Mengagumimu Lewat Doa

Mengagumimu Lewat Doa
Terkunci Di ruangan


__ADS_3

Setelah sampai di lapangan, apa yang ia lihat saat ini sungguh membuat nya sakit kepala.


Bagaimana tidak jika di sana semua terlihat sudah tak berbentuk lagi, sampah berserakan, peralatan di mana-mana.


Sungguh ini begitu menguji iman.


Tapi mau bagaimana lagi di dalam ruang lapangan basket ini hanya ada dirinya seorang.


Sementara semua siswa dan para peserta lomba kini tengah berkumpul di lapangan bola.


Dina pun segera membereskan ruang lapangan tersebut secara perlahan, sebelum mengemas semua alat basket ke ruang peralatan.


Mengutip satu-persatu serakah sampah yang di akibatkan oleh siswa-siswi yang tidak bertanggung jawab, padahal jelas-jelas tempat sampah berada tak jauh dari sana tapi tetap saja mereka membuang sampah di barisan tempat duduk.


Setelah berjibaku dengan membersihkan kekacauan tersebut Dina pun segera merampungkan urusan nya untuk mengantar semua alat basket ke ruang peralatan.


Cukup banyak alat-alat yang di bawa nya hingga semua masuk ke ruang peralatan, kini ruang itu kembali tertata rapi seperti semula.


Dina pun segera menuju ruang peralatan untuk menata alat-alat tersebut ke tempat semula, cukup memakan waktu lama memang, tapi ia lebih memilih berada di ruangan itu ketimbang bergabung dengan riuh nya apra siswa di luar sana.

__ADS_1


Hingga terdengar bunyi yang cukup mengusik kenyamanan nya.


Cklek...!


Suara pintu terkunci dari luar, Dina pun menoleh ke arah tersebut.


Netra nya menatap ke arah pintu yang kini telah tertutup rapat.


"Astaghfirullah... aku di kunciin...! " Ucapanya segera menuju ke arah pintu yang kini telah tertutup rapat, Hingga tiba-tiba lampu di ruang tersebut ikutan padam.


Sungguh ini bukan hal baik bagi Dina, dirinya tak masalah jika hanya terkunci di ruangan seorang diri tapi jangan lampu nya juga ikutan padam.


Matanya menggenang seiring dengan buliran air mata yang kini mengalir dari pelupuk matanya, dadanya berdetak kencang.


"Ummi... Dina takut... Hiks.... "Ucap nya dengan kepala yang mulai menunduk tenggelam di antara lututnya karena kini tak lagi mampu untuk berdiri.


Sementara itu di sini lain


" Sudah kamu kunci seluruh pintu nya Dika...? " Tanya salah satu guru olahraga yang memerintah nya tadi

__ADS_1


"Sudah pak... ini kunci nya...! "


"Kamu pegang saja dulu, besok baru kembalikan ke saya. Kan masih ada beberapa ruangan lagi yang perlu kamu kunciin, saya mau pulang duluan udah izin tadi.


Titip ya..! " Ujar nya berpamitan pada siswa kepercayaan nya tersebut


Waktu terus berlalu, hingga kini petang menyapa.


Seluruh siswa telah kembali ke rumah masing-masing, yang kini tersisa di area sekolah hanyalah OSIS yang bertugas membereskan ruang yang mereka gunakan untuk lomba.


"Kalian lihat Dina gak...? Dari tadi gak balik-balik dari ruang basket...? " Tanya Azma kepada teman-temannya yang kini tengah berkumpul di aula, tempat terakhir yang harus mereka bereskan.


"Bukannya ruangan itu udah di kunciin ya sama Dika...! " Sahut Reno yang memang tahu tadi Dika di perintahkan oleh guru olahraga mengunci ruangan tersebut.


"Mungkin udah pulang kali...! " Sahut Akmal.


"Gak mungkin lah... dia kalau pulang pasti pamitan dulu...! " Sahut Azma yakin


"Coba tanya Dika kalau lihat Dina di ruangan itu...! " Sahut Randi yang ikutan menyimak percakapan mereka

__ADS_1


__ADS_2