Mengejar Cinta Tuan Angkuh

Mengejar Cinta Tuan Angkuh
Bab 2


__ADS_3

"apa"


karena kenzo adalah orang yang tidak bisa berkata lembut sehingga dia mengatakan itu dengan berteriak


"itu benar dan apa kau tahu siapa yang mengatakan itu" ucap rizky. membuat penasaran kenzo


"katakan" tegas kenzo


"hah memang tidak bisa bercanda denganmu" keluh rizky menghela nafasnya


"itu si tomboy yang mengatakannya" jelas rizky singkat


"baiklah kemarin malam masih mengumpati aku dan sekarang dia mengatai aku, kamu tunggu saja" batin, kenzo


kenzo berjalan cepat meninggalkan rizky dan menuju ruang kelas ekonomi bagian sekretaris yang juga merupakan kelas annisa


tap tap tap


langkah kaki panjang kenzo membuat ruangan yang tadi berisik karena terdengar banyak perkataan mereka yang berbicara kini hening tak Bersuara


"baiklah anak-anak....."


belum sempat kenzo menyelesaikan perkataannya annisa malah memotongnya


"pak kita bukan anak tk" ucap annisa. membuat semua orang tertawa


puk


sebuah penghapus menimpuk kepala annisa membuatnya kesal dan berdiri


"pak apa yang bapak lakukan" tanya annisa. berdiri dengan berkacak pinggang


kenzo berjalan mendekati annisa lalu mengambil penghapus itu dan menyentil kepala annisa dia berkata


"berisik"


kenzo kembali ke depan dan membuka bukunya tanpa menghiraukan tatapan kesal annisa


dia mengajar hingga jam istirahat tiba


"pak bapak berniat mengajar kami sampai kapan ini sudah jam istirahat pak" sindir annisa. menatap kenzo


tak


kenzo menutup buku tebal di tangannya dan meletakkan itu di atas meja dia berdiri lalu berkata


"istirahat"


langkah kaki kenzo melangkah keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju kantor hingga


brakk


seseorang menabraknya membuat kenzo berbalik dan tanpa sengaja mencium kening orang yang menabraknya


"maaf paaaaak" ucap annisa. memegang dahinya

__ADS_1


kenzo terdiam melongo tak bersuara hingga tangan annisa membuyarkan lamunan kenzo


"pak" ucap annisa. melambaikan tangannya di depan kenzo


"kenapa kau berlari" tanya kenzo dengan angkuh. menatap tajam annisa


annisa tidak menghiraukan perkataan kenzo dan berlari meninggalkan kenzo seperti di kejar seseorang membuat kenzo menatap kepergiannya dengan bingung


"kenapa wanginya sangat harum tidak seperti wanita lainnya yang membuatku muak" batin, kenzo


kenzo tersenyum menatap kepergian annisa hingga bahunya di tepuk oleh rizky


phakk


"demi apa, aku melihat tuan angkuh tersenyum" ucap rizky. merangkul bahu kenzo


kenzo melepaskan rangkulan tangan rizky lalu melanjutkan perjalanannya menuju ruangan berkumpul dosen dan di kejar oleh rizky


dia memposisikan tubuhnya untuk duduk di kursi dan bersandar lalu menutup matanya dan tersenyum di bibirnya membuat semua orang yang berada di ruangan berkumpul dosen keheranan


"apa yang terjadi padanya" ucap william. keheranan menatap kenzo


william adalah seorang dosen yang juga teman kenzo karena mereka satu angkatan


"entahlah, aku saja bingung tadi dia juga tersenyum" sahut rizky. duduk di kursi


"mungkin dia gila" ucap arya. baru datang dan langsung duduk


arya adalah seorang dosen senior dan juga kakak kelas mereka yang pintar. usia arya terpaut 1 tahun lebih tua dari kenzo dan yang lainnya.


kenzo hanya terus tersenyum tanpa menghiraukan bisikkan oleh teman-temannya hingga


brakk


masuklah dua orang wanita cantik membuat arya, william dan rizky lantas berdiri


"apa yang kalian lakukan" tanya william. menatap dua wanita itu


"be begini pak kami di kejar oleh anjing penjaga jadi tolong kami pak" ucap annisa terengah-engah. menutup pintu


"kau selalu membuat masalah" ucap rizky. membuat annisa menatapnya sinis dan kedua tangan di pinggan


yuri yang melihat tatapan annisa dia menurunkan tangan annisa lalu merangkul annisa dia berkata


"maaf pak kami hanya ingin berlindung sebentar hingga anjing penjaga itu lewat" ucap yuri. menunduk dan meminta maaf atas tindakan annisa


"baiklah, tapi kenapa kalian di kejar oleh anjing penjaga" tanya arya sopan


"saat kami berjalan annisa tidak sengaja menendang kaleng minuman hingga mengenai anjing itu" jelas yuri. mendengar itu arya, rizky dan william tertawa


"aku kan tidak sengaja" ucap annisa. dan di jawab oleh yuri baiklah


"ini semua gara-gara pak kenzo yang membuatku kesal awas saja jika aku bertemu dengannya akan aku... " ucap annisa mengoceh. hingga sebuah suara membuatnya tidak menyelesaikan ocehannya


"akan apa" ucap kenzo. memicingkan matanya menatap annisa

__ADS_1


mata annisa terbelalak tidak percaya melihat kenzo yang muncul dari belakang arya, william dan rizky


"sial kenapa ada pak kenzo di sini aku sedang mengocehinya dia pasti akan memarahi aku, aku harus pergi" batin annisa


annisa terus berfikir untuk pergi hingga suara anjing penjaga sudah lewat membuatnya menarik tangan yuri dan membuka pintu lalu berlari meninggalkan ruangan itu


"wanita itu sangat berani, setelah mengocehi kenzo dia pergi" ucap william. tertawa


mendengar ucapan william arya dan rizky pun ikut tertawa


"diam" teriak kenzo. membuat mereka semua terdiam


"wanita itu lihat saja bagaiman aku akan membuatmu berdiri di depan tiang bendera" batin kenzo


......~♥~......


annisa yang berlari itu menghentikan langkah kakinya karena merasa sudah jauh dari ruangan dosen


dia mengehla nafas terengah-engah


"kenapa kau mengoceh seperti itu jika di hukum oleh pak kenzo kau akan berdiri di tiang bendera dan menjadi pajangan hingga jam pulang kampus selesai" ucap yuri.


"itu semua memang salah pak kenzo, dia membuatku kesal lalu di kejar anjing penjaga" oceh annisa. yuri hanya memutar bola matanya mendengar itu


plak


sebuah tamparan mendarat di pipi mulus yuri membuat mata annisa menatap tajam orang itu


"apa yang kau lakukan" teriak annisa. ingin menampar orang itu tapi tangannya di tahan oleh yuri


"desi ada apa denganmu" ucap yuri sabar. sambil menahan tangan annisa


"alex masih menyukaimu dan dia memintaku untuk putus ini pasti gara-gara kamukan" ucap desi. membuat geram annisa


"aku tidak menyukai alex dan tidak pernah meminta dia untuk memutuskanmu" ucap yuri. melangkah pergi dengan menarik tangan annisa


plak


desi menampar yuri sekali lagi dan berkata "heh aku tahu kau masih menyukai alex"


yuri memegang wajahnya yang di tampar oleh desi sebentar kemudian melangkah maju mendekati desi dan


bugh


yuri menendang perut desi lalu menarik rambut desi dan mendekatkan wajah desi mendekatinya lalu berkata


"aku sudah pernah bilang jangan menguji kesabaranku karena aku adalah orang yang sulit untuk sabar jika kau terus mengujiku"


yuri melepaskan tubuh desi dan melangkah pergi membuat annisa berdiri dengan melipat tangannya di dada dia menatap desi


"jangan pernah mengganggu yuri karena kelinci juga bisa menggigit saat dia terluka dan nikmatilah kekalahanmu" ucap annisa. tertawa meninggalkan desi


annisa mengejar kepergian yuri dan merangkulnya lalu berjalan bersama


"dia benar-benar membuatku kesal" ucap yuri. membuat anisa mengangguk

__ADS_1


mereka terus berjalan hingga tanpa sadar ada seseorang yang melihat kejadian itu dan tersenyum licik dia berkata dalam hatinya


"aku menemukan kebenaranmu, kau tunggu saja besok akan ada berita besar menantimu" .


__ADS_2