
" Okee kalau semua nya sudah siap kita mulai berlatih ya " ucap bu Vina.
Para siswa siswi yang berlatih untuk kompetesi pun mulai berlatih dengan dengan pasangan mereka masing masing.
Kristin berlatih dengan Juno, Rendi berlatih dengan Gisel, sedangakn Dana berlatih dengan Tamia.
Saat mulai berlatih Tamia tidak konsen dengan pelatihannya karena dia hanya memandangi wajah Dana.
Saat tiba giliran Tamia yang membaca puisinya Tamia masih saja melongo melihat wajah Dana, Dana yang mengetahui langsung menegur Tamia.
" Tam, kamu kenapa sih, konsen dong" tegur Dana.
Seketika itu Tamia mengalihkan pandangannya dan mulai konsen dengan bacaannya.
#######
di rumah Ibu Eva sedang berbicara dengan Pak Sanjaya tentang bagaimana kelanjutan study Dana anak semata wayangnya jika sudah lulus SMA nya.
Ayah Dana lebih memilih jika Dana di studykan di luar negri namun ibu Dana tak setuju, karena ia tak mau anak semata wayangya jauh darinya.
Jadi mereka sepakat untuk memberika Dana hak untuk menentukan sendiri dimana dia akan melanjutkan kuliah.
########
Engkau bagaikan rembulan
Engkau bagaikan matahari
Engkau Bagaikan air
Engkau bagaikan pelangi
Saat Tamia sedang membaca puisinya Dana malah menatap Tamia dengan wajah kagum, ia tak menyangka gadis biasa yang tak pernah ia kenal bisa membaca puisi dengan begitu merdu.
Kristin dan Juno sudah selesai berlarih kini saatnya Tamia dan Dana menampilkan hasil latihan mereka dengan kepada bu Vina.
Namun saat harus membaca bersebelahan dan harus menatap wajah Dana, Tamia merasa canggung dan malu.
"Eng engkau" baca Tamia terbata bata
" Ya ampun Tamia, gimana sih tadikan kamu sudah berlatih, serius dong " ucap bu Vina.
Dana kaget kenapa tadi Tamia membaca puisi dengan begitu imdah namun kini dia terbata bata, dia berfikir apa karena harus bertatapan dengannya Tamia berubah.
" Ayo Tamia dalami peranmu disini kamu menjadi seorang perempuang memuja seorang pria karena kebaikan, ayo lakukan dalami peranmu Tamia! " jelas Bu Vina
Tamia menarik nafas dalam dalam lalu mengeluarkannya, ia biasanya biasa biasa saja jika beradu puisi dengan lawan jenis, namun kini hatinya tak tenang, seakan jatungya akan berhenti.
Tamia pun langsung mendalami perannya ia menatap wajah Dana dengan tatapan tajam, memainkan perannya dengan begitu indah, ia membuang semua rasa canggungnya.
Tamia dan Dana beradu puisi dengan begitu indah, sampai bu Vina takjub, ia heran Tamia bisa sebagus ini.
" Waw... kalian luar biasa " ucap bu vina
" makasih bu " jawab Dana
__ADS_1
" oke kalian sangat profesional sekali, lain kali tetap seperti ini ya, buang rasa pribadi kalian tetep profesional dalam kompetisi, jangan ada canggung dan malu malu lagi.,oke? " ucap Bu Vina
" iya bu kita mengerti " jawab Tamia
*******
berlajan di depan sekolah untuk pulang tiba tiba Tamia di tarik dari belakang oleh Dana , sampai Tamia kaget dan menjerit, lalu tangan Dana sepontan menutup bibir Tamia.
" Jangan Teriak dong, nanti yang lain salah fikir " ucap Dana.
Dana langsung melepaskan tangannya dari bibir Tamia.
" kamu ngagetin sih" jawab Tamia.
" maaf deh, oh iya tadi aku tersentuh lo sama puisi kamu, keren " ucap Dana memuji.
" Ah biasa aja, bagusan kamu kok " jawab Tamia merensah padahal dala hati Tamia ingin melonjak lonjak karena sangat bahagia,di puji oleh pujaannya.
" boleh gak aku minta no Wa kamu ,buat share ilmu kita? " tanya Dana
" iya iya boleh kok, ini " Tamia memberikan Hp yang bertuliskan nomornya.
" emm makasih, kalau gitu aku pergi dulu ya "
" iya hati hati"
saat Dana sudah pergi Tamia langsung loncat loncat kegirangan, Ia merasa ada di awan.
########
Keesokan harinya
Dana yang sudah terbiasa di mintai nomor oleh para siswi tidak meladeni mereka Dana hanya cuek, dengan senyumnya.
Refa datang menghampiri Dana dan mengusir para siswi siswi yang centil dengan Dana.
" heh ngapain kalian di sini, pergi sana !" usir Refa.
" kamu gak papa Dan? " tanya Refa kepada Dana.
" gak papa kok" jawab Dana singkat.
Dana pergi meninggalkan Refa begitu saja, sehingga membuat Refa kesal dan membuntuti Dana , sampai ke lapangan basket.
" Dana kamu cuek banget sih " ucap Refa
tidak di jawab oleh Dana
" Dana, punya kuping gak sih " Ucap Refa lagi.
" ada apa sih Ref" jawab Dana
" Nanti malem makan yuk ama aku, aku jemput di Rumah "
" aku gak bisa"
__ADS_1
" pokonya harus bisa " jawab Refa lalu pergi meninggalkan Dana. Refa tak perduli apa yang di katakan oleh Dana.
#########
Nova, Kristin, Tamia dan Farah sedang membaca buku di perpuskatakaan mereka sangat semangat membaca buku.
Tiba tiba Dana datang menghampiri mereka, yang membuat para siswa siswi di perpustakaan histeris dan empat sekawan pun ikut terkejut.
Mereka terkejut kenapa Dana menghampiri mereka, dan ternyata Tamia lah yang di panggil Dana, Tamia sangat terkejut kenapa Dana tiba tiba mendatanginya.
" Tamia ikut aku " ucap Dana sambil menarik tangan Tamia.
"mau kemana? "
Teman teman tamia hanya melongo melihat kejadian itu, mereka kaget kenapa Tamai bisa di hampiri sang idola.
Dana membawa Tamia ke lapangan basket bertemu teman temannya, Tamia sangat senang dengan sikap Dana kepadanya, ia fikir Dana mulai mentukainya.
Dis sisi lain ada Refa yang memperhatikan tingkah Dana, Refa merasa kesal dengan Tamia.
----
para sahabat Tamia mengikuti sampai ke lapangan basket
----
Ternyata Tamia malah di permalukan Dana, dengan mengatakan bahwa Dana sama sekali tidak menyukai Tamia, Dana menjelaskan pada teman temnya bahwa dia meminta nomor Tamia hanya untuk meminta bantuan jika di butuhkn.
flasback on
" heh Dan kamu cari cewe oke dikit lah, masa anak miskin, biasa kayak gitu kamu sikat sih"
ucap Viko teman Dana.
" maksut kamu apa sih?" tanya Dana.
" Ya ampun emangsih cantik tapi kan gak level sama keluarga Sanjaya" saut Johan
" siapa sih aku gak ngerti " Dana kebingungan dengan ucapan teman temannya.
" itu Tamia anak yang kompetisi sama kamu "
" Gila gak kali, aku gak deket sama dia " bantah Dana
" ahh masa kok kamu punya kontak nya " saut Rendi.
"oke aku akan buktiin sama kalian "
Rendi menuju kelas Tamia, namun Tamia tidak ada di kelasnya, dia bertanya pada teman sekelas Tamia, ternyata Tamia ada di perpustakaan sekolah.
Dana pun langsung menghampiri Tamia dengan terburu buru, dia tidak sabar akan membuktikan pada teman temannya bahwa dia tidak suka dengan Tamia.
Padahal di hati Dana sudah sedikit menyukai Tamia karena kepolosan dan kebaikan Tamia, namun ia malu untuk mengakui pada teman temannya kalau ia menyukai gadis biasa.
sedangakan dia bisa saja mendapatkan gadis kelas atas dengan ketenaran dan ketampanannya.
__ADS_1
Hay guys selamat menikmati ceritanya yaa๐๐๐
Maaf jika ada salah dalam kalimat ataupun penulisannya๐๐๐