
Di pagi hari minggu yang cerah ini terlihat keluarga Damian Britama sedang berbicara santai diruang keluarga rumah mereka, Sesekali mereka tertawa bersama karena merasa lucu dengan perkataan mereka, Tak lama setelah mereka tertawa Damian Britama si kepala keluarga memasang raut wajah serius nya, Melihat itu Sinta istrinya dan lili putrinya menghentikan tawa mereka.
"Bereskan barang kalian sore hari nanti kita berangkat ke Indonesia dan menetap disana, Tak perlu membawa banyak pakaian kita bisa membelinya disana." Ucap Damian setelah mengatakan itu Damian kembali memasang raut wajah santainya. Santi dan Lili menoleh saling menatap kemudian Sinta angkat bicara.
"Kenapa mendadak sekali mas? Kenapa tidak beri tau kami dari jauh-jauh hari?." Tanya sinta, Yang ditanya hanya mengedikkan bahu dengan senyum tak berdosa nya, sekarang giliran Lili yang bicara
"Pa, papa beneran mau pindah ke Indonesia? Terus sekolah lili gimana dong." Tanya lili pada papanya
"Iya, Papa emang mau pindah ke indo kasihan kedua kakak kamu disana mereka kerja diperusahaan papa pasti sibuk terus gak sempet balik kesini dan untuk sekolahmu sudah papa atur jadi sekarang kamu beres-beres aja, Kita ambil penerbang sore jangan sampe telat." Damian menjawab pertanyaan putri semata wayangnya yang manja itu
"Udah lili beres-beres aja sana, Kalo ada yang mau dibawa bawa aja." Sahut sinta menghentikan lili yang hendak protes lagi
"Yaudah deh lili beres-beres dulu." Lili berjalan menaiki tangga dengan langkah gontai, Setelah lili pergi memasuki kamar Sinta menatap Damian dan berkata "Mas, kamu yakin mau kembali ke indo." Tanya sinta dengan tatapan mata seperti ada keraguan disana.
"Iya ma, Mau bagaimana lagi pusat perusahaan kita kan ada di Indonesia sedangkan yang ada disini hanya anak perusahaan kita, dan juga kasihan Nico dan Nicol yang mengurus perusahaan disana jauh dari kita." Ucap damian menjawab pertanyaan istri tercinta.
"Tapi mas aku khawatir nanti lili sulit beradaptasi disana, Bagaimana jika dia sulit beradaptasi dengan keadaan disana gimana kalo lili gak nyaman." Tanya sinta khawatir
__ADS_1
"Udah kamu tenang aja lili bakal nyaman kok tingal dan bersekolah disana." Jawab damian mencoba menenangkan sinta.
Didalam kamar Lili sedang memilah-milah barang apa saja yang akan ia bawa ke indo "Huwmm barang apa yang harus aku bawa? yang pastinya sih pakaian emm teddy harus aku bawa atau tinggalin disini aja yah? tapi dia kan boneka beruang kesayangan ku mana boleh ditinggal ya nggak teddy ".
Lili terdiam sesaat dan kembali berkata " Kalo pindah sekolah baru berarti harus cari temen baru dong, tapi gimana kalo ngga ada yang mau berteman sama aku ya? hemm aku aduin aja sama kak nik dan kak iko biar mereka mau temenan sama aku" Lili bertanya dan menjawab perkataan nya sendiri sambil memeluk teddy boneka kesayangan nya.
Liyra Violencia Britama anak perempuan satu-satunya dari tuan Damian Britama dan nyonya Sinta Violencia, Liyra atau biasa dipanggil dengan sebutan lili ini memiliki dua kakak lelaki kembar yang bernama Nico Britama dan Nicolas Britama yang memiliki paras tampan dan berperawakan tinggi, Ketampanan kedua kakaknya lili ini tentu saja mewarisi ketampanan ayah mereka. Nico dan Nicolas memiliki sifat yang berbanding terbalik Nico yang menyandang gelar anak sulung memiliki sifat pendiam lebih irit bicara tapi tidak berlaku saat dirinya sedang bersama lili adik tersayang. Sedangkan Nicolas memiliki sifat cerewet banyak bicara tapi tak berlaku jika lili menyuruhnya diam.
Nico dan Nicol sangat menyayangi dan memanjakan adik perempuan satu-satunya mereka apapun yang dapat membuat adiknya senang pasti akan selalu mereka lakukan, Ketiga saudara ini jika sudah bertemu selalu menempel bak perangko. (hehehe) kembali ke cerita
"Hoamm... Udah mau mendarat ya ma." Tanya Lili dengan muka yang sembab akibat terlalu banyak tidur dipesawat
"Iya, kamu rapiin dulu sana penampilan mu acak-acakan banget." ujar santi yang sedang mengusap rambut Lili sambil tertawa, Lili yang ditertawakan memasang wajah cemberut
"Ish mama anak sendiri diketawain." jawab Lili mengembungkan mulutnya lucu.
Setelah turun dari pesawat mereka menunggu mobil jemputan kakak kembar nya lili di depan bandara, tak lama mereka menunggu mobil Alphard milik Nico datang dan berhenti didepan mereka bertiga, Lili yang melihat kedua kakak nya turun dari mobil langsung memeluk Nico&Nicol.
__ADS_1
"Huwaaa kakak Lili kangennn." ucap Lili manja
"Hemm kak Nik (nico) juga kangen sama adik kesayangan kakak yang satu ini." Nico berkata dengan sepenuh hati sambil mengusap kepala Lili
"Hei jangan lupakan kakak mu yang satunya lagi Lili." sahut Nicol dengan wajah cemberut
"Hehehe lili selalu inget sama kak iko (nicolas) kok, Lili kangen kak iko juga." Ucap Lili beralih memeluk Nicol, Nicol terkekeh mendengar perkataan adik kesayangan nya ini.
"kakak juga kangen kamu, wah sekarang udah tambah gede ya kamu." jawab Nicol mengusap kepala Lili dan mengecupnya.
"Wah sepertinya kita berdua terlupakan pa." Ujar Santi pada Damian sambil mengusap pipi seolah ada air mata yang jatuh disana, Ketiga anak nya langsung menoleh kearah mereka berdua dan tertawa.
"Mana bisa kami lupa sama orang tua kayak kalian ini hehe." sahut Nicol
"Ayo berpelukan." Seru Lili, mereka berlima berpelukan didepan bandara dan dilihat banyak pasang mata yang menyerukan kehangatan keluarga Britama.
❀SeginiDuluUntukHariIni
__ADS_1