
Ntah apa yang dimaksud oleh teman-teman tadi dikelas, rasanya aku tidak pernah mengejar atau menggoda dwi ..
kesal lilis dalam hati sambil berjalan pulang.
Sesampai dirumah lilis mengecek Hp nya,
dan benar saja ada pesan satria belum terbaca
"Dek udah pulang? jemput ya".
Akgggh...telat, baru juga sampai dirumah pikir lilis, namun sungguh malas ia membalas pesan satria, perasaan lilis masih tidak enak mendengar ejekan-ejekan temannya tadi. masih terngiang-ngiang tawa mereka yang lilis tidak tau sama sekali apa penyebabnya, raut wajah dwi yang sumringah seolah bangga dengan diri sendiri dan bertingkah seolah ia pria yang dipuja setiap wanita yang ada dikelas..Hanyut dalam pikiran tersebut ilis terkejut mendengar suara
Kriiing...kringgg..kring..
panggilan masuk satria, lilis pun menjawab
"Hallo Assalamualaikum kak"
" Waalaikumsalam, kok gak dibales dek,,mau dijemput gak?"
Aku udah dirumah kak..kakak telat si smsnya"
"terus kenapa gak bales? tanya satria"
"aku lagi kesel, gak enak badan juga kak"
"Lah kenapa?"
"itu kak..td dikampus aku.......blablablabla"
panjang cerita lilis kepada satria, satria hanya heran dan sesekali menghibur kekasihnya itu
"sudahlah, gak usah dipikirin amat, mungkin itu candaan aja kamunya jangan terlalu sensitif"
lilis hanya terdiam malas berdebat dengan satria lalu berpamitan ingin tidur siang dan yaaaahh lilis tidur siang dengan pulas..
__ADS_1
Hari berganti minggu, Lilis mendengar kabar tidak enak dari temannya,
"lis kata anak-anak lo suka banget sama dwi dan ngejer-ngejer dia ya, masa ia sih lis"
"ah lo id, kok ngomong gt..siapa yang bilang?"
"ituloh dikelaskan suka denger candaan dwi dan kawan kawannya pas lo keluar kelas mereka mulai becanda gitu"
becanda gimana?" lilis terkejut dan hampir tak percaya
" yaaaa mereka bilang gini,,, Tuuuh cewek lo udah keluar tapi ya nada candaan gitu si lis, terus dwi langsung menyaut
"aaaiihhss males gua dia mah gak kapok kapok duduk deket gua, ilfil padahal gua"
Lilis hanya diam, meskipun dalam hatinya ia ingin sekali menghampiri dqi dan bertanya apa alasannya berkat begitu
"owh jadi gak bener ya, yasudah ..gua cuma mau memastikan aja, karena penasaran aja gua, Sorryy ya lis kalo lo tersinggung"
"Aah santai aja da, gua gak tersinggung kok, yauudah ya gua duluan"
Lilis ridak menyangka rupanya candaan yang dilakukan teman-teman akrab dwi itu berasal dari kekonyolan dwi sendiri, sungguh lilis tidak pernah menduga kalau sahabatnya itulah yang memulai dan mempropokasi teman-temannya.
Apa alasan dwi sampai mengaku-ngaku begitu, apakah ia ingin terlihat tampan, atau dinilai hebat? Aaahh "ntahlah " pikir lilis
Sejak itu, lilis selalu menghindar dari dwi dikampus, ia memang tidak pernah menghampiri atau menanyakan langsungp dengan dwi apa maksud cerita temannya itu, melihat dwi dari kejauhan saja lilis sdah muak dan malas berpapasan. Persahabatan mereka benar-benar sudah tak seperti dulu, dwi dan lilis sudah tak saling mengenal satu sama lain..dikelas pun dwi terlihat masa bodo begitupun lilis.
Lilis menyayangi satria, saat ini baginya hanya ada satria, tempat ia memgeluh dan bercerita sepanjang hari. Lilis sangat mempercayai satria dan yakin kalau satria akan setia padanya, Gadis lugu itu tidak sadar bahwa satria adalah pria kota yang dengan face yang ia miliki dan kondisi keluarga yang mapan bisa dengan mudah menaklukan banyak wanita seperti dirinya yang berasal dari desa.
Lilis begitu lugu, namun ia bukan lah cwek murahan. Saat lilis pulang kampung liburan semester lilis tidak menaruh curiga apapun kepada satria apabila satria tak membalas smsnya atau bahkan tak membalas teleponnya. Satria sering beralasan sedang ada latihan footsal atau kadang beralasan sedang ada kumpulan organisasi, Satria adalah sosok kakak tingkat yang aktif di organisasi jurusannya , bahkan ia adalah salah satu pengurus organisasi tersebut jadi lilis percaya saja dengan alasan alasan satria saat tidak bisa menghubungi lilis.
Tiiiiiittt...
Pesan satria masuk saat lilis baru akan tidur,
" Dek besok kakak mau antar temen kakak belanja kebutuhannya ya, bolehkan?'
__ADS_1
"Boleh kak, memangnnya siapa?"
"temen kakak waktu SMA dulu, dia temen akrab baru pulang dari jakarta. jadi kurang paham jalan kota yang sekarang karena banyak yang berubah"
dengan lugunya lilis meng'iyakan' tanpa bertanya teman itu wanita atau laki-laki.
dan esoknya benar saja tidak ada satu pesan pun yang masuk dari satria. Lilis mengirimi pesan disiang hari, yang ia tahu hanya bervelanja kebutuhan saja. kebutuhan apa dan untuk apa tidak ia tanyakan pada satria.
"udah pulang kak?" tulis pesan singkat lilis untuk satria tetapi belum ada balasan, lilis pun menelpon disore hari namun tetap tak ada respon dari satria . Sampai malam tiba pukul 20.00 WIB lilis masih mengirimi pesan
"kak, sudah pulang ? jam berapa tadi pulang kok belum balas balas"
Kantuk lilis sudah datang, lilis hanya berharap pesannya dibalas namun pikirannya tak ada kecurigaan sedikitpun pada satria.
"Baru pulang dek,, maaf ya baru pegang Hp"
Wow....pukul 21.14 WIB satria baru menjawab pesan lilis,
"habis kemana aja kak, kok pulang malem? kan cuma belanja"
"tadi belanja siang trus lanjut makan sambil ngbrol dek, maklum lama gak ketemu lupa waktu sampai magrib"
lilis hanya membalas dengan tanda tanya saja dan satria melanjutkan penjelasannya
" Magrib dijalan terus lanjut karokean jadi baru pulang"
"Dari pagi keluarnya?" Lilis mulai berfikir
"iya dek, ya gimana namanya temen akrab lama gak ketemu"
"Cewek kak?"
"iya dek, mega namanya rumahnya juga deket komplek rumah kakak kok"
Ceeess, hati lulis mulai menyadari ada yang aneh, ia baru berfikir kenapa sebelumnya ia tak menanyakan tentang temannya dulu baru mengizinkan satria untuk mengantar belanja. Lilis sudah mulai membaca kenakalan satria namun ia tetap kalem dan tak mau panjang meminta penjelasan satria.
__ADS_1