
Pagi hari yang cerah seperti biasa Karlha sarapan sendiri, seharusnya pagi pagi Karlha semangat tapi pagi ini dia terlihat sedih, karna tidak tega melihat Argian bersedih .
Setelah sarapan , Karlha bersiap siap untuk kerumah Argian . Sedangkan kondisi Argian sangat parah karna Argian selalu memarahi orang orang disekitarnya walaupun mreka tidak melakukan kesalahan.
Akhirnya Karlha sampai dirumah Argian , saat Argian melihat Karlha wajahnya begitu tidak menyukai Karlha ia ingin mengusirnya tapi Karlha bilang " Sabar dulu , jangan biarkan kesedihanmu menguasai emosimu" kata Karlha.
Seketika Argian terdiam " Aku membawakan makanan untukmu dan adikmu , aku akan memanggil adikmu dulu. kata Karlha.
Setelah Karlha memanggil adik Argian ,Argian dan adiknya makan walaupun terlihat tidak punya selera makan .
" Ayo makan dengan lahap supaya kalian tidak sakit " kata Karlha . " Aku tidak ingin makan " kata Argian . " Aku juga " kata adik Argian . Lalu Karlha menyuapi mreka makan " Bagaimana enakkan ?!" kata Karlha.
Setelah mreka tahu makanannya enak , mreka makan dengan lahap sekali , itu membuat Karlha senang .
Setelah sarapan , mreka terlihat sedih lagi , akhirnya Karlha mencoba membuat suasana menjadi menyenangkan dengan mengajak mreka bermain petak umpet .
Awalnya Argian menolak tetapi adiknya dan Karlha memaksanya jadi akhirnya dia mau ikut , dan yang menghitung adalah Argian " Wah sangat bagus , tadi aku tidak mau ikut dan saat aku mau ikut aku yang menghitung " Kata Argian. Tapi adiknya dan Karlha tidak mendengarkannya.
Akhirnya Argianpun menghitung Karlha bersembunyi di suatu ruangan entah ruangan apa ia tidak tau itu ruangan apa , sedangkan adik Argian yang bernama Adel bersembunyi dikamarnya .
__ADS_1
Secara tidak sengaja Karlha menyenggol sesuatu dan sebuah kotak kecil jatuh, karna penasaran ia membuka kotak tersebut dan ternyata isinya adalah sebuah surat .
Karlha fikir itu adalah surat yang penting jadi Karlha tidak membukanya secara sembarangan ia langsung keluar ruangan dan bicara pada Argian ia menemukan surat di suatu ruangan kerja.
Argian menerima surat itu dan ingin membacanya tapi tiba tiba Adel memarahi mereka karna bukannya bermain tapi mreka malah mengobrol .
Siangpun tiba setelah Karlha mengajak Argian dan Adel makan siang Karlhapun pulang dan ia akan kembali lagi sore nanti.
Saat Argian ingin ke toilet tidak sengaja ada surat jatuh dari saku celananya segera ia mengambilnya dan membukanya lalu membacanya .
Ternyata itu adalah surat warisan yang akan dibagi sama rata antara Argian dan Adel, Lalu tiba riba Adel menghampiri Argian " Kakak kakak, aku menemukan sebuah surat dikamar ibu dan ayah " kata Adel.
Lalu Argian membuka dan membaca isi surat tersebut.
...Jika ayah dan ibu meninggal kami berdua menitipkan warisan untukmu jika adikmu sudah dewasa berikan separuh harta kami kepadanya , dan juga kami menitipkan seseorang yaitu Karlha ke kamu ....
...Nikahi dia ya Argian karna hanya dialah...
...yang berhak memiliki kamu , dan...
__ADS_1
...jaga adikmu sekolahkan dia disekolah yang pantas dan yang terbaik....
...Kami menyayangimu.........
...Dari Ibu ..."...
Argian yang membaca itu sangat terkejut mengapa ia harus menikah dengan Karlha , mengapa orang tuanya menitipkan Karlha padanya sedangkan ia sangat membenci Karlha .
Lalu Argian meminta Adel ke kamarnya , iapun menelpon Karlha " Hallo , aku ingin kita bertemu di cafe Mawar Cinta sekarang " kata Argian. " Baiklah " kata Karlha .
Sesampainya Karlha disana , Argian menceritakan hal itu pada Karlha dan Argian ingin menikahi Karlha tapi karna keinginan orang tuanya , mau tidak mau Karlha harus menuruti keinginan Argian untuk menikahinya .
...****************...
...----------------...
Bersambung ~~~
Jangan lupa dukung dengan like,
__ADS_1
komen, vote, dan tips baca ya . Terimakasih .
...Dan sampai jumpa.........