
" mama angita duduk di sofa di sebelah papa Johan, herry keluarga ku sudah sering menonolong keluarga kamu, itu karna kami mau menjaga nama baik keluarga besar dari suamiku.tapi kamu dan anak kamu tak pernah berterimakasih atau berpikir menyadarinya, malah kalian memanfatkan kebaikan keluarga kami, tapi sekarang kami tidak akan menolong kamu lagi "
" tapi mba.... "
" sudah cukup herry. keluarga ku juga butuh bahagia kata mama angita, satu lagi herry, jangan pernah kamu menganggu anak ku lagi atau kamu berurusan sama aku, bukan lagi sama suamiku atau Bara lagi "
"silahkan keluar dari sini kalo kamu mau bagikan istrimu masih ingin terselamatkan"
"sodara iparnya itu pun keluar dari ruangan itu dan langsung pulang karna om herry tidak pernah berani membantah istri kakak iparnya itu"
"mama angita dan papa Johan pun pergi ke ruangan Bara lagi, sesampai nya di ruangan Bara, mama angita marah kepada anak dan suaminya itu"
"Bara kamu dengerin mama ya jangan bantu keluarga om kamu itu lagi, dan kamu pa... Jangan pernah ikut campur masalah keluarga adikmu itu lagi. Sudah cukup kita membantu mereka tapi malah adik ipar dan keponakan mu tidak tau diri"
"ma..... Sudah jangan marah - marah lagi kata mayang pada mertua nya"
"asal mayang tau ya itu keluarga tantenya Bara sudah sering ngerepotin kita dari dulu!"
"mayang hanya mengelus lengan mertuanya itu ma...sudah ya ayo kita pulang, kasihan baby Jo dia pasti capek"
"iya sudah ayo kita pulang France laporkan pada ku apapun yang terjadi saya tidak mau mendengar ada sesuatu hal yang berhubungan dengan keluarga herry"
__ADS_1
"baik nyonya"
"Bara ayo ikut pulang dengan kita"
"tapi ma.... Baramasih ada pekerjan, mama angita langsung menatap Bara tajam, mayang lalu mengelus lengan suaminya dan mengedipkan mata nya pada suaminya, iya ma kata Bara"
"papa mu yang akan mengerjakan pekerjan yang masih belum beres, kamu dan mayang kembi saja ke Indonesia, kata mama angita"
"Bara dan mayang sama-sama kaget dengan perkatan mamanya, mama serious?"
"ya biar mama dan papa yang akan mengambil alih pekerjan ini seperti dulu, sudah ayo pulang, malam ini kita akan bicara kan lagi kata mama angita"
"ma..... Pangil mayang"
"mayang kamu jangan membela suami mu biar mama menasehati suami mu itu"
"maaf ma....bukan begitu Mas Bara kan sekarang lagi menyetir apa tidak sebaiknya mama biarkan Mas Bara berkonsentrasi menyetir, mayang takut, Mas Bara tidak bisa konsentrasi karna mama menasehatinya"
"Bara menoleh kearah istrinya itu dan tersenyum dalam hatinya menggucapkan terimakasih pada istrinya itu"
"baik lah kalo begitu, mama juga gak mau terjadi apa-apa, bu ros hanya diam saja karna bu ros sejauh ini dia tau siapa dirinya meskipun mayang sudah menjadi menantu keluarga Alberto"
__ADS_1
"apa Jonathan masih tertidur?"
"iya ma dia masih tidur"
"apa tidak Sebaiknya kamu, berikan Jonathan pada mama atau ibumu karna terlalu bahaya kamu mengendong nya duduk di depan kata mama angita"
"iya ma...., mas pipelankan laju Mobilnya kalo tidak bisa berhenti, kata mayang, Bara hanya mengangguk paham"
"setelah hampir satu jam mereka sampai di apartment Bara, Bara kamu antar mama ke rumah om kamu"
"mama mau apa Kesan?
" jangan banyak tanya kata mama angita "
" Bara hanya menghela nafasnya dan berjalan mengikuti mama nya, ma.... Aku ikut kata mayang "
" tapi sayang....kata Bara pada mayang "
" sudahlah biarkan istrinmu ikut. Toh mereka juga harus tau kalo kalian sudah menikah, kata mama angita "
" Bara mau tak mau harus membawa mayang, mama nya memang benar mereka harus tau kalo dirinya dan mayang sudah menikah, sebenarnya dia hanya keberatan kalo nanti Jonathan menangis kalo mencari mayang untuk menyusu"
__ADS_1