
Setelah itu mereka pun segera mendekati Dika yang berada tak jauh dari sana
"Dika... kamu tadi yang ngunciin ruangan perlengkapan kan...? " Tanya Azma to the point karena begitu menghawatirkan sahabat nya
"Iya kenapa...? "
"Kamu lihat Dina gak di sana...? " Timpal Renita penasaran
"Gak sih... cuma tadi pas sebelum ngunciin aku lihat pintu nya sedikit terbuka, tapi aku tak sempat mengecek ke dalam apakah ada orang atau gak...! " Jelas nya sedetail mungkin
Hingga tak beberapa detik setelah dika menyelesaikan perkataan nya, suara dering ponsel Azma membuat tatapan semua orang melirik ke arah nya.
Mendapatkan lirikan yang seakan menyuru nya untuk segera mengangkat panggilan telepon tersebut membuat Azma segera mengangkat panggilan nya.
...... Via call on......
"Assalamu'alaikum Azma... maaf ummi boleh tanya...? " Ucap Ummi Aliyah.
"Wa'alaikumussalam ummi... iya silahkan...! "
__ADS_1
"Kamu lagi sama Dina gak...? soalnya udah jam segini Dina belum kelihatan mau nyampe rumah..! " Ucapnya khawatir
"Ini kita masih di sekolah ummi... tapi kita tidak melihat Dina sedari tadi... tapi Azma cari dulu ya ummi... nanti Azma kabarin lagi kalau udah ketemu...! "
"Baiklah kalau begitu... ummi tunggu kabar nya... soalnya ponselnya sedaritadi ummi hubungi tidak bisa tersambung..! "
"Iya ummi...! "
"Ya sudah kalau begitu... Assalamu'alaikum..! "
"Wa'alaikumussalam ummi
...... Via call off......
"Baiklah...! "
Setelah nya mereka pun segera pergi ke ruangan peralatan.
Sesampainya di sana Dina pun segera membuka ruangan tersebut dan segera masuk ke ruangan itu, lampu otomatis menyala setelah pintu itu terbuka.
__ADS_1
Dika pun segera masuk dan menyapu pandangan nya pada setiap sudut ruangan, netra nya menangkap apa yang sedang di cari, orang itu tak lain dan tak bukan adalah Dina.
Yang kini tengah meringkuk diiringi dengan tangis pelan di depan Almari bola.
Dika segera mendekati dirinya, sembari menyentuh bahu nya pelan.
Dina yang tak menyadari kedatangan teman-teman karena tengah ketakutan pun segera mengangkat Kepala nya kala mendapat sentuhan di bahu nya.
Diri nya begitu takut saat ini, sehingga melihat Dika yang tepat berada di depan nya pun dengan segera memeluk dirinya.
"Dina takut ummi... hiks.. Dina mau pulang...! " Lirih nya dalam pelukan Dika.
Tangannya pun terulur mengusap bahu Dina, yang kini tengah bergetar karena menggigil takut di iringi tangisan nya yang semakin keras, tak seperti tadi yang nyaris tak terdengar.
Sementara Azma, Renita, Rindi, dan teman-temannya hanya bisa melongo melihat apa yang sedang terjadi di hadapan mereka saat ini.
Sungguh ini adalah pemandangan langkah yang benar-benar perdana terjadi, dimana Dina yang di kenal dingin tak tersentuh bahkan begitu galak kepada laki-laki yang hendak mendekat padanya kini malah tengah memeluk Dika dengan begitu eratnya.
Tapi mereka semua juga memaklumi hal tersebut, karena mereka juga melihat sendiri bagaimana kondisi Dina saat ini.
__ADS_1
Sungguh Dina yang kini berada di depan mereka tak seperti Dina yang biasanya.
Terlihat dengan jelas dia begitu ketakutan, entah apa yang menyebabkan dirinya bisa sampai seperti ini, mereka hanya bisa bertanya dengan benak mereka sendiri, kecuali sahabat Dina yang memang sudah tau betul bahwa Dina memiliki phobia gelap.