
Pagi yang cerah, Karlha terbangun dari mimpinya, dan ia segera menyiapkan baju Argian, dan pergi memasak.
Lalu setelah beberapa menit kemudian Argian terbangun dan langsung mandi, setelah selesai mandi ia memanggil Karlha.
" Karlha, Karlha !!! " kata Argian.
Lalu Karlha datang.
" Ada apa Argian ?" Tanya Karlha.
" Mana bajuku, akukan sudah pernah bilang siapkan bajuku setiap pagi, gitu aja lupa kamu!!!" Kata Argian. Lalu Karlha mengambilkan baju Argian yang tadi ia sudah ambil dan diletakan di kursi.
" Ini ada dikursi, kenapa tadi kamu gak cari dulu ?" kata Karlha.
Lalu Argian terdiam saja.
Akhirnya sarapan siap....
Hari ini Karlha memasak makanan kesukaan Argian, Adel, dan Nenek.
Mereka semua tampak sangat menikmati makanan yang dibuat Karlha, bahkan Argian terlihat seperti tidak makan sebulan saja.
Lalu setelah selesai sarapan, Argian pergi ke kantor.
Saat dikantor, terlihat hari ini Argian benar benar sibuk, pekerjaannya hari ini begitu banyak dan juga banyak rapat hari ini.
Karena saking lelahnya, Argian memutuskan mencari orang untuk dijadikan asisten sekaligus sekertaris.
Keesokan harinya terlihat ada lumayan banyak orang yang ingin mendaftar menjadi asisten sekaligus sekertaris.
Dan ada salah satu orang yang keterima, saat masuk ke dalam ruangan Argian.......
Argian sangat terkejut ternyata asisten dan sekertarisnya itu adalah teman lamanya.
Asisten itu perempuan bernama, Tiara.
Setelah itu Argian mengejak Tiara pergi ke cafe kantor.
Mereka pun akhirnya mengobrol tentang masa lalu, mereka terlihat sangat menikmati, saat mengobrol.
Malampun tiba....
Karlha terlihat sedang menunggu Argian di depan pintu.
__ADS_1
Lalu nenek datang....
" Karlha mengapa kamu disini ? " tanya nenek.
" Emm, Karlha sedang menunggu Argian nek " kata Karlha.
" Ayo masuk saja, di luar dingin nanti kamu sakit, mungkin sebentar lagi Argian pulang " kata nenek.
" Tidak nek, Larlha tidak apa apa kok, Karlha mau menunggu Argian disini saja " Kata Karlha.
" Ya sudah kalau begitu, tapi jika sudah sangat dingin masuk ya Karlha " kata nenek.
" Iya nek " kata Karlha.
Lalu beberapa jam telah berlalu dan hujan turun dengan deras, tetapi Argian belum juga pulang.
Karlha sangat gelisah, ia takut terjadi sesuatu pada Argian dijalan.
Lalu akhirnya Argian pulang saat itu menunjukan hampir jam 1 malam, saat Argian sampai Karlha memarahinya di depan pintu sambil menangis.
" Kenapa kamu pulang jam segini, jika memang kamu lembur tidak sampai jam segini kamu pulangnya, kamu tahu aku ini istrimu, aku takut terjadi sesuatu padamu, atau kau melakukan sesuatu yang biasa laki laki lakukan yaitu selingkuh, aku tahu aku ini hanya kamu beli Argian, tetapi aku tetap istrimu !!! " kata Karlha sambil menangis.
Walaupun hati Argian sekeras batu, tetapi ia tak tega melihat Karlha menangis apalagi itu gara gara dirinya.
" Maafkan aku, aku bersalah, tolong jangan menangis Karlha " Kata Argian.
Tetapi Karlha mendorongnya dan pergi ke kamar, karena Karlha fikir Argian tak punya hati atas semua yang dilakukannya pada Argian.
Lalu saat Argian masuk, Adel memarahinya juga.
" Kakak, kenapa kakak pulang, kenapa kakak tidak menginap saja di hotel, kenapa kakak tidak menuntaskan kehawatiran kak Karlha ?" kata Adel.
" Kakak tau, kak Karlha dari tadi menunggu kakak, bahkan walau dia kedinginan dia tetap menunggu kakak, bahkan saat dia kena hujan, dia tak minggir sama sekali, hanya demi menunggu kakak " Kata Adel.
" Iya kakak tau kakak salah, tapi kakak benar benar sibuk dari tadi " kata Argian.
" Aku tahu kenapa kakak tidak mau pulang dan kakak bilang kakak sibuk, pasti ada perempuankan yang datang dikantor kakak sehingga itu membuat kakak tak mau pulang sampai jam segini " kata Adel sambil menerawang saja.
Argian hanya terdiam karena ia sedikit merasa bahwa ia seperti itu.
Lalu Argian masuk ke kamar...
Ia melihat Karlha sudah tidur, dan Argian mengatakan.
__ADS_1
" Karlha, apa kau masih marah padaku ?" tanya Argian. Tetapi Karlha diam saja.
" Maafkan aku, sungguh aku minta maaf, aku tidak akan pulang malam malam lagi, aku janji " kata Argian. Tetapi Karlha tetap mendiamkannya.
Keesokan paginya .....
Karlha terbangun, saat ia melihat Argian tak ada disampingnya tetapi di bantal Argian ada sebuah surat yang bertuliskan " Tidak perlu siapkan aku baju kantor ". Tentu saja Karlha tak menyiapkannya.
Akhirnya Karlha mandi, selesai mandi Karlha turun berniat untuk memasak, tetapi saat ia melihat di meja makan, sudah banyak makanan terletak di atas meja, dan ia melihat Argian yang rupanya yang memasak.
Lalu Karlha, Adel, dan nenek diminta untuk mencicipi makanan yang ia buat.
Saat Karlha makan, wajahnya terlihat menunjukan bahwa makanan yang dibuat Argian tidak enak.
Tapi ia tetap mengatakan bahwa makanan buatannya itu enak, bahkan nenek juga mengatakannya.
Tapi itu semua tak bertahan lama karena Adel mengungkapkan rasa dari masakan buatan Argian.
Lalu Argian akhirnya mencicipi sendiri masakan buatannya dan meminta semua orang untuk tidak makan makanan buatannya.
Lalu Karlha mengajak Argian untuk memasak bersama sekaligus mengajarkan Argian bagaimana masak yang baik, bagaimana masakan tidak gosong dan sebagainya.
Ya walaupun Argian susah untuk diajari tetapi terlihat jika cinta kepada Karlha telah tumbuh itu membuat Karlha senang.
" Karlha, aku minta maaf ya, tolong maafkan aku " kata Argian.
" Hahahahahahahahha, iya iya aku maafkan, kau tau Argian tadi malam sikapmu terlihat benar benar seperti suami takut istri " kata Karlha sambil ketawa.
" Oh ya apakah seperti ini, tolong maafkan aku Karlha, aku tak akan mengulanginya lagi " kata Argian yang nada saat ia bicara membuat Karlha ketawa tak berhenti henti.
Dan episode 9 selesai......
Hallo semuanya gimana seru gak ?.
Semoga seru ya.
Sampai sini dulu ya semuanya.
Kalau kalian suka jangan lupa like, komen, beri hadiah dannnnnn sebagainya okey.
Sampai jumpa 🖐🖐😘.
BERSAMBUNG ~
__ADS_1