
Hsssttt'''...
Hening dan suara angin sore kian jelas, Lilis dan dwi sama-sama bingung melanjutkan pembicaraan dan akhirnya sibuk menghabiskan es dugan masing-masing.
"udah jam 5 sore ni wi,,pulang yuk"
lilis memulai untuk menengahi keheningan sambil bangun dari tempat duduknya
"yaudah ayuk, besok lu kuliah ?" tanya dwi
"kuliah dong,"
"gua jemput ya?? ayolah sesekali..
sambil sumringah dwi menawarkan diri menjemput lilis esok hari saat kuliah, namun tetap saja lilis menolak.
"udah deh,,gua naek angkot aja, kan masuk pagi nanti yang ada lu kesiangan brabe deh gua"
ejek lilis pada dwi
__ADS_1
mereka pun berpisah dan kembali ke rumah masing-masing. Sesampai dirumah lilis membersihkan diri dari keringat yang sudah lengket di kulitnya, meski asik memberaihkan diri dengan sabun kesukaannya, tetap saja lilis masih terbawa suasana perasaan yang bingung dengan pembicaraan dwi tadi di lapangan, ia bingung akan seperti apa nantinya hubungan pertemanan mereka jika sudah begini, bagi lilis sebenarnya dwi adalah laki laki yang ia suka, tetapi ia takut bila nanti mereka memiliki hubungan, jika memang mereka tidak berjodoh, hubungan mereka malah akan pecah dan bisa-bisa tidak ada komunikasi lagi.
Lilis juga memiliki perasaan sebenarnya hanya saja karena pertimbangan itu, ia berfikir bukan waktunya , mungkin nanti ia bisa memberikan kesempatan menjalin hubungan dengan dwi.
selesai mandi, sambil bersantai istirahat dikamar lilis mencari Hp, sudah ada 5 pesan belum terbaca rupanya
.. satria ternyata, gumam lilis
tangan lilin sangan lincah mengetik sms balasan, terkadang senyum-senyum ia dibuatnya. begitulah lilis dan satria bertukar sms dan telponan hingga setelah beberapa bulan komunikasi dan bertemu beberapa kali akhirnya mereka berpacaran
Pacar pertama, ya.. akhirnya pilihannya jatuh kepada satria, dan lilis sangat menyayanginya begitupun satria. hampir setiap hari lilis dan satria erngkat dan pulang bersama dari kampusq. namun saat dikampus keduanya tidaklah seperti pasangan lainnya yang memamerkan kemesraan, keduanya fokus pada kuliah masing masing saat jam kuliah dan tetap bergaul dengan teman sekelas tanpa harus berduaan kemana-mana.
Sampai akhirnya kabar lilis jadian dengan satria terdengar oleh dwi, dwi mulai menjauhi lilis dan berteman dengan mahasiswa mahasiswi yang dianggap anak-anak kampus lebih gaul dari yang lainnya. Dari teman- teman barunya itu dwi mulai merubah penampilannya, dwi yang memang sudah cool menjadi lebih cool lagi ketika ia memakai pakaian trand dan mahal. Teman temannya pun terkenal memiliki gengsi yang luar biasa, sampai sampai mereka tidak mau berteman dengan mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari daerah-daerah. gaya biacara dwi yang dulu medok jawa meski berbicara dengan bahasa Lo gua, kini lebih fasih karena memang ia memaksa diri untuk lebih keren lagi.
"Dwi....."
sapa lilis sambil tersenyum dengan polosnya, akan tetapi dwi hanya membalas senyuman biasa tanpa menjawab sapaan lilis. Lilis ahirnya menghabiskan makanannya dan segera pergi dari tempat itu karena kesal dengan cara dwi yang membalas senyumnya.
Sesampai dikelas kembali, lilis duduk ditempat ia biasa duduk. namun anehnya ada ejekan-ejekan dari beberapa mahasiswa yang rupanya teman akrab dwi yang sekarang.
__ADS_1
mereka berbisik sambil meliriki lilis, lilis heran tidak tahu apa salahnya..
Suara cekikikan datang dari arah luar rupanya dwi dan temannya kembali dari kantin dan amsuk kelas juga, sampai didalam kelas dwi duduk tak berjauhan dari lilis.
"Ciyeeee duduk deket fansnya"
Nita mengejek dwi lau yang lainnya ikut tertawa dan mengejek dwi
lilis bingung, karena yang berdekatan dengan dwi hanya dirinya selain mereka yang tertawa barusan. "siapa maksud mereka fans dwi? gumam lilis dalam hati. Tiba tiba Nita mengajak lilis berbicara dari arah yang agak berjauhan
"Seneng nih lilis duduk deket dwi, dwi kan ganteng" sambil ckikikan nita berkata begitu.
Nita adalah salah satu mahasiswi yang bergaya dan memiliki gengsi tinggi dikelas, yang juga merupakan teman akrab dwi saat ini.
Lilis hanya senyum tak mengerti maksud mereka
"Lis, lo bahagia kan hari ini dwi duduk deket lo jadi lo gak perlu lagi ngejer ngejer dia" ujar Fika
mendengar pembicaraan fika , Lilis terkejut dan berfikir keras
__ADS_1
'apa yang mereka maksud dengan mengejar ngejar dwi'
sampai akhirnya ejekan selesai karena kelas segera dimulai.