sendiri gitu?" jelas pak Wana.
" nggak kok pak, cuma pengen senyum aja" ucap Tamia tak jelas.
Ketika Tamia dan ayahnya sampai di rumah Tamia langsung berlari menuju kamar, Pak wana merasa aneh dengan sikap Tamia hari ini yang tak seperti biasanya.
Tamia langsung mengambil ponsel dan mengirimkan pesan " Woyy guys aku ada kabar baik banget buat kalian" pesan Tamia di kirim ke Grub sahabat.
Teman teman Tamia pun langsung penasaran dengan ucapan Tamia, namun Tamia tidak mau memberi tahukan sekarang, yang membuat temann temannya gemas dengannya.
" Udah dehh apaan sih Mi, aku kepo nih" ucap Nova.
" Iya aku juga " saut Kristin
" ada deh besok aja di kelas " jawab Tamia
"huuuu dasar gaje kamu mi" ucap Farah.
Tamia sangat bahagia sampai sampai ia tak bisa memejamkan matanya padahal jam sudah menandakan pukul 23:45 , namun mata Tamia tak mersakan memgantuk sama sekali.
Tamia berguling kesana kemari membenahkan posisi tidurnya agar nyaman dan bisa tidur.
#########
Di lain tempat ada pria yang senyum senyum sendiri karena mengingat kejadia tadi pagi, Pria itu adalah Dana. Dia belum bisa membayangkan mata yang menatapnya dengan tajam pagi tadi.
karena mata itu sangat cantik, bersinar dan ada aroma kepolosan dari mata itu, yang membuat Dana penasaran dengan wanita itu karena dia merasa pernah bertemu dengan wanita itu.
__ADS_1
Hayyyy gusy selamat menikmati ceritanya ya 😁😁😁
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam kalimat dan penulisannya 🙏🙏🙏🙏