
Bel pulang berbunyi.
Seluruh siswa berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing tidak terkecuali si Couple Okta dan Tita.
Tita pulang menaiki bis sekolah. Sebelumnya dia pamit kepada Okta untuk pulang duluan. Sedang Okta, dirinya yg berstatus anggota Osis mendapat informasi dari Osis lainnya untuk berkumpul di ruang rapat.
Setelah menghadiri rapat, para anggota osis membubarkan diri masing-masing dari tempa duduknya tak terkecuali Okta.
Kini Okta dengan langkah kaki yg panjang menuju gerbang sekolah
"Kasian Mika udah nunggu" Gumam Okta.
Dirinya sudah berada tepat di gerbang sekolah dan terlihat Mika sedang duduk di motornya.
"Astaga.." Okta menghentikan langkahnya sembari menepuk jidatnya karena lupa akan sesuatu.
"Ya ampun, aku lupa meminjam buku di perpustakaan" Okta langsung berbalik kemudian berlari menuju perpustakaan tidak mempedulikan sautan dari Mika yg berteriak memanggilnya.
"Semoga ibu Ula belum pulang" Gumam Okta.
Tiba dia di depan perpustakaan yg letaknya berada jauh di ujung sekolah.
Okta memegang dadanya yg ngos-ngosan karena sedari tadi berlari, kemudian menaiki tangga kecil milik perpustakaan tersebut. terlihat pintu perpustakaan itu sedikit terbuka kemudian dia membukanya perlahan.
"Huff..Syukurlah" ucapnya Merasa lega karena ibu Ula si penjaga perpustakaan itu masih berjaga disana.
__ADS_1
Terlihat ibu Ula sedang merapikan buku-buku yg sedikit berantakan
"Bu.." Panggil Okta"
"Eh, Okta? ada apa kemari nak? Tanya Ibu Ula.
"Saya mau pinjam buku kimia bu"
"Oh, Yasudah, silahkan ambil"
"Makasih bu" Ucap Okta tersenyum dan di balas senyum oleh ibu Ula.
Okta bergegas melangkahkan kakinya mencari buku Kimia.
"Bu.." Panggil Okta namun tak ada jawaban.
"Bu.." Panggilnya.
Okta berjalan sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok Ibu Ula yg entah kemana.
"Kemana sih bu Ula, cepat banget ilangnya" Ucapnya seraya berbalik kembali mencari barang yg dituju.
Okta terlihat kesana kemari berpindah-pindah tempat mencari buku Kimianya. Langkahnya berhenti tepat saat di depan pintu ruangan yg diketahuinya adalah tempat buku-buku yg sudah tidak terpakai.
Pintu itu tidak terkunci karena gagangnya yg sudah rusak, di sana tertulis "Dilarang masuk" . Seketika timbul rasa penasarannya ingin melihat isi dari ruangan tersebut, karena sejak menjadi siswa baru disekolah itu dirinya tidak pernah masuk keruangan itu. Bahkan para guru jarang sekali menyuruh seseorang untuk membersihkannya.
__ADS_1
Okta melihat kebelakang memastikan kalau ada orang disana. "Mumpung gak ada orang" Ucapnya seraya mengangkat salah satu sudut bibirnya hingga terbentuk senyum miring.
Okta membuka pintu tersebut secara perlahan kemudian memasukinya, hingga kini dia sudah berada didalam, mengedarkan pandangannya menjangkau seluruh isi dari ruangan itu.
"Banyak banget ni buku" gumamnya sambil melangkah pelan menuju rak buku besar yg di penuhi banyak buku. Tangannya meraba-raba deretan buku yg berbaris rapi disana.
"Ini Buku kelas 10 yg lama.." Ucapnya sambil mengambil salah satu buku disana. Setelah selesai dengan buku-buku itu, matanya beralih ke kas besar di pinggir rak yg besarnya dua kali lebih besar dari koper kainnya yg dirumah.
Okta berjongkok melihat isi kas itu. "Buku-buku apa ini?" tangannya membongkar-bongkar isi dari rak itu kemudian mengambil beberapa diantaranya.
"Ya ampun, Bukunya bagus-bagus banget, ada Harry poter dan...Wow, ini novel Percy Jackson" Ucapnya sambil membuka bagian-bagian dari lembaran buku-buku itu.
"Kok bisa buku-buku seperti ini ada di sekolah?" Tanyanya dengan tangan yg masih sibuk memilah-milah buku. Okta kembali membongkar isi kas. Matanya tertuju kepada sebuah buku berwarna merah mudah yg berkilauan, ditengahnya terdapat pola berbentuk hati berwarna keemasan.
*
*
*
*
*
Jangan lupa like:)
__ADS_1