Menerima Perjodohan

Menerima Perjodohan
Loh dia kan


__ADS_3

**Kini jam menunjukan 19.00, Cese sudah cantik dengan gaun nya, dan sedikit memoleskan wajah ayu nya,


"Cese.... kamu sudah siyap sayang, , tanya deddy martin saat memasuki kamar putrinya sembari tersenyum ke arah cese


" Sudah ded, cese hanya mnjawab nya singkat, karena ini bukan sepenuhnya keinginan nya, namun karna cese tidak ingin membuat deddy nya kecewa


"Ayo turun, tamu nya sudah sampai, ujar deddy, dan cese mengikuti deddy nya untuk turun


" Maaf pak jiwon , sudah membuat anda menunggu, kata deddy, yg baru saja tiba di ruang tamu, deddy berucap dengan senyuman ,


"Aah tidak juga pak martin, , saya juga baru tiba , , jawab pak jiwon , dengan senyuman juga


" Mari kita langsung ke ruang makan, setelah makan malam baru kita berbincang bincang, , ajak deddy pada tamu nya, sembari berjalan menuju ruang makan, dan di ikuti dengan tamu nya..


Saat mereka mulai acara makan, tidak ada yg bersuara di antara mereka, Cese sdari tadi tidak memperhatikan siapa tamunya pun penasaran, seperti apa pria yg akan di jodohkan dengan nya, saat dia ingin mengambil ayam bakar , tidak sengaja pria itu pun hendak mengambil ayam bakar itu juga, dan di situlah pandangan mereka bertemu, ,


Deeegh..


"Loh dia kan, cowok songong dan sombong itu, , apa, , apa dia pria yg akan di jodohkan denganku, (Cese terus saja berbicara di dalam hati) " Apa deddy gak salah , cowok itu sudah tua, aish malang bener nasip mu cesee...


"Kamu... *kata pria itu saat menatap cese..


Namun cese hanya diam saja , dan membuang muka, se olah memang cese tidak mengenal ataupun pernah bertemu dengan pria itu, cese melanjutkan makan nya, tampa menghiraukan tatapan pria itu, ,


Setelah acara diner selesai, mereka kini duduk di ruang tamu, deddy mulai membuka percakapan, ,


" Apa ini anak mu jiwon , , tanya deddy saat matanya melihat pria tampan itu*..


"Iya, kamu benar tin, dia anak ku, , yg sudah pernah aku ceritakan tempo hari..


bukankah dia sanhat tampan , sama seperti ku, , jawab jiwon dengan senyuman..


"Aah ya.. sangat tampan... jawab deddy

__ADS_1


Ini putriku, ceselyn, dia anak gadis ku yg sangat cantik kan, persis sperti mendiyang mommy nya..


" Sangat cantik calon besan, , jawab jiwon tersenyum kearah cese, , "Benar kan biyan, , tanya jiwon pada putranya, , biyan hanya tersenyum kecut ke arah cese.


""" Iihhs sok kecakepan banget dia, padahal kan aku memang cantik, coba lihat senyum nya, seperti mengejek ku saja, huh dasar tua.. *cese menggerutu di dalam hatinya


"Cantik apanya yg cantik, gadis seperti itu bisanya hanya menyusahkan saja.. batin biyan sembari terus menatap cese , Awas saja nanti saat menjadi istriku, akan ku buat dia menderita.. tampak senyum seringai licik di wajah tampan itu, membuat cese bergidik kan rasa nya.. MENGERIKAN, Begitulah tanggapan cese*..


" Jadi kapan tunangan nya akan di selenggarakan, *ujar jiwon ,


"Bagaimana kalau lusa, dan dua minggu setelah itu , langsung menggelar akat, dan pesta pernikahan*, jawab deddy dengan mantap, ,


"" *Haaahh, , , , , jawab cese dan biyan secara bersamaan, membuat jiwon dan martin menolah ke arah ke dua nya..


"Deddy, , tidak kah itu sangat terburu buru, , cese masih ingin sekolah ded*.. tanya cese dengan sendu


" Maaf nak cese, cese masih akan tetap bersekolah setelah menikah, , kalian akan


*Bagaimana nanti jika teman2 ku tau, aduh haruskah aku cerita dengan mereka , bahwa aku akan menikah.. menolak juga tidak bisa, aaahhk pusing, , cese befikir di dalam hati, bingung harus apa dan bagaimana.. dia tidak ingin mengecewakan deddy nya, ,


"Baiklah ded, cese ikut deddy saja, apapun kata deddy cese akan menurutinya, , ujar cese dengan menunduk..


"" Kalau nak biyan bagaimana, , tanya deddy pada biyan


"" Saya juga terserah dengan ayah saja, bagaimana baik nya, , *jawab biyan dengan wajah yg datar..


"Baiklah sepakat, lusa kalian akan bertungan, kami yg akan mempersiyapkan semua nya, tp untuk cincin, besok kalian berdua yg harus mencarinya sendiri, , besok ayah akan jemput ibu mu di bandara..


Baiklah tin, terimakasih atas jamuan makan malam nya, kami permisi, ,


Setelah calon mertua dan calon suaminya keluar, cese langsung berlari naik ke atas menaiki anak* tangga dsn menuju kamar nya, ,


setelah sampai di kamar nya, cese membanting tubuhnya di ranjang dan tengkurap,

__ADS_1


Dan di situ lah cese , menangis sekencang kencang nya, meratapi nasip nya yg malang, baginya. entah berapa lama dia menangis, hingga akhirnya dia pun tertidur, ,


Pukul 02,00,


" Mom, benarkah itu mommy, hiks mom, cese rindu mom, hiks, cese pengen ikut mom saja ya, ,


"" Sayang, jgn menangis , masak anak gadis mommy menangis, cup cup cup, ucap mommy sembari mengusap air mata di pipi putri nya..


"Iya mom, , cese tidak menangis lg, ,


" Mommy bahagia sekarang sayang, karna putri ibu akan segera menikah, hiduplah dengan bahagia ya sayang, mommy yg meminta pada deddy mu, untuk menjodoh kan mu dengan anak dari sahabat mommy, dulu sejak kamu umur 6 tahun, kami sudah sepakat akan menjodohkan anak2 kami.


Maafkan mommy jika mommy sayang, mommy tahu, kamu pasti kecewa dengan keputusan mommy ini. mommy nya terus berbicara , sembari membelai belai rambut putrinya itu. karna saat ini putrinya tengah tidur di pangkuan nya.. Mommy yakin, cese akan hidup bahagia bersama suamimu nanti,


"" Iya mommy, cese akan terus tersenyum, karna bahagia, pilihan mommy sudah pasti benar untuk ku, , eem apa mommy bahagia di atas sana, *tanya cese pada mommy nya, , mommy nya pun tersenyum..


"" Benar sayang, mommy bahagia di sana, sudah saatnya mommy kembali ke sana, , cese jaga diri baik baik ya sayang, mommy sangat menyangi kalian, Sayangi deddy mu seperti mommy yg menyangimu ya sayang.


"" Mommy.... mommy... hiks mom..


Cese berlari untuk mengejar mommy nya yg menghilang entah kmn, , dan tiba tiba


•••BUUGH....


"Aduh, , sakit sekali..


huh, itu tdi hanya mimpi, tapi kelihatan seperti sangat nyata..


Haaoomm*, , cese menguap, karna masih sangat mengantuk , akhirnya cese tertidur di lantai...


Bersambung


Jangan lupa di like amd fote ya**

__ADS_1


__ADS_2