Menerima Perjodohan

Menerima Perjodohan
Sendiri


__ADS_3

**Sebuah pernikahan seharusnya menjadi hari kebahagiaan bagi kedua mempelai, tapi tidak dengan Cese, karna tidak ada kebahagiaan yg saat ini ia rasakan, sebaliknya nya, ia merasa menjadi wanita dan istri yang sangat menderita, di malam pertama ia malah mendapatkan kesedihan, yg mungkin akan selalu dia ingat .


Setelah Cese selesai makan malam ia beranjak dan menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar nya, saat ia tiba di depan pintu kamar nya , langkah nya terhenti saat ia mendengar suara ,tak lain suara suaminya ug sedang mengobrol dengan seseorang melalui telfon genggam milik suaminya, dan terdengar sangat fulgar ..


Degh,,


"Heemh ya sayang, aku juga sangat merindukan dirimu, bahkan aku sangat rindu dengan setiap sentuhan tanganmu.. suara Bian terdengar sedang menggoda wanita yg ada di sebrang telfon itu


********


"Baiklah sayang, tunggu aku di kamar ,, dan jangan lupa bersiaplah untukalam ini.. aku akan tiba dalam 35 menit, da sayang,,, Muaah logo you..


Dirasa suaminya sudah selesai telfonan, Cese menguatkan hatinya agar tidak terlihat syok, Cese masuk dan terus berjalan ke dalam kamar mandi Tampa melirik ke arah suami nya. Ceseembasuh wajahnya dengan air dingin.


""Aku harus kuat, aku gak boleh lemah, ini demi Deddy, huuff,, Cese menarik nafas dan membuang nya pelan.. dirasa sudah lega Cese keluar dari kamar mandi..


Mata nya terbelalak, mendapati dua koper yg sudah terisi penuh ada di depan lemari,


""Kau apakan koper itu, untuk apa om turun kan.. Kita mau kemana, pekik Cese heran


"Malam ini kita langsung pulang ke maension ku, ada banyak keperluan yg perlu aku urus,, jawab Bian santai


Cese tidak habis fikir dengan pria yg baru beberapa jam ini sah jadi suaminya,


"Kau jika ingin pergi , maka pergilah, aku ingin disini, Deddy belum begitu pulih, jawab Cese dengan sedikit cemberut


"Sekarang kau tanggung jawab ku, dan kau sebagai istri sudah seharusnya patuh dengan suamimu, dan aku suamimu, pekik bian dengan suara yg meninggi, Cese sangat takut melihat raut wajah suaminya, tidak ada pilihan lain, selain menurut


"Ta ta tapi.... belum siap Cese ber ucap, bian sudah memotong ucapanya


"Aku sudah menjelaskan pada Deddy Martin, dan beliau tidak keberatan, jawab nya sembari berlalu berjalan pintu, " Cepat bersiaplah dan turun ke bawah, hari sudah semakin larut, imbuh nya tampa menoleh


"Cese pun menurut dan menyeret dua koper itu sendiri, bibir nya di kerucutkan ke depan sembari terus menggerutu

__ADS_1


"" Hem , sabar sabar, bahkan ini hanya baru permulaan,


'Huh Deddy, maafkan Cese harus pergi, Cese juga janji akan sering2 berkunjung .


'"Pria tua itu pasti akan menemui orang yg di panggil sayang tadi, tp ngomong ngomong siapa ya orang itu, , mungkin kekasih nya..


Saat Cese sudah berada di ruang tamu, ternyata , Deddy nya juga sudah menggu nya.. Cese berlari dan langsung memeluk tubuh Deddy nya itu dengan sangat erat, bahkan enggan untuk melepaskan pelukan nya..


"Sayang kau sudah menjadi seorang istri, tp kenapa masih manja seperti ini,, ucap Deddy martin , sembari melepas pelukan putrinya, Deddy tidak apa apa sayang.. imbuh nya , tangan nya mengelus lembut kepala putri nya itu, Cese menatap kedua manik mata sang Deddy,,


""Deddy jaga kesehatan ya, jangan lupa minum obat, dan makan yg teratur, agar deddy segera pulih.


Ucap Cese dengan tersenyum,


Cese juga pasti akan baik-BAIK saja,


Cese memeluk Deddy nya lg, rasanya enggan untuk pergi meninggalkan Deddy nya. tp dia juga tidak bisa. menolak ajakan suaminya, yg bisa dilakukan hanyalah pasrah, karna mungkin ini sudah takdir yg tuhan gariskan untuk nya. Menikah dengan pria yang masih mempunyai kekasih


"Sayang, ayo, kamu masih bisa mengunjungi Deddy kapan hari.. titah Bian pada Cese .. Cese tersenyum tipis


Cese ngedumel di dalam hati


"Nak Bian, Deddy titip Cese ya, Buatlah dia bahagia, pinta sang Deddy kepada menantunya..


"Tentu Ded,,


kami pamit dulu..


***************


Di dalam perjalanan Cese terus saja terdiam, tidak ada sepatah kata pun yg keluar dari bibir mereka, kedua nya hanya bergelut sendiri di dalam fikiran masing2, sampai Cese akhirnya terlelap , sampai mobil berhenti di depan gedung yg menjulang tinggi, entah berapa lantai, bernuangsa seperti istana, megah dan indah


"*Kau tidak ingin turun, tanya bian pada Cese , di rasa tidak ada pergerakan , bian menoleh Cese, "Pantas saja, heh, Merepotkan sekali, biarkan saja dia tidur disini, dia sendiri yg memilih tidur di mobil..

__ADS_1


Sebelum bian turun dari mobil, bian menurun kan banggu penyanggah yg di duduki Cese lalu membuka sedikit kaca mobil nya..


Di dalam manson sudah ada wanita cantik, tinggi semampai dan kulit nya agak gelap namun terlihat eksotis, sedang duduk di sova bigh seel , dengan kaki yg satu bertumpu di kaki yg satu nya, wanita itu terlihat seksi karna hanya menggukan lingeria merah menyala dan menerawang apa yg ada di dalamnya..


"Sayang, kenapa lama sekali, katanya 35 menit sudah sampai, ini sudah hampir satu jam baru sampai, kata wanita itu saat sudah mendekap tubuh Bian, dengan suara yg manja..


"Istriku, Kamu cantik sekali, Seksi, kau manggoda suami mu ini hem..


Bian tidak menjawab , malah menyusuri leher wanita itu dan sesekali menyesapnya, sungguh seperti candu bagi dirinya akan aroma tubuh wanita itu,,


Tampa basa basi Bian langsung mengangkat tubuh wanita itu menuju kamar,


Sungguh perkasa , menaiki anak tangga sembari menggendong wanitanya tp tidak terlihat lelah sedikitpun..


Braak


suara pintu terbuka dengan kuat, karna di tendang dengan kaki jenjang Bian, Bian langsung membaringkan tubuh wanita itu di ranjang, Bian menangkup bibir wanita itu dengan rakus dan tampa ampun, Wanita itu pun terbuai dalam permainan nya, wanita itu sesekali mendesah, sungguh merdu suara desahan itu, bagi Bian, Ciyuman panas itu kini berpindah ke leher, memberi beberapa tanda kepemilikan disana, turun lagi ke dua gundukan besar di sana, Dan terjadilah penyatuan kedua nya , entah berapa kali kedua orang itu melakukanya,


**************


Pagi pukul 05.00 Cese terbangun dari tidurnya, karna terdengar suara suara berisik dari luar,


""Aooom, ehh sudah pagi ya,,


gumamnya sembari mengucek ngucek kedua matanya dengan jarinya.


"Aah dimana ini, di kamar kah, kamar siapa,


tanya Cese heran pada dirinya sendiri


Semalam kan aku tidur di mobil, siapa yg membawaku di kamar ini.. apakah,, aah tidak mungkin dia kan, haha


Setelah selesai dengan pikiran nya, Cese beranjak turun dari ranjang dan membuka koper nya, untuk mengambil pakayan ganti untuk nya, Cese masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, 15 menit Cese sudah selesai, dan sudah rapi, pagi ini Cese menggunakan gaun berlengan tali dan panjang gaun di atas lutut, hari ini ia ingin libur dulu, toh sudah UN juga, dan hanya menunggu kelulusan ,,

__ADS_1


Cese mengendarakan pandanganya ke seluruh sudut ruangan, ia tampak kagum dengan isi dan interiyor nya, dekornya bernuangsa Pakistan, moderen, klasik, entahlah, yg pasti sangat indah di pandang,


Kamar Cese berada di lantai bawah, Padahal ada beberapa lantai, mungkin 7 lantai, tp kenapa dirinya di lantai bawah, "Aah sudah lah, lagipula kan akan capek bila terus naik turun tangga***


__ADS_2