
malam itu
hujan deras mengguyur kota yang indah nan bersih itu. membuat seorang wanita cantik berdiri dengan payung hitam menutupi kepalanya dan sebuah kamera menggantung di lehernya
Annisa agatha kenya adalah namanya. dia terlihat masih muda dengan usianya yang baru menginjak 19 tahun dan dengan kulit putih dan rambutnya yang di ikat memperlihatkan lehernya yang bersih tapi tertutupi oleh syal.
dia mengenakan jaket berwarna merah muda berbahan dasar kain wol dan berdiri di sebuah halte bus untuk menunggu bus menuju rumahnya seperti biasa.
tapi bus itu tak kunjung datang membuatnya kesal lalu bergerak meninggalkan hulte bus itu.
tik tak
air hujan terus menerus menitik di atas payung hitamnya yang bergerak mengikuti langkah kakinya
hingga sebuah mobil dengan kecepatan tinggi membuat genangan air di sebelahnya terciprat mengenainya. lantas dia memaki orang yang mengendari mobil itu dengan keras dan kasar.
mobil yang berkecepatan tinggi itu berhenti tidak jauh dari nya yang masih berdiri dengan kesal dan memaki orang yang mengendarai mobil hitam mewah merek lamborghini.
lalu pintu mobil itu terbuka dan dengan tegas dan langkah yang panjang serta tubuh yang tinggi seorang pria berjalan mendekatinya membuatnya mendongak menatap orang itu
dia terpesona dengan wajah tampan pria itu yang merupakan Kenzo aryo sastro seorang pria tampan yang sukses di usia muda tapi memiliki sifat yang angkuh sehingga dia di juluki tuan angkuh dan merupakan dosen di sebuah kampus dengan nama kampus pria karena mayoritas kampus itu adalah pria. tapi juga tidak sedikit wanita yang bersekolah di sana karena kampus itu terkenal dengan julukan perkumpulan para dosen tampan dan sekaligus seorang ceo yang sukses di usia muda membuat para wanita ingin bersekolah di sana.
annisa terus melamun terpesona menatap wajah tampan kenzo hingga lambaiaan tangan kenzo membuyarkan lamunannya
dia berbicara tergagab - gagab dan pipi yang memerah malu berkata maaf atas tindakannya yang mengatai kenzo tapi tidak lupa juga dia berkata dengan kesal kepada kenzo bahwa kenzo seharusnya meminta maaf
kenzo memutar tubuhnya dan melangkah meninggalkan annisa tanpa mendengarkan perkataan annisa apa lagi meminta maaf kepada annisa
__ADS_1
brak
dia menutup mobilnya dengan kasar lalu melajukan mobil itu dengan kecepatan yang lebih cepat membuat annisa yang tadi berwajah merah malu kini kembali lagi kesal
dengan menghentakkan kakinya kesal dia berjalan menuju rumahnya dan sambil mengoceh sepanjang perjalanan hingga
duarr
suara guntur membuatnya menghentikan langkahnya dan berteriak terkejut lalu menepi didepan sebuah perusahaan yang sudah tidka beroperasi untuk beristirahat
dengan tubuhnya yang gemetar ketakutan dan kedinginan dia duduk dengan memeluk kedua kakinya dan menutup wajahnya di atas lututnya di depan perusahaan yang pintunya sudah tidak terbuka lagi .
annisa adalah wanita yang paling takut guntur karena saat kecil annisa pernah berlari bersama ayahnya yang seorang kuli bangunan. saat itu hujan deras, annisa sangat senang berlari hingga dia tidak mendengarkan perkataan ayahnya yang melarangnya berlari di jalanan yang licin dan ramai mobil berlalu lalang itu, hingga sebuah mobil melesat dengan kecepatan yang melampui batas menuju dan mengarah ke arah tubuh kecil annisa yang masih asyik berlari mengitari jalanan yang basah dengan air hujan lantas membuat ayahnya berteriak tapi tidak di dengarkan oleh annisa yang membuat ayahnya terpaksa mendorong tubuh putri kecilnya itu ketepi, dan dia yang tidak sempat melarikan dirinya karena mobil itu berada tepat di depannya pun tertabrak mobil.
duarr
namun tuhan sudah berkehendak lain nyawa ayahnya tidak bisa tertolong lagi membuatnya tambah menangis di suasana yang masih hujan yang begitu deras dan guntur terus bersuara membuat annisa si gadis kecil itu meminta agar tuhan menghentikan suara itu dengan merintih dan suara gemetar ketakutan hingga dia terauma dengan suara guntur sampai saat ini bayang-bayang itu selalu menghantuinya.
perlahan suara guntur yang tadi terdengar itu kini sudah mulai hilang dan hujan yang tadi deras sudah mulai reda tapi masih sedikit gerimis membuat annisa yang tadi berlukup di atas lutut mengangkat kepalanya menatap langit dia berkata
"sudah berakhir"
annisa menarik nafasnya dalam dan menghembuskan nafas itu perlahan sembari mengusap dadanya dia berdiri dan mengambil payung yang dia letakkan di sebelahnya
dia bergerak meninggalkan bangunan bekas perusahaan itu lalu melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya meskipun kakinya masih sedikit lemas untuk melangkah.
15 menit perjalanannya kini tiba di sebuah banguanan dua tingkat yaitu rumahnya yang sederhana namun terliahat nyaman membuatnya membuka pintu rumah itu lalu berteriak menyapa yuri
__ADS_1
"yuri aku pulang"
"baiklah"
yuriska ayunda adalah seorang teman sekaligus sahabatnya yang paling dekat dengannya, dan yuri sudah tinggal bersama annisa sejak lama setelah annisa kehilangan ayahnya.
usia mereka hanya terpaut beberapa bulan lebih tua yuri dari pada annisa tapi annisa selalu memanggilnya yuri karena sudah terbiasa
yuri tidak memiliki keluarga sama seprti annisa yang sudah kehilangan ayahnya tapi tidak tahu siapa ibu mereka.
annisa mendekati yuri ingin memeluknya tapi yuri yang melihat tubuh basah annisa membuatnya mengoceh mengatakan kepada annisa untuk jangan memeluknya apa lagi tubuh annisa yang sedang basah membuat yuri menolak.
annisa kemudian melesatkan langkahnya menaiki tangga dan menuju kamarnya dia melemparkan kameranya yang menggantung di lehernya ke atas kasur dan berjalan menuju kamar mandi dia membuka semua pakaiananya lalu membersihkan dirinya selama 5 menit.
setelah selesai membersihkan dirinya selama 5 menit annisa bergerak menuju lemari putih kemerahan dan membuka itu lalu memilih pakaian tidur dengan motif panda kesukaannya lalu memakainya dan menyisir rambut panjang indahnya akibat air cipratan dan hujan tadi dia menatap cermin yang terlihat wajah cantiknya tanpa riasan dengan warna kulit putih dan bersih membuat wajahnya terlihat makin cantik.
annisa turun dengan pakaian tidurnya berwarna merah muda menuju meja makan yang sudah terlihat yuri menyiapkan makanan untuk makan malam
"yuri apa kau yang memasak semuanya"
yuri menatap annisa sekilas lalu kembali menyiapkan makanan dan meminta annisa untuk duduk dan memakan apa yang dia siapkan untuk mereka.
annisa memakan itu dengan lahab karena lapar dan kelelahan karena dia sedang mencari pekerjaan tapi tidak menemukannya
"makanlah perlahan. bagaimana, apa kau sudah menemukan pekerjaan"
annisa menarik nafasnya dalam lalu berkata
__ADS_1
"belum".