
annisa dan yuri berjalan menuju kelas mereka dengan memegang ponsel di tangan mereka
tak
langkah yuri terhenti saat melihat perkumpulan dosen tampan berjalan menuju mereka
"nisa lebih baik kita berbalik segera itu ada pak kenzo" ucap yuri. tapi tidak di hiraukan annisa yang masih fokus dengan ponselnya dan terus berjalan tanpa menghiraukan perkataan yuri hingga dia menabrak kenzo
akhh....teriak annisa mengusap dahinya yang menghantuk dada bidang kenzo
"jika berjalan itu pakai mata kenapa harus berjalan di depanku" ucap annisa berteriak. mendongak
terlihatlah mata besar kenzo menatap annisa dengan tatapan dipicingkan
"pak kenzo" kaget annisa
annisa siap untuk berlari meninggalkan kenzo tapi tangannya sudah di tahan oleh kenzo
"mau kabur" ucap kenzo. menarik tangan annisa
"aha ha tidak pak. saya ingat saya ada kelas, jadi saya permisi dulu pak" ucap annisa. menarik tangannya paksa hingga lepas dan lari
rizky, arya dan william kaget melihat kelakuan annisa karena annisa sangat berani kepada kenzo sehingga mereka tertawa
phakk
"dia sangat berani" ucap arya tertawa. menepuk bahu kenzo
bugh
karena kesal kenzo menyikut perut arya hingga arya berteriak kesakitan tapi tidak di hiraukan oleh kenzo yang terus berjalan meninggalkan mereka dengan wajah kesalnya
"sialan tu si kenzo" oceh arya. mendengar itu william menyentil kepala arya
puk
"apa kau bodoh dia sedang kesal kau sebut seperti itu ya jelas lah lo dipukul tapi aneh kenapa kenzo tidak memarahi atau memukul wanita itu seperti wanita lainnya" ucap william. keheranan
"jika kalian terus mengomel dan terdengar olehnya aku tidak tahu bagaimana nasib kalian nanti" ucap rizky meninggalkan arya dan william. mengejar kenzo
"wanita itu, kenapa sangat sulit untuk mengatakan kalau aku menghukumnya" batin, kenzo
kenzo terus berjalan menuju keluar sekolah dan membawa mobil hitam lamborghini miliknya meninggalkan sekolah
sore hari
kenzo masih mengendarai mobilnya sambil melamun hingga dia tanpa sengaja menabrak seorang wanita
brakk
"apa yang ku tabrak" ucap kenzo kaget. keluar dari mobil
kenzo mendekati wanita itu dan membantunya berdiri tapi wanita itu malah mengoceh
"heh tuan jika anda tidak bisa menyetir jangan membawa mobil" oceh wanita itu. menatap kenzo
__ADS_1
"pak kenzo" kaget annisa, wanita itu
annisa menjauhkan diri dari kenzo hingga yuri berteriak
"nisa kamu tidak apa-apa kan" teriak yuri. membolak-balik kan badan annisa
annisa mengangguk membuat yuri menghela nafasnya lega dan menatap kenzo lalu berbisik kepada annisa
"nisa apa pak kenzo dendam sama kamu terus dia nabrak kamu" bisik yuri.
annisa hanya menggelengkan kepalanya tidak tahu dan mengangkat bahunya membuat yuri menghela nafasnya
"huh baiklah"
brak
kenzo menutup mobilnya dengan kasar membuat ocehan keluar lagi dari mulut annisa
"memang pria yang tidak sopan bukannya minta maaf dia malah menutup mobil dengan kasar" oceh annisa. mengejek kenzo
kenzo yang melihat annisa mengoceh hal buruk tentangnya lantas dia membuka kaca mobilnya dan berkata
"berisik"
kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat kesal annisa
"ck pria itu benar-benar membuatku kesal" ucap annisa. mengehentakkan kakinya
"sudahlah, bukannya kau ingin ikut aku ke kafe" ucap yuri menenangkan. menarik tangan annisa
annisa mengangguk dan mengikuti langkah yuri yang menarik tangannya berjalan hingga 15 menit perjalan dan sampailah mereka di sebuah kafe
"kk mira" sapa annisa. memasuki kafe
mira adalah salah satu dari mereka juga tapi mira di adopsi oleh keluarga sederhana membuatnya bisa sedikit bebas dan mira lebih tua 1 tahun dari mereka
bukannya di sahut oleh mira mereka malah disambut oleh seorang wanita cantik yang berjalan mendekati yuri dan annisa dia menyapa mereka
"aaaa kk lusi" ucap annisa memeluk lusi, wanita itu
"kapan kau kembali" tanya yuri. penasaran
"tadi, dan aku langsung kesini" sahut lusi. memeluk annisa
lusi juga salah satu dari mereka seorang anak yatim piatu dari panti asuhan yang sama tapi lusi 2 tahun lebih tua dari mereka semua membuatnya lebih dewasa dan dia baru kembali dari luar negri karena pekerjaan yang mengharuskannya untuk kembali
"lalu dimana kk mira" tanya yuri. membuat lusi menggelengkan kepala tidak tahu
mereka semua duduk di kursi menunggu kedatangan mira hingga tidak lama kemudian
tak tak tak
langkah kaki seorang wanita mengenakan high heels mendekati mereka
"heyo ngapain" sapa mira. wanita itu
__ADS_1
"menunggumu" ketus lusi. membuat mira berteriak dan memeluknya
"kau kembali tapi kenapa tidak memberitahuku" ucap mira. bahagia
"kau sulit untuk di hubungi" sahut lusi. memeluk mira
"jangan saling menyalahkan lebih baik kalian membantuku membuka kafe ini" ucap yuri. bergerak membuka kafe
kafe mereka memang di buka malam hari dari jam 6 sore dan akan tutup hingga jam 10 malam karena mereka hanya menjual kopi dan sedikit makanan hangat untuk menjadi santapan makan malam
mereka bergerak membuka kafe kecil mereka karena saat ini sudah jam setengah 6 sore
satu jam berlalu dan kafe mereka kini sudah ramai di kunjungi orang untuk makan malam hingga mira kelelahan untuk melayani tamu
"nisa bantu aku" ucap mira. membuat annisa mengangguk dan bertanya kepada siapa makanan itu di berikan
"meja nomor 15 di ruangan VIP " sahut mira. mengarahkan
annisa pun membawa nampan berisi 3 porsi nasi goreng dan 4 gelas kopi hangat dia berjalan menuju meja nomor 15 di ruangan VIP
kreet
annisa mendorong pintu ruangan itu
"permisi tuan pesanan anda" ucap annisa sopan. meletakkan nasi goreng dan kopi hangat itu di atas meja
disana terdapat 4 orang pria tampan sedang duduk dan menunggu makanannya hingga annisa meletakkan itu membuat salah satu dari mereka berkata
"si tomboy" ucap rizky. membuat 2 orang lainnya ikut menatap annisa
"pak rizky" kaget annisa. lalu menatap ketiga pria lainnya dan tatapannya terhenti kepada seorang pria tampan yang fokus menatap ponselnya
"pak kenzo" batin annisa
annisa yang kaget melihat kenzo langsung meninggalkan ruangan itu membuat arya bingung
"kenapa dengan wanita itu" bingung arya. menatap annisa yang pergi
"itu si tomboy, aku rasa dia takut melihat kenzo" sahut william. menyindir
tak
kenzo meletakkan ponselnya di atas meja lalu menatap william dia berkata
"apa masalahmu"
"Wow canda bos" kaget william. cengengesan
tuk
arya menyentil jidat william dia berkata
"bos bos kepalamu tuh bos"
"ya kan gue cuman bejanda" ucap william. memegang dahinya
__ADS_1
"becanda mulu lu gak liat tuh muka si ken udah kayak mau makan lo" ucap william. mengancam
...~♥~...