Menikah Dengan Idola

Menikah Dengan Idola
Jodoh di tangan Tuhan


__ADS_3

Bel istirahat berbunyi.


Okta terlihat sedang merapikan pernak-pernik yg ada di atas mejanya.


Okta berjalan menuju pintu kelas. Dia akan ke kelas Tita untuk mengajaknya makan siang.


belum kakinya melangkah keluar tiba-tiba dia di kagetkan dengan sosok wanita yg berwajah putih, bahkan sangat putih.


"Ya, Tuhan!" Okta tersentak kaget dengan sosok yg didepannya.


"Ya, ampun Tita, ini muka putih amat, manusia apa kuntilanak sih?" Ucap Okta heran melihat Sahabatnya itu yg wajahnya begitu putih seperti di lapisi tepung.


"Mm ini, kalah main kartu" Jawab Tita dengan santai sambil merabah wajahnya.


"Ya ampun kalian main kartu?"


"gak lama kok mainnya, bentar doang"


"Gak bisa Tita..!" Tukasnya.


"Ya ampun, gini deh jadinya sahabatan sama Osis" Gumam Tita dalam hati.


"Tapi gimana muka aku? cantik kan?" Ucap Tita mengalihkan pembicaraan.


Okta menggeleng kepala " Cantik, udah mirip orang Korea"


"Lah emang orang Korea"


"Korea dari Hongkong?"


"Emang ada?"

__ADS_1


"Ada, kamu" sambil menunjuk Tita kemudian tertawa.


Tita mencebik "Biarin, penting ada kata Koreanya"


"Hahaha, udah-udah, makan yuk, udah nangis nih dedek bayi dalam perut" Ajak Okta seraya tangan satunya mengelus-ngelus perutnya yg kurus dan tangan satu lagi merangkul Tita.


"Ayuk"


"Ehh" Langkah Okta terhenti kemudian menoleh ke arah Tita. "terus tuh wajah gak dibersihin?"


"Nanti aja bersihinnya di kamar mandi Mak Lilan"


"Serrrah.." mereka saling merangkul, melangkah menuju kantin, melewati banyak orang yg sedari tadi memperhatikan mereka, terlebih kepada Tita yg wajahnya sudah seperti pocong. Namun keduanya seperti sudah ilang urat malu, tidak peduli dengan tatapan murid-murid itu, terlebih mereka sudah menjadi senior kelas 2, jadi tidak ada rasa malu lagi kepada senior lainnya apalagi junior mereka yg baru menjadi siswa baru itu.


*


*


*


Setelah menemani Tita membersihkan wajahnya,keduanya kini terlihat sedang sibuk mengunyah makanan yg sudah mereka pesan. sesekali diantaranya menyerup minuman dingin yg tertuang di gelas besar yg sudah di pesan mereka.


"Okta.." Panggil Tita di sela aktivitasnya yg sedang mengunyah makanan.


Okta pun menyautinya tanpa menoleh "Mm?"


"Coba kamu bayangin, gimana kalau Kim Taehyung tiba-tiba ada kabar mau nikah?"


Okta langsung menggeleng dengan cepat " No no no, jangan dong. Aku gak rela Taehyung nikah sama siapapun" ketusnya.


"termasuk kamu?" Ucapnya sambil menahan tawa.

__ADS_1


"Cuman aku yg boleh" ketusnya.


Tita menempelkan telapak tangannya di dahi Okta "Kayaknya aku harus bawa kamu ke dokter deh, aku takut kamu mati karna gila"


"Aku rela mati demi Taehyung.." Ucapnya seraya menjulurkan lidahnya..


"Emang Taehyung mau sama cewek kayak kamu?" ucap Tita penuh ejek.


" Pastilah dia mau, aku kan kurus, cantik, gingsul lagi" ucapnya dengan bangga sambil tertawa


"Emang dia suka yg kurus kayak kamu?"


"Pastilah, orang Korea sukanya yg kurus-kurus, bukan yg gendut kayak kamu" Ucapnya penuh ledek.


Tita mencebik "Jahat kamu ngatain aku gendut. Ini tuh bukan gendut tapi berisi"


"Sama ajah Tita goreng..."


"Beda! Lagian yg kurus kayak kamu banyak tuh di Korea. lebih cantik, putih, mulus, pintar. Kamu mah jauh banget, dekil". Ejek Tita, seketika Okta menghentikan kunyahannya dan mengubah posisinya menghadap Tita.


"Kamu dengar yah, Jodoh tuh di tangan Tuhan. Kalau memang nyatanya aku jodoh Taehyung yg udah digariskan Tuhan? kan gak ada yg tau rencana Tuhan gimana. Kan kan?" Ucap Okta singkat kemudian memalingkan wajahnya dari Tita dan kembali dengan aktivitas makannya.


Tita hanya menggeleng kepala akan sahabatnya yg sudah seperti orang gila itu dan kemudian melanjutkan makannya.


*


*


*


*

__ADS_1


*


Jangan lupa like:)


__ADS_2