Menikah?

Menikah?
menerima takdir


__ADS_3

Rina mengerjakan matanya pelan kepalanya pusing pandangannya sedikit buram Karena retinanya masih menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.


Rina menggeliat melirik sekitar dan ternyata dia menemukan jika dirinya sedang ada di kamarnya. Rina memutuskan untuk duduk kepalanya masih sedikit pusing mungkin epek iya yang baru terbangun


Tunggu?


Jadi yang ia dengar kemarin itu mimpi seketika Rina menghembuskan nafasnya lega


Ceklek


Pintu kamar Rina terbuka Marni masuk dengan membawa sepiring nasi dan lauk pauknya dan segelas air putih ditangannya.


ibu Rani ikut duduk di pinggir ranjang dan menyerahkan nampan di tangannya kepada Rina!


"Makan dulu nak dan habiskan setelah itu bersiap nanti sore keluarga Kevin datang ! sekarang ibu mau ke sekolah kamu dulu


Mata Rina pun kembali melotot bahwa yang kemarin ia lihat dan dengar itu benar adanya


"mamah becanda kan itu bukan Rina mah"


"Sudah lah Rin terima sajah ayah dan ibu pun sudah menyetujui acara ini ibu pergi dulu"


Rin mematung ia terlalu dini untuk menikah ia masih bau kencur jika kata orang dulu ia masih belum siap untuk mengganti statusnya dari pelajar menjadi ibu rumah tangga ini terlalu cepat baginya


Jika memang ia ingin dijodohkan Rina tidak apa-apa ia akan menghargai keputusan orang tuanya tapi ini ia tiba tiba dinikahkan hanya karena sebuah Vidio yang bahkan bukan Rina pelakunya. Tolonglah Rina kembali menangis ia kecewa marah .


Jika ada dua pasang mata maka ada dua cara memandang kehidupan. Jika ada seribu pasang mata maka ada seribu cara memandang kehidupan apa yang dilihat Rina dan Kevin sebagai keputusan yang gila tetapi dilihat oleh kedua orang tua mereka sebagai keputusan yang membahagiakan mungkin kedua orang tuanya sudah tidak mau menampung anak-anank nya !


****


Jam pun menunjukan pukul 7 malam dimana keluarga Kevin berkunjung kerumah Karina untuk melamar Rina , yang terdiri dari Kevin,bianca dan Alvaro kedua orang tua Kevin, sedangkan adik-adik Kevin di titipkan ke BI Sumi baby sitter anak,


Kevin sekeluarga menaiki taksi yang dimana sudah dipesan oleh alvaro sebelumnya


15menit perjalanan, taksi telah berhenti tepat didepan pintu rumah rina


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


"Permisi" ucap Alvaro


Marni yang mendengar pun langsung menyahuti "Eh iya sebentar,"ucap Marni lalu membuka pintu rumah


" eh jeng sudah sampai? mari masuk ucap Marni sopan


Keluarga Kevin pun masuk kedalam rumah sederhana milik Rina sebelum duduk Kevin menyempatkan mencium tangan calon mertuanya


"Tante om ucap Kevin menyalami kedua orang tua Rina dengan perasaan gugup


"Silahkan duduk" ucap lintang sopan


" Maaf sebelumnya pak kami kesini ingin meluruskan masalah yang sempat menghebohkan warga .


" Sebenarnya Kevin sudah memberi tahu bahwa yang didalam Vidio itu bukan lah anak kita, dan kami pun percaya padanya karena bagaimanapun juga kami adalah orang tuanya Kevin, dan kami juga percaya kalo Karina anak yang baik dan didalam Vidio itu bukan Karina,


Tapi karena hal ini dan vidionya sudah menyebar kemana-mana yang mengakibatkan  nama kita berdua sudah buruk Dimata semua orang disekitar kita


"solusinya pada hari ini, dari kami sekeluarga mau minta ijin dengan resmi,apa boleh putri kalian tetap kami ambil untuk kami nikahkan dengan Kevin ?mungkin ini sebuah jalan keluar dari semua masalah kehidupan" ucap Alvaro menjelaskan kedatangannya kerumah Karina


"Sebelum itu saya pamit undur diri, mau menanyakan dulu kepada Karina putri kami bagaimanapun keputusannya ada di tangan  karina" ucap Marni lalu pergi menuju kamar Karina


Tok


Tok


Tok


Karina pun membuka pintu kamarnya dan menyembulkan kepalanya dibalik pintu itu setelah ia melihat hanya ada ibu ia keluar hanya menggunakan piaman


" Loh sayang ko belum siap-siap Itu Kevin diruang tengah lagi ngobrol sama ayah "ucap Marni


"Kevin ada ngomong apa enggak mah"? tanya rina


"Kevin enggak ngomong apa-apa si, tapi dia ikut melamar kemari bukan kah itu artinya dia setuju juga? kamu sendiri apa kamu menyukai Kevin?" tanya Marni


"Aku nggak tahu ini terlalu cepat! bahkan aku baru mengenalnya kemarin ,apa nggak bisa kami berteman dulu?,aku masih mau sekolah, lomba matematika! ambil beasiswa,kuliah kerja dikota besar" ucap Karina  berharap ibunya akan mengerti perasaan nya


"Kamu hanya menikah sayang, bukan masuk penjara,tentu sajah kamu masih bisa menggapai semua mimpimu, mau ya nak?" ucap Marni sedikit memohon


"Tapi kenapa tidak mencoba dijelaskan dulu kesemua orang, kalou itu bukan Vidio kami, kalau seperti ini rasanya aku menikah hanya karena dianggap sudah berbuat"...

__ADS_1


"Karina itu kita urus ketika sudah selesai repsesi ya nak? masalahnya sekarang sudah ramai,ibu nggak bisa berbuat apa-apa selain menikahkan kalian dahulu.


rumah Kevin bahkan sudah didatangi tetangga-tetangga , mereka semua marah-marah karena ada yang berbuat "...ucap Marni belum selesai sudah dipotong oleh rina


"Tapi itu bukan kami" ucap rina dengan nada tinggi karena tidak terima atas tuduhan yang sama sekali enggak ia lakukan


"Ya ibu tahu nak,kamu sabar ya tenangin diri dulu, setelah itu kita oborin lagi, maafkan ibu nak apa ibu bikin kamu menderita dengan menikahkan kamu dan Kevin ini semua juga salah kamu kami juga gaakan seperti ini jika Vidio itu tidak viral" ucap Marni dan tak terasa air matanya berjatuhan


"Nggak bukan salah ibu, aku hanya mau mengeluarkan pendapat ku" ucap Karina tidak tega melihat ibunya yang tiba-tiba menangis


"Jadi kamu tidak mau menikah dengan Kevin trus mau di taro dimana muka ibu nak"? air mata Marni semakin deras


"Ibu jangan nangis Karina mau ko" ucap Karina pasrah


Tiba-tiba Kevin datang dan tak sengaja mendengar kan semua pembicaraan anak dan ibu atau mertua dan calon istri ada rasa kecewa didalam hatinya saat mendengar rina sempat menolak . Tapi ada rasa bersalah juga karena ia juga tidak bisa menolak keinginan orang tuanya . Pikiran Kevin bercabang seperti ingin tapi belum siap untuk menjalankan rumah tangga dengan waktu yang secepat ini.


"Eh Arya kamu kesini,


Marni mendekati kevin


"maaf Tante nangis Tante senang banget nanti kamu jadi anak Tante juga, jadi jangan sungkan-sungkan sama Tante ya" ucap Marni lalu menggandeng tangan Kevin untuk bergabung lagi ke ruang tengah


"Jadi mau gimana resepsi nya" tanya Marni setelah sampai diruang tengah bersama Kevin


"Nanti kami sekeluarga akan menyewa sebuah hotel untuk melaksanakan resepsi pernikahan anak anak kami dan ini ada sedikit uang untuk Karina membeli kebutuhan pengantin seperti gaun dan alat make up"


"Eh iya terimakasih" ucap Marni mengambil uang yang dikasih papah Kevin dengan senang hati


"Yaudah kalo begitu semuanya sudah dil ! kami sekeluarga pamit untuk pulang dan beristirahat dan kalian tidak perlu khawatir masalah tempat dan dekorasi kami akan siapkan, mari ucap Alvaro bergegas pergi diikuti istri dan anaknya .


***


Setelah malam lamaran itu,hari-hari selanjutnya marni mulai sibuk Mambawa rina ketempat sewa gaun, ketempat cetak undangan dan ketoko-toko yang seharusnya Rina datangi dengan perasaan senang bukan bingung dan hilang arah seperti boneka yang dituntun,


tapi setelah melihat wajah ibunya yang  begitu senang ia tak tega untuk menolaknya.


Mungkin ini bukan sesuatu yang buruk kan? Gue seakan tak pasti tapi gue rasa menikah bukan sesuatu yang buruk karena Kevin kelihatannya baik-baik sajah malam itu,!


dan seharusnya gue bahagia! Tapi disudut hati ini gue terus merasa cemas gue nggak mau menikah karena kondisi seperti ini?


semua orang nggak ada yang peduli dengan semua kecemasan gue dan tidak memberi gue  untuk berbicara membela diri gue terlalu takut menyakiti hati ibu yang begitu bahagia mendengar kabar ku yang akan menikah secepat ini ucap rina dalam hati.

__ADS_1


Ya Allah apa yang harus hamba lakukan hamba belum siap dan umur hamba pun belum cukup untuk menjalani rumah tangga ini apakah hamba bisa menjalankan semua ujian mu ini hamba tidak yakin ya Allah kenapa engkau memberi ujian yang begitu berat ....


__ADS_2