MENGERTI DARI MENCARI

MENGERTI DARI MENCARI
Episode 1


__ADS_3

Tiiiiiiiiiiitttttt..


Suara alarm pukul 05.00 WIB berbunyi, Lilis bangun dari tidurnya dan ceek..ceek..kucekan mata selalu ia kerjakan disaat bangun tidur. Sholat subuh dan mengaji Lilis laksanakan,,,gadis yang baru lulus SMA ini memang rajin beribadah, ia tinggal seorang diri di rumah milik kakak sepupunya yang memang tidak ditempati, selepas sholat subuh Lilis pergi ke warung kelontongan yang berada tepat disamping rumah, meskipun tinggal sendiri ia lebih suka dan selalu masak sendiri demi menghemat kiriman dari orang tuanya, yaa..Lilis terlahir dari keluarga yang sederhana, ia tahu pasti bagaimana sulitnya kedua orang tuanya mencari uang. Ayah Lilis hanyalah seorang pegawai negeri sipil yang mengajar di sekolah menengah dengan gaji pas pasan yang telah digunakan untuk membayar pinjaman bank guna membangun rumah dan biaya pendidikan Lilis, sedangkan ibu Lilis hanyalah ibu rumah tangga yang sehari-harinya bekerja di kebun menanam sayur mayur untuk membantu ayah memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selesai masak Lilis segera mandi dan bersiap-siap untuk menjalani hari pertamanya masuk kuliah disemester dua,


..Tiiiiiiiitttt


...tiiiiiiiiiittt


suara alarm kedua Lilis berbunyi tepat pukul 07.00 WIB , itu artinya sudah waktunya Lilis berangkat ke kampus,


"Selamat pagi pak RT", sapa Lilis diseperempat jalannya,


"selamat pagi Lilis, mau berangkat kampus?"


"Iya pak, mari pak "

__ADS_1


"iya Lis, hati hati "


Lilis berjalan lagi sambil melihat kebelakang berharap ada sebuah motor yang lewat yang bisa ia tumpangi sebelum ia lebih jauh lagi berjalan kaki menuju jalan utama, Kampus juga sangat jauh letaknya dari rumah, jarak kampus dari jalan utama tempat Lilis menaiki angkot sekitar 5Km, itulah kenapa Lilis selalu brangkat lebih pagi meski jam masuk kuliah adalah pukul 08.00 WIB karena Lilis harus berjalan kaki sekitar 15 menit dari rumah dan menaiki angkot selama 30 menit lamanya karena kalian pasti tahu, angkot suka ngetem.


Sesampainya dikampus, sebuah lirikan mata Lilis menuju arah gazebo , ia mencuri kesempatan meski sambil berjalan menuju kelas, dilihatnya seseorang yang ia kagumi akan parasnya yang manis tengah duduk dan mengobrol dibawah gazebo dengan teman-temannya.


Rasa kagum Lilis tak lebih dari rasa mengagumi, sosok Satria adalah pria idaman yang ia kagumi karena postur tubuh dan senyumannya yang manis ia hanya senang melihat senyuman pria yang menurutnya bukanlah senyuman lelaki yang murah yang akan menghumbar karismanya agar disukai banyak wanita.


"Manis.."


"Liss...sini duduk deket gua"


sapa Dwi dari barisan bangku paling belakang saat Lilis sudah melangkahkan kaki kedalam kelas. Dwi sangat mengagumi Lilis, ia selalu mencoba mendekati Lilis sebisanya, namun Lilis adalah seorang gadis yang belum pernah berpacaran sampai-sampai ia tidak mengerti arti basa basi pria yang suka mendekatinya..


"Sini si lis, ujar dwi..

__ADS_1


Lo ini gak asik bener gak mau duduk sama gua"


Lilis hanya senyum dan menyapa


"Aaaihh di belakang ngapain wi, depan aja lah duduknya biar kedengeran nanti pas bu Rida jelasin materi"


"iissssttt lo ini, susah bener"


ucap dwi dengan salah tingkah menjawab Lilis


Materi dimulai, seperti kampus umumnya saat materi dimulai, suasana hening dan fokus menyimak, lain dengan dwi ia sibuk menggodai lilis dengan berbisik mencoba mencuri perhatian dengan berbasa basi, dengan kalimat manis ia memuji lilis akan penampilannya namun lilis enggan untuk meladeni dwi, sesekali bahkan dwi menulis di atas kertas dan mengopernya ke lilis, tulisan itu berbunyi "aku tresno" lilis yang membaca hanya diam karena ia tak mengerti apa arti tulisan dwi.


Dwi salah satu mahasiswa ganteng dan cool di kelas, banyak mahasiswi yang ingin mencuri hatinya selain itu dwi juga mahasiswa yang cerdas dan mahir berbahasa inggris walau nada bicaranya terkesan medok karena ia terlahir dari keluarga suku jawa dan meski tinggal dan lahir di Lampung dwi berada di daerah yang lingkungannya mayoritas orang jawa.


Sejak pertama bertemu lilis, dwi sudah jatuh hati apa lagi saat pertama melihat lilis disemester pertama, lilis masih sangat polos tanpa make up namun tetap cantik alami, kulit putih dan senyuman manis lilis mampu membuat dwi kagum dan jatuh cinta, yaa..dwi memang mengincar lilis menjadi kekasih hatinya, akan tetapi dwi sadar lilis bukanlah tipe cewek yang langsung luluh karena kegantengannya sampai akhirnya dwi melakukan pendekatan dan menjafi teman dekat lilis

__ADS_1


__ADS_2