
*Sebelum itu kenalkan dulu
Kevin Arya kemuning seorang siswa teladan kelas Xl c di SMA merdeka mandiri Kevin anak dari pasangan Alvaro dan Bianca.
Kevin memiliki 3 orang adik yang bernama Lala lili Lulu ketiganya kembar dan hanya beda 5 menit mereka sekarang berusia 5tahun.
Keluarga kevin keluarga yang mampu dilihat oleh orang-orang karena ibu dan ayah nya sering pamer barang barang mahal ketetangganya.
Padahal nyatanya keluarga Kevin keluarga yang sederhana, bahkan bisa dibilang barang elit ekonomi sulit kalo jaman sekarang.
Ya begitulah demi terlihat wah kedua orang tua Kevin sering meminjam uang bahkan hutangnya banyak.
Bianca seorang ibu rumah tangga sedangkan ayah Kevin bekerja di salah satu perusahaan.
Keluarga Kevin memiliki satu asisten rumah tangga yang bernama Sumi kegiatan Sumi bukan hanya beres-beres rumah tapi ia juga sebagai baby sitter dirumah Kevin .
***
Tet
Tet
Tet
Bel pun berbunyi 3 kali menandakan jam pulang sekolah telah selesai.
Rina buru-buru memasukkan buku-bukunya kedalam tas gendong nya saat merasa sudah beres semua Rina menggendong tasnya lalu bergegas berjalan menyusuri loby yang panjang dengan tergesah gesah agar cepat sampai ke plkiran sekolah.
Jantungnya nya berdebar kencang bukan karena capek melainkan ini pertama kalinya Rina memberikan diri datang kerumah cowok walaupun hanya sekedar mengerjakan tugas kelompok,
hati, pikiran dan logika. Tak sejalan hati ingin cepat ketemu Kevin dan kenal adik-adiknya.
Pikiran gimana reaksi keluarga Kevin saat melihat dirinya apa akan langsung menyambut nya seperti calon mantu kaya cerita dongeng
sedangkan logikanya malu karena ko seorang wanita yang datang kerumah cowok biasanya kan sebaliknya apa kata dunia.
Tapi walaupun begitu Rina tetap sajah berjalan sambil sesekali ia celingak-celinguk mencari keberadaan Kevin.
Beberapa saat mata Rina pun tertuju pada sosok lelaki yang ia cari sedang menunggu nya tepat di bawah pohon mangga.
"Hai udah lama menunggu?" Sapa Rina setelah sampai dihadapan Kevin bibirnya tak pernah luntur saat bersama Kevin dan jantungnya pun jangan ditanya.
Bukan alay ya awas kalo ada yang bilang kalo gue alay berarti Lo belum pernah ngerasain jatuh cinta pandangan pertama.
Kevin pun melirik sekilas "oh nggak kok gue juga baru sampai! Mau berangkat sekarang?
"Oh ya boleh"
Rina dan Kevin pun berjalan sekitar 5 langkah menunggu angkot ya walaupun jalan kaki pun bisa tapi gengsi lah bawa cewek ko jalan kaki dalam benak Kevin
***
__ADS_1
10 menit perjalanan mereka pun sampai ditempat tujuan dirumah bertingkat dengan interior modern bernuansa putih Kevin yang turun duluan pun segera memberikan ongkos dobel karena sekaligus ongkos Rina.
Rina yang melihatnya pun tak enak hati dengan berbasa-basi
"ihhh kok dibayarin ni gue bayar ke Lo ajah "Rina pun memberikan uang 5ribu rupiah.
Kevin pun dengan spontan Menolak uang itu dengan sedikit kasar membuat Rina terdorong sedikit kebelakang untungnya Rina tak terjatuh
"eh maaf Rin gue gak sengaja dorong lu lagian lu apa-apa si cuma goceng doang dah simpan ajah buat modal nikah kita!"
Rina yang mendengar nya pun langsung menggeplak bahu Kevin
" nikah nikah tuh nikah sama kucing sono" ucap Rina sambil menunjuk satu kucing yang tidak sengaja melewat kearah nya
"Haha baperan amat neng awas nanti di gosting udah yu masuk!" Kevin pun membuka pintu rumahnya yang sudah disambut dengan tangisan adik-adiknya.
Ya seperti biasa adik-adiknya berebut mainan sama anak tetangga, yang sengaja di titipkan di rumah Kevin.
Rina pun berjalan mengikuti langkah Kevin dengan memonyongkan bibirnya ulah berkataan Kevin yang membuat nya overtaking.
Saat Rina melihat banyak anak dengan spontan terhenti dengan mulut yang mengangap ia kira adiknya cuma 2,atau tiga taunya ada 6
Karena rasa penasaran rina sedikit mendekati Kevin sambil berbisik-bisik bertanya
"itu adik Lo semua gue kira adik Lo cuma 2 ! ternyata Mak babeh lu doyan goyang yah "
"Hahah gak tau gue juga tau tau jadi ajah, kenapa kaget ya? Tapi itu semua bukan adik gue. Adik gue cuma tiga yang cewek semua sisanya anak tetangga.
"Eh den sudah pulang ? Bawa siapa tuh tanya wanita itu.
"Oh halo Bu Sumi ini Karina teman kerja kelompok ku, dan Karina ini Bu Sumi pengasuh adik-adik gue.
"Kami mau kerja kelompok tapi kayanya disini nggak bisa ya? Bocah-bocah itu terlalu berisik ucap Kevin sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
saat Rina ingin memperkenalkan dirinya ke Bu Sumi . Sumi lebih dulu bergumam
"bukan nggak bisa si tapi nggak pantas anak perawan main kerumah anak laki laki. "
Karina pun yang mendengar nya hanya bisa menunduk kan kepalanya malu dan tak menyangka apa yang ia takuti pun terjadi
Kevin yang melihat nya langsung menarik lengan Rina keluar rumah nya dengan agak sedikit kasar mungkin akan ada tanda bekas genggaman Kevin dikulit tangan Rina yang putih. Kevin yang menyadari nya langsung melepaskan tangan Rina.
"maaf ya gue agak kesal Bu Sumi bilang begitu kita kan cuma mau belajar eh si kampre* itu malah bilang gitu gue gabisa ngelawan bagaiman pun dia orang tua yang harus di hormati.
Oh ya tangan kamu gak papa sini aku liat" Kevin pun meraih kembali tangan mungil Rina dengan sesekali meniupnya
"Udah Vin gak papa mungkin Bu Sumi cuma cemas kepadaku takutnya orang berprasangka buruk karena aku cewek ucapnya lalu menarik paksa lengan nya Karen gugup.
"Minjem ruang sekolah aja kali ya. Mumpung masih sore juga nih baru jam 4 sore gimana?"
"Oh iya boleh juga"
__ADS_1
"Eh tapi besok juga bis si tapi yu ah sambil ngadem" . Ucapnya kembali menarik lengan Rina membawanya berlari menuju sekolah Han yang Tak begitu jauh dari rumah Kevin.
"Di perpustakaan aja kali ya seharusnya pengawasnya masih ada kalo dikelas pasti udah pada dikunci.!
"Ko Lo tau banyak sering ke perpus?
"Yoi hampir setiap hari gue kan anak teladan dan ...
Belum sempat Rina menyesuaikan ucapannya, telinganya mendengar rancauan seorang wanita. Yang begitu menyesatkan telinga Rina pun menoleh sekilas kearah Kevin
"lu denger gak apa kuping gue yang bermasalah? tanya nya sambil melorek-lorek kupingnya takutnya salah dengar.
Kevin pun yang mendengar nya hanya bisa berjalan mengabaikan ucapan Rina mencari sumber suara yang ia dengar !
"Rin sini "panggil Kevin pelan Rina pun yang bengong pun hanya bisa bertanya dari kejauhan
"ada apa?
"Sini dulu liat "Rina akhirnya mau tidak mau mengikuti keinginan Kevin dengan pikiran entah kemana takutnya bukan manusia
"lu kenal siapa wanita itu kalo cowok nya si kakak kelas !
"Astaghfirullah"
terika Rina setelah ia melihat kejadian yang sangat memalukan itu! dengan sigap Kevin pun membekap mulut Rina dengan telapak tangannya !
"Jangan teriak Rina lu mau Ketahunan sama mereka! Trus kita diajak join gimana mau Lo gitu hah ! maki Kevin dengan mata yang masih setia menonton aksi gila.
Bugh
Satu bugoman mendarat di bahu Kevin
"dasar sinting Lo gila kalo kita gabung yang ada kita gabisa ikut olimpiade tapi malah ngurus anak Lo mau biasanya cuci mata trus tiba tiba cuciin baju anak yang bauk ee hah Lo dah siap?? gue si belum.
"Haha iya juga ya biasanya pegang pulpen tiba-tiba pegang popok haha yaudah yu cabut gausah peduliin mereka kesian anak kepala sekolah gapunya modal buat nyewa hotel". ucap Kevin mereka pun hendak ingin keluar tapi belum sempat ia berdiri dan melangkahkan kakinya
Brak !!
Pintu perpustakaan pun terbuka secara kasar membuat Rina dan Kevin yang sedang berjongkok pun dengan spontan berteriak
Aaaa
"Anji** kaget gue co co kalo buka pintu pelan-pelan a*u ucap Kevin memakai seseorang yang sedang mematung menatap mereka berdua
"Kalian ngapain masih disini kalian ngintip ya!"
"Ngintip apa? Emang lagi ngapain ? Spidipapap ya bro ! join dong Hahah "
Rina yang mendengar celetukan Kevin mendadak tubuhnya gemetar menipuk mulut lemes Kevin dan segera bergumam
"Maaf ka temen gue agak konslet tadi kita cuma lewat doang ko ! mari ucap Rina dengan gugup tak lupa memberikan senyuman manisnya dan langsung berlari begitu saja Kevin yang melihatnya pun ikut berlari mengejar Rina.
__ADS_1
Cekrek!!!