
"setelah sarapan pagi ini Bara dan mayang pergi ke salon kemarin untuk perawatan mayang dan Bara "
"sayang....apa kita harus pulang dulu?"
"iya Mas, kasihan Jonathan kalo Kita tidak pulang karna dari kemarin tak minum asi"
"iya sayang....bara tau kalo istrinya tak mungkin mau meningalkan anak nya terlalu lama"
"setelah satu jam mayang dan Bara sudah selesai Spa dan juga facial,nyonya bisa kah sore ini anda mengirimkan orang ke apartment untuk merias istri saya?"
"tentu tuan muda, dengan senang hati dan suatu kehormatan bagi saya!" saya akan mengirim orang kepercayan saya tuan muda "
" baiklah nyonya Amanda Roland. saya permisi pulang dulu karna anak saya sudah menunggu kami di rumah, pamit Bara pada pemilik butik dan salon"
"baik tuan muda silahkan, nyonya armada mengantar pasangan suami istri hinga pintu salon nya"
"kini Bara dan mayang sudah di dalam Mobil, sayang kamu sangat cantik dan sangat sexy, kata Bara pada mayang"
"Mas. Kamu ya... Kata mayang sambil malu dan menunduk"
"sayang jangan malu aku ini suami mu kenapa harus malu toh kita berdua didalam Mobil tidak ada siapa-siapa"
"sayang bolehkah malam ini kita"
"Bara belum selesai bicara mayang sudah memukul lengan suaminya itu, mas bisa gak jangan ngomong gitu!" mayang menahan mukanya yang sangat merah, karna malu tapi hatinya sangat senang suaminya terpuaskan "
__ADS_1
" sayang...sakit kenapa kamu memukul ku?"kata Bara memasang muka yang sangat kesakitan"
"Mas... Maaf kata mayang pada Bara karna sangat hawatir dan merasa bersalah, mayang mengelus bahu suaminya yang di pukulnya tadi"
"cium dulu sayang, mayang hanya menuruti mencium lengan suaminya"
"bukan itu sayang..tapi sini Bara menunjuk bibir nya"
"mayang menghela nafas mau tak mau mayang mencium bibir suaminya itu,baik lah, lalu mayang mencium bibir suaminya itu, sudah Mas"
"makasih sayang kata Bara pada istrinya"
"Mobil Bara berhenti dan memarkirkan di parkiran"
"makasih Mas kata mayang pada suaminya, mayang mencium pipi suaminya itu"
"Bara tersenyum dan mengandeng tangan istrinya dan memencet tombol lif"
"ayo sayang Masuk kata Bara, mayang mengikuti suaminya Masuk dalam lif dan Bara langsung memeluk istrinya lalu mencium bibir istrinya"
"mayang memukul dada suaminya dengan pelan, Bara pun melepaskan ciuman itu, mas sudah ah ini didalam lif nanti ada yang lihat"
"sayang...biarkan saja. kan kita sudah nikah jadi jangan malu - malu, orang di luar sana banyak yang gak nikah aja pada ciuman"
"pintu lif terbuka dan Bara membuka pintu apartment Nya, ma.... Pa...sapa mayang dan Bara bersama an aduh sayang....anak mama kata mayang"
__ADS_1
"Bara langsung mengendong anak nya, aduh anak papa cakep sekali. papa kangen sekali sama kamu Jo"
"mama angita memukul Bara, Bara cuci tangan dulu dan ganti bajumu sana, lihat istri mu sudah pergi ganti bajunya"
"Bara lalu menurunkan anak nya dan menyusul mayang ke dalam kamarnya"
"sayang... Mama memukul ku disini"
"ya itu karna Mas, gak cuci tangan dan menganti baju dulu makan nya Mas di pukul"
..."tapi sakit sayang..."...
"lihat sayang memerah kata Bara manja, mayang mengelus punggung suaminya itu"
"ya sudah Mas ganti dulu baju nya sayang... Kata mayang pada suaminya mayang sedih karna suaminya di pukul mertua nya sampai memerah"
"setelah ganti baju mayang dan Bara turun menemui anak nya dan orang tua mereka, ma...mama jangan mukul papa nya Jonathan lagi donk mama mukul nya tadi sampai memerah pasti sakit"
"mayang... Mama tadi marah karna Bara belum cuci tangan dan belum ganti baju nya. Itu sangat kotor kata mama angita"
"iya ma... Mayang mengerti tapi lain kali ngomong baik baik pasti Mas Bara mengerti"
"iya kata mama angita, dalam hati nama angita senang karna mayang begitu menyayangi suaminya dan membela suaminya itu"
"Bara yang sudah mengendong dan bermain sama anak nya kini mama angita dan mayang hanya tersenyum bahagia melihat ke akraban ayah dan anak itu"
__ADS_1