Mendapatkan Cinta Di SMA

Mendapatkan Cinta Di SMA
#4 Perkemahan?


__ADS_3

Disaat lili sedangmenikmati es krim nya ia mendengar salah satu perempuan bicara dengan teman nya, mungkin perempuan itu salah satu siswi yang satu sekokah dengan nya.


"Ehh kamu udah denger belom berita tentang perkemahan yang bakal dilaksanain di sekolah kita nanti?, aku denger sih ini kema tahunan angkatan kita." Ucap siswi A pada teman nya.


"Serius? Wah bagus deh gue bisa ikutan siapa tau pulang dari perkemahan gue gandeng salah satu the most wanted di sekolaj kita." Jawab teman nya yang berkhayal tinggi


"Dih mimpi lo, mereka mana mau sama orang kaya kita secara kita ama mereka beda kelazz ya ga seh." Ucao siswi A merespon perkataan teman nya tadi


Lili yang mendengar percakapan itu hanya diam ntah apa yang di pikirkan nya, belum lama setelah mendengar berita itu lili mendengar suara klakson mobil dan kakak nya yang datang menjemput.


Tiitt tiitt....


"Lili cepat kesinii" Teriak Nicol dari kejauhan yang hanya dijawab Lili dengan anggukan kepala. Lili menoleh kan kepalanya ke kanan ke kiri mencari celah untuk menyebrang jalan.


Bamm(suara pintu mobil yang ditutup dengan kuat)


"Kakak jemput nya lama banget Lili bosen tau nungguin dari tadi." Oceh Lili pada kakaknya nicol, Nicol yg merasa dirinya salah menggaruk kepala dengan senyum tak berdosa nya seraya berkata


"Hehehe maaf ya dek tadi ada client dari luar kota yang ingin langsung berhadapan dengan kakak." Jelas Nicol.


"Huh yaudah deh kali ini Lili maafin tapi kalo besok besok kakak telat lagi ntar Lili pulang bareng pacarnya orang." Ucap Lili dengan senyuman devil nya


"Idih pacar orang kek gabisa cari pacar sendiri aja kamu dek dek." Jawab nicol menggelengkan kepalanya heran dengan perkataan adiknya


"Tunggu aja gak lama lagi Lili punya kok ntar Lili duluan punya pacar daripada kakak wekk" Ucap Lili menjulurkan lidah mengejek Nicol.


"Ck! Ada ada aja kamu huh" Dengus Nicol.

__ADS_1


Selama di perjalanan pulang Lili tertidur pulas mungkin karna kelelahan menunggu nicol datang menjemput nya, disaat mobil nicol memasuki perkarangan rumah terlihat sinta tengab duduk di gazebo taman yang tak jauh dari bagasi rumah mereka.


Tin tiinn suara klakson mobil nicol, yang membuat sinta langsung menolehkan kepala nya


"Lili nya mana kak" Teriak sinta menanyakan keberadaan lili


"Nih orangnya ketiduran kecapean mungkin" Jawab nicol


"Yaudah buruan gendong gih adiknya bawa ke kamar" Suruh sinta


"Siap ma" Jawab nicol langsung bergegas menggendong lili ala bridal style setelah mendengar perintah dari sinta mama nya.


"Buset enteng banget nih bocah besok besok suruh makan yang banyak biar gendutan dikit" Gerutu nicol


"Kamu kayak gatau adik kamu aja kak, dia gak akan mau makan banyak" Sahut sinta yang mendengar gerutuan nicol


"Hehehe iya ya ma" Jawab nicol terkekeh.


"Pa, ma, kak, bang, tadi di kantin sekolah lili ketemu sama 1 cowok yang keren banget menurut lili tapi sayang orang nya keliatan dingin dan cuek tak tersentuh." Cerita lili pada keluarganya


"Ekhm kayanya ada bau bau orang yang lagi jatuh cinta nih" Goda abang (nicolas) yang membuat 1 rumah tertawa dan ikut menggoda lili.


"Iiiih apa sih orang lili cuma cerita aja kok siapa juga yang jatuh cinta sama cowo aneh itu, big no!." Bantah lili


"Hati hati loh dek biasanya yang terjadi itu ga sesuai sama yang di ucapin." Kata kakak (nicol) sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda lili


"Iiih mama liat nih kakak sama abang" Ucap lili yang mengadu pada sinta tapi sang mama malah ikut ikutan menggoda lili alhasil merajuk lah anak perempuan semata wayang nya itu.

__ADS_1


"Udah udah jangan di godain terus kasihan tuh ntar nangis" Ucap damian yang menengahi percakapan ibu dan anak itu


"Tuh dengerin kata papa, papa emang yang terbaik ga kaya mama sama 2 cowo itu seneng banget godain orang wleek." Ucap lili sambil memeluk damian karna senang dibela sang papa.


"Tapi ada bener nya juga kata mama sama dua kaka kamu itu." Lanjut damian malah ikutan menggoda lil


"Aaa au ah lili ngambek sama kalian huu." Jawab lili yang mengembungkan pipi nya tanda merajuk, membuat semua yang ada disana merasa gemas melihat tingkah lili.


"Udah udah, liat tuh udah jam berapa waktunya tidur biar ga kesiangan ngantor sama sekolah nya." Kata sinta yang menyudahi percakapan malam itu dan semua orang memasuki kamar mereka masing masing.


Di sisi lain bram duduk merenung diatas ranjang berukuran king size nya, tampak raut wajah bram tersenyum senyum dengan apa yang di pikirkan nya "Muka tuh bocah kenapa lucu bangett sih, gemes baget gue liat nya." Ucap bram terkekeh geli


"Dih apaan sih aneh banget kenapa gue jadi sering khayalin tuh bocah, jangan jangan gue naksir lagi masa iya gue suka ama tuh bocah ogah banget deh, dah ah mending tidur daripada kesiangan ntar." Setelah mengatakan itu bram langsung mengambil posisi tidur ternyaman nya.


Pagi hari yang cerah secerah keluarga damian yang melakukan rutinitas rutin mereka yang membahagiakan, berbeda dengan laura yang tengah membuat keributan di meja makan karna kedua orang tua nya tidak menyanggupi keinginan nya.


***Prangg***


"Aku gamau tau poko nya papa sama mama harus ikutin kemauan aku kalo nggak aku pergi dari rumah ini, titik." Bentak laura pada joko dan sulis, ya ini lah laura tidak ada lagi raut wajah manis dan polos yang sering digunakan nya untuk mengelabui orang lain.


"Nak, tolong pahami keinginan mu itu tidak mungkin bisa kami wujudkan mengusik keluarga robertson sama saja seperti kita menginginkan keluarga kita hancur." Jelas joko pada putri semata wayang nya itu.


"Laura jangan seperti ini nak, masih banyak laki laki lain yang bisa kamu dekati tapi jangan tuan muda robertson kita bisa mendapatkan kejayaan ini juga berkat tuan luis robertson nak." Ucap susil memberi pengertian pada laura.


"Nggak! Pokonya aku mau dia aku gamau sama cowo lain ma, pa." Jawab laura kekeh pada kemauan nya yang mungkin sangat beresiko besar bagi keluarga nya.


Laura smith, Anak semata wayang dari tuan joko smith dan nyonya susilia. Karna tidak memiliki saudara membuat laura besar kepala yang mana jika semua keinginan nya tidak terpenuhi maka dia akan melakukan apapun untuk memenuhi keinginan nya tersebut. Didikan yang di berikan oleh joko dan susuil yang kurang efisien membuat sang putri semata wayang nya berbuat semaunya pada semua orang.

__ADS_1


"Maaf nak kali ini papa dan mama tidak mau mengambil resiko karna menuruti keinginan mu jika kamu masih nekat melakukan yang kamu mau maka papa dan mama tidak akan membantu mu dalam hal ini, kami harap kamu mengerti nak." Ucap joko yang disetujui oleh susil dengan anggukan kepala, setelah mengatakan itu joko pergi bersama istrinya meninggalkan laura yang wajahnya sudah merah padam karna kesal.


"Oke kalo gitu aku akan bertindak sendiri di acara perkemahan yang akan dilaksanakan satu minggu lagi." Laura bicara pada dirinya sendiri diiringi dengan seringai licik miliknya.


__ADS_2