Menikah?

Menikah?
mahluk tampan


__ADS_3

Hai nama gue Karina Dwi Liana gue bisa di panggil Rin  atau Rina ! Umur gue baru saja menginjak 16 tahun Rina masih duduk di bangku SMA kelas Xl,di SMA swasta yang ada di desa.


Rina memang tinggal di disebuah desa, dimana masih terdapat banyak pohon-pohon rindang yang berjajar rapih disepanjang jalan dengan bebasnya.


Ibu Rina bernama Marni Maryati seorang ibu rumah tangga, yang punya keinginan untuk ikut kontes karaoke ia sering berlatih bernyanyi Walaupun suaranya pales.


Walaupun kelihatan nya aneh tapi ibu gue seorang ibu yang luar biasa. Beliau tidak pernah lupa untuk selalu meluangkan waktunya untuk gue.


sama seperti halnya kecap bang* dimana kecap hitam malika dijaga dengan sepenuh hati. Walaupun menyimpan banyak beban tapi ia bisa terlihat baik-baik saja didepan gue.


Ayah gue seorang penjaga toko disebuah toko sembako milik orang lain, ia memiliki hoby bermain bulutangkis bersama teman-temannya.


Ayah gue ayah yang hebat meskipun ia ditekan orang tuanya untuk menikah lagi tapi ia tidak mau dan masih setia pada ibu gue.


Nenek menginginkan cucu laki-laki sedangkan ibu gue sudah tidak bisa lagi hamil karena rahim didalam tubuhnya sudah diangkat,


keinginan nenek gue membuat mental ibu drop untuk beberapa bulan tapi sekarang ibu gue sudah kembali lagi normal dan sehat atas doa dan dukungan dari gue dan ayah yang selalu berkata tidak akan menikah lagi dan menjadikan ibu gue satu-satunya wanita di hidupnya.


Secara pribadi gue hanyalah seorang gadis tomboy tapi lumayan pintar Bahkan sering mendapatkan rengking satu, gue gak punya sahabat seperti orang-orang, sebagian teman-teman gue pun juga sering mengataiku atau bahkan memberi ku julukan si kutu buku


walaupun gue tipe cewek tomboy tapi gue berbeda dari kebanyakan cewek tomboy diluar sana hoby gue belajar, membaca dan tidak suka bergabung hanya untuk sekedar bergosip dan bolos kelas.


Diusia remaja gue, gue belum pernah jatuh cinta. Bukan berarti gue tidak normal melainkan gue masih dibilang terlalu tabu dengan hal-hal yang seperti itu


gue hanya belum  berpikir atau pun terpikir untuk masalah romansa SMA seperti teman-teman yang lainnya .


Gue masih terlalu menikmati masa-masa dimana usia remaja gue untuk belajar yang begitu membara


gue tak ingin memusingkan hal-hal seperti cinta monyet karena yang terpenting bagi gue untuk saat ini adalah gue hanya ingin sekolah dengan benar agar sukses dan dapat menikahi pria tampan dan kaya seperti pada novel-novel yang sering gue baca haha ...


***


Pagi ini Rina telah siap dengan seragam putih abu abu. Yang tertuliskan logo dari SMA merdeka mandiri dibagian dada kiri sebagai ciri pembeda dari sekolah lain. Rina telah menggendong tas punggung berwarna hitam miliknya.


Rina teringat sesuatu bahwa hari ini ada rapat yang dimana ia diharuskan lebih dulu datang ke sekolah.


Rapat kali ini diadakan di perpustakaan bertemu Bu Ratna dan satu orang siswa yang belum aku temui sama sekali karena kami berbeda kelas. Dan tak lupa Rina mengambil sebungkus permen karet untuk menemani nya .saat baru membuka pintu kamar


Rina !!


Teriak suara keras itu terdengar dari arah dapur. membuat Rina mau tak mau melangkah tergesah-gesah kearah suara.


Dilihat nya Marni yang sedang menata semua makanan yang telah ia masak diatas meja makan.


"Loh mamah tumben udah masak jam segini biasanya kan masih ngorok"


"Apa kamu bilang ngorok enak aja mamah gapernah ngorok ya !


" hari ini mama lagi semangat mau bawain ayah kamu bekel sebelum berangkat kerja. Yaudah buru duduk sarapan dulu nak !ajak marni saat melihat anaknya tak kunjung duduk di kursi seperti biasanya.


" Yah Rina gak bisa mah Rina harus buru-buru pergi kesekolah ada kumpulan buat olimpiade matematika pagi ini ". Ucap Rina padahal perut nya sudah keroncong dan air liur nya pun sudah mau menetes tapi mau gimana lagi ia sudah hampir terlambat.


"Yaudah gapapa sayang gih berangkat keburu siang nantinya ."

__ADS_1


"Yaudah Rina berangkat dulu ya mah sembari ia mengambil salah satu tangan ibunya untuk ia cium sebagai doa buat hari ini.


Rina bergegas menyusuri jalan yang tampak ramai meskipun banyak angkot-angkot yang berlalu lalang untuk mengantar siswa siswi kesekolah namun Rina lebih memilih untuk berjalan kaki saja karena tempat ia bersekolah tak jauh dari rumahnya hanya sekitar 10 menit ia akan segera sampai itung-itung sebagai olah raga dan berhemat.


Rina tak pernah malu walaupun ia harus berjalan kaki menurut nya kalo kaki masih bisa digunakan kenapa tidak !


Kurang lebih 10 menit berjalan kaki akhirnya ia sampai disekolah. sudah banyak anak anak yang buru buru masuk kelas.


Iya melirik jamnya sekilas waktu masih menunjukan pukul 6.40  huh masih ada waktu ucapnya lalu ia bergegas pergi ke perpustakaan, berjalan menyusuri loby kelas karena posisi perpustakaan ada di ujung sebelah kiri dekat kantor ruang kepala sekolah.


Saat kakinya menginjakan tepat di depan rak perpustakaan matanya tertuju pada seorang pria sedang duduk santai diatas meja yang tak jauh dari dirinya berdiri pandangan mereka pun bertemu.


rina terpesona pada pandangan pertama, pandangan yang menatap seorang murid dengan stuktur tubuh ideal, wajah mulus, kulit putih, rambut sedikit ikal dan harum minyak wangi maskulin membuat Rina mematung dengan pipi merona.


Rina pertama kalinya merasakan jantungnya begitu berdebar seolah sedang lomba lari dari maraton,


saat sedang menikmati keindahan ciptaan tuhan seseorang menepuk bahu rina dengan sedikit kasar karena Rina tak kunjung sadar lalu ia bergumam tepat didepan mata Rina


"biasa aja kali liatinnya gue tau kalo gue itu tampan seperti seorang model bahkan gue sebelas dua belas kan sama Jimin " ucapnya sembari membenarkan rambutnya kebelakang.


Kelihatan alay si tapi entah mengapa Rina malah makin terpesona yah begitu lah namanya cinta datang tak diundang dengan berbagai kejadian tak terduga.


Rina pun yang sudah sadar dari lamunannya memundurkan sedikit langkah nya karena kalo dibiarkan berdekatan sedekat itu membuat napasnya seakan tertutup ia menatap mata itu  sambil bergumam


"eh hai emm .." ah apasi gue ini kok jadi gagap gini gajelas Bet  ucapnya pelan sambil menipuk bibirnya sendiri ,


lelaki itu pun yang melihatnya hanya bisa tersenyum dengan perasaan gemes ingin mencubit pipi bulat wanita yang ada didepannya yang menurut nya sangat lucu.


"Nama lu Karina kan kenalin gue Kevin Arya kemuning Lo bisa panggil gue Kevin, Vin, atau sayang juga boleh ucapnya memperkenalkan dirinya sambil menyodorkan tangannya kearah Rina.


Saat sedang berbincang-bincang dan pertanyaan Rina pun belum di jawab tiba tiba Bu Ratna datang dengan membuka pintu begitu kasar hingga membuat bunyi


Brakk .


Rina yang sedang memakan permen karet pun harus membuangnya ke sembarangan arah dan sialnya permen itu jatuh tepat ditangan kekar milik Kevin .


Hal itu membuat Rina malu bukan main dan merutuki kebodohannya sendiri ia hanya bisa diam mematung tanpa mengambil permen itu.


Bu Ratna pun dengan santai berucap


"kalian sudah datang tunggu ibu ambil dulu buku diruang guru tadi ibu lupa.


Rina yang mendengar nya pun kaget dan tertuju menatap Kevin.


"Oh jadi Lo yang unggul dari kelas C untuk mengikuti olimpiade bareng gue ?


" Ya ucap Kevin sambil mengambil permen karet yang ada di tangannya lalu menempelkan dibawah meja sebelah kirinya.


Rina yang melihatnya pun teriak histeris


"ihhh jorok banget Lo ditempel disitu nanti kalo nempel di celana orang lain gimana?


ucapnya polos membuat Kevin kesal

__ADS_1


"lu yang jorok buang permen sembarangan ! itukan  permen karet bekas Lo yakali gue makan !.


Dengan bodohnya Rina hanya bisa menyengir menampakkan gigi putihnya


"hehe maaf habis nya gue kaget tiba-tiba pintu dibuka dengan kasar jadi gue spontan buangnya "CUH" gitu sambil mempraktekan apa yang terjadi tadi.


Kevin pun yang melihat tingkah abstrak wanita yang di depannya hanya bisa geleng-geleng kepala senyuman yang diberikan Rina membuat hatinya bergetar tapi ia berusaha menyembunyikan nya


"Ya lain kali jangan begitu dan satu lagi gausah di praktekkan kali . Ucapnya sembari membuang muka kearah lain seakan marah padahal hatinya begitu tak karuan.


Mungkin ini juga yang pertama kali Kevin rasakan, jujur Kevin pun Sama seperti Rina belum tau apa itu cinta dan belum tau gimana rasanya ia hanya bisa mendengar dan melihat dari Vidio-vido bucin yang sering ia lihat.


Sejujurnya untuk berpacaran Kevin bisa sajah karena begitu banyak teman wanita sekelas nya yang secara terang-terangan menunjukkan ketertarikan mereka kepada Kevin.


tapi Kevin seolah olah tidak peka karena semua yang mengejar-ngejarnya hanya ambisius Karen ketampanannya untuk dijadikan sebagai bahan pamer.


Saat mereka berdua sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing Bu Ratna pun masuk kembali kedalam perpustakaan sambil membawa setumpuk buku-buku tebal.


"Karina Kevin sini teriak Ratna.


Kevin dan Rina yang mendengar nya pun dengan segera berjalan menghampiri Bu Ratna mereka duduk di 2 bangku kosong bersebelahan menghadap ke arah gurunya .


"Kalian ibu panggil kesini untuk mengikuti olimpiade matematika. Yang akan di laksanakan sebulan lagi oleh karena itu  ibu serta guru-guru lainnya memilih kalian untuk mengikuti olimpiade itu. Gimana apa kalian bersedia tanya Ratna menatap satu satu mata bening muridnya .


Kevin dan Rin pun mengangguk serta berucap "SIAP BUK" dan yang pasti dengan kekompakannya .


Ratna yang mendengar nya pun hanya tersenyum manis


"Baiklah kalo begitu ini ibu bawakan setumpuk buku mungkin kalian bisa belajar dengan buku-buku ini dan satu lagi setiap hari sepulang sekolah kalian cari tempat untuk latihan soal agar besok bisa di evaluasi dan melaporkan minimal 10 soal setiap harinya".


"Baik Bu"


ucap mereka dan lagi lagi secara bersamaan membuat ibu Ratna kembali tersenyum.


"Itu saja yang akan ibu sampai kan kalian boleh kembali kekelas ucap buratna lalu bergegas pergi keluar meninggalkan Kevin dan rina.


Tak lama kemudian Rina dan Kevin pun mengikuti Bu Ratna keluar,


Rina yang teringat ucapan gurunya bahwa ia harus mengumpulkan 10 soal sontak memanggil Kevin yang sudah lebih dulu berjalan meninggalkan dirinya !


"Kevin!


Kevin pun yang dipanggil namanya hanya bisa menoleh dan diam diri menunggu Rina yang berjalan ke arahnya.


"Bu Ratna bilang harus kasih laporan 10 atau 15 soal setiap hari jadi kita cari tempat belajar dimana ?" gumam nya pelan saat Rina sudah mensejajarkan langkahnya


"Mau di rumah ku? Tapi di rumah ku banyak anak kecil."


"Gapapa sekalian aku mau kenalan sama mereka. Gak papa kan vin?


"Boleh nanti gue tunggu digerbang sekolah aja ya sepulang sekolah. Gue duluan!


"Iya"

__ADS_1


setelah melihat Kevin sudah sedikit menjauh Rina pun senyum-senyum sendiri bahkan loncat -loncat saking senangnya seperti orang gila entah apa yang ia senangi.


__ADS_2