
Kriingg....
Suara bel tanda sudah waktunya istirahat..
Lili dan Laura pergi menuju kantin dilantai dua yang tak terlalu ramai siswa yang makan disana, sekolah tersebut memiliki dua kantin yang teletak dilantai dua dan tiga. kantin dilantai tiga adalah kantin yg paling banyak dikunjungi oleh siswa.
(kantin dilantai 3 anggap aja bisa nampung seluruh siswa disekolah ini)
(kantin dilantai 2)
"Lili kamu mau makan apa?." tanya Laura
"Eumm apa ya,, kamu sukanya apa?." jawab Lili balik bertanya
"Aku sih suka bakso karna enaakk banget, kamu mau nyobain gak?." tawar Laura
"Wah beneran enak yah yaudah aku mau nyobain deh." jawab Lili dengan mata berbinar
"Oke deh kamu tunggu disini aja biar aku yang beli." ucap Laura sambil berjalan menuju tempat bakso yang dijual
Lili menunggu Laura sambil membuka handphone dan memutar musik dengan volume kecil menggunakan earphone nya. Tak berselang lama kantin yang tadinya tidak terlalu berisik menjadi rusuh karena kedatangan 'the handsome boys' yang terkenal karena berisi 5 member dengan ketampanan yang sangat wah (tak bisa lagi aku mengatakan nya wkwk).
"Gilak tumben banget kantin diatas serame itu gak kek biasanya." keluh salah satu member 'the handsome boys' yg bernama Aldo si paling ngelawak
"Untung nih kantin kagak rame kek kantin atas bisa mati kelaperan gue nungguin antrean sepanjang itu." sahut Elgin si paling berisik
"Lebay amat lo berdua." Ucap Evan si paling pendiam menyahuti keluhan kedua sahabatnya
"Udah mending beli makanan sono ngeluh mulu lu pada kenyang kagak laper iya." ucap Julian si paling sinis
__ADS_1
"Duduk." ucap Bram (si paling cuek+dingin+cool)mendengar kata-kata yang singkat nan padat tersebut keempat sahabat Bram merinding dan tanpa sadar duduk manis dengan mulut tertutup.
"Hihihi" Lili tanpa sadar tertawa karena mendengar perdebatan kelima pria tersebut, huwm lebih tepatnya tertawa karena satu kata yang keluar dari mulut Bram yang bisa membuat ke empat lelaki disana terdiam. Bram yang mendengar suara tertawa menoleh kearah Lili dengan tatapan 'datar' nya yang tak pernah seorang pun melihatnya tersenyum. Melihat tatapan datar yang diberikan Bram padanya sontak membuat Lili membalas tatapan Bram dan terdiam dengan senyuman canggung nya.
"Lili nih bakso nya ayok dicobain mumpung masih anget." Suara Laura membuat Lili tersentak kaget dan memutuskan tatapan matanya pada Bram
"Wah kek nya enak banget tuh mana sini aku cobain." ucap Lili dengan air liur yang hampir menetes (hehe canda)
"Nih dimakan nanti kasih nilai ya dari satu sampe sepuluh." kata Laura dengan senyum girang nya.
"Oke" jawab Lili kemudian memakan bakso dengan pelan baru satu suap makan mata si Lili berbinar
"Wah beneran enak banget ini bisa jadi makanan favorit ku dikantin." ucap Lili senang.
"Kasih nilai dong dari satu sampe sepuluh." ucap Laura yang masih sibuk dengan nilai makanan tersebut
"Emm... seratus deh jangan sepuluh hihihi."
"Tuh bener-bener enak kan, selera makanan nya Laura jgn diraguin hihihi." ucap Laura membusungkan dada membanggakan diri nya
"Ya ya ya selera nya laura emang yang terbaik." puji Lili melebih-lebihkan
Jam pelajaran telah berakhir. waktunya pulang Lili dan Laura berjalan bersama menyusuri koridor.
"Gimana hari pertama kamu disekolah ini? nyaman gak? enak gak? seru gak?." tanya Laura
"Emm untuk saat ini sih nyaman nyaman aja, tapi masih banyak banget ruangan yang belum aku kunjungin." jawab Lili senang
"Yaudah besok aku temenin kamu keliling satu sekolah ini mau gak?. " tanya Laura menawarkan diri nya untuk menjadi tour guide nya Lili selama sehari
"Mau..mau.. besok janji ya temenin aku keliling satu sekolah ini." ujar Lili sambil mengangkat jari kelingking nya
"Iya janji, Lili jemputan aku udah datang kamu mau pulang bareng aku gak?." tanya Laura
"Huwmm aku nunggu jemputan kak Nicol aja deh, kamu pulang duluan aja, Hati-hati dijalan ya." tolak Lili
__ADS_1
"Umm oke tapi kalau ada apa-apa kamu telpon aku ya" jawab Laura
"Siap Laura ku sayang." ucap Lili tersenyum geli
"Lili bisa aja hihi.. aku pulang ya." terkekeh geli mendengar panggilan yang diberikan lili pada nya
"liya Laura udah sana pulang."
"Ehehe iya iya dah lili." sambil melambaikan tangan nya pada lili
"Dadahh." ucap Lili ikut melambaikan tangan nya.
Sudah 1 jam menunggu jemputan Lili merasa bosan dan memilih pergi ke cafe yang ada didepan sekolahnya "Huhuu kak Nico kok lama banget sih, kak Nicol juga ditelpon gak diangkat apa mungkin kedua kakakku itu lagi rapat ya? yah terpaksa deh pulang naik taksi." keluh Lili
Lili duduk diluar cafe menunggu taksi lewat sambil mendengarkan musik dengan headset nya, tiba-tiba Lili terdiam saat mengingat kejadian dikantin tadi tak lama kemudian Lili tersenyum manis ntah apa yang dipikirkan nya hanya dirinya lah yang tau.
Dilain sisi Bram sedang mengendarai motor gede nya dengan tujuan yang tak jelas "Arghh kenapa nih otak gue jadi kepikiran cewe yang ada dikantin tadi sih mana nih jantung ikut berdebar lagi gak kek biasanya." ungkap Bram kesal "Ni jugak mau kemana sih gue gak jelas banget, arghh nongkrong ae lah pusing gue." ucap Bram berlalu pergi ke cafe tempat dirinya biasa nongkrong
Sesampainya disana Bram langsung memarkirkan motornya dan memasuki cafe tersebut, kedatangan nya langsung disambut oleh seorang waitress yang menawarkan makanan dan minuman tapi dijawab dengan lambaian tangan yang artinya menyuruh si waiters pergi.
pandangan mata Bram menyusuri setiap sudut cafe tersebut mencari apakah ada hal yang membuat nya tertarik, dan.. tatapan matanya berhenti tepat pada seorang gadis berseragam sekolah tengah duduk menunggu sesuatu
"Eh bukannya itu anak baru yang ada dikantin tadi ya?? Ngapain dia disitu mana masih pake seragam sekolah lagi, samperin gak ya hitung-hitung pdkt." Ucap Bram menghayal kan sesuatu sambil tersenyum.
Seakan sadar dengan ucapan yang barusan keluar dari mulutnya sontak membuat nya melotot kan mata dan memukul pelan bibirnya seraya berkata
"Haiss apa-apaan sih nih mulut sama otak bisa-bisanya mikirin dia kenal aja kagak, bodo ah liatin aja emang sejak kapan seorang Bram peduli sama cewe." Ucap Bram memutar langkah dan kembali menduduki kursi nya
Dikantor
Nicol yang baru keluar dari ruang rapat tengah berjalan tergesa-gesa menuju parkiran lalu menaiki dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju sekolah nya Lili.
"Gara-gara client tua itu gue jadi telat jemput adek kesayangan gue." Umpat Nicol dengan menambah kecepatan mobilnya.
"Semoga aja Lili ga marah." Ucap Nicol cemas.
__ADS_1
Kembali ke Lili yang saat ini sedang membeli ice cream rasa kesukaan nya setelah mendapatkan yang ia mau Lili kembali duduk dan memakan ice cream nya dgn tenang.
"Gapapa kak Nicol telat jemput yang penting Lili bisa makan ice cream kesukaannya Lili sepuasnya tanpa ada pengganggu hihihi." Ucap Lili terkekeh pelan.