
"mereka semua Saling pandang satu sama lain Dan France, melangkahkan kaki nya dan membuka pintu"
"apa kah Bara ada?"
"iya tuan, tapi maaf tuan herry bisakah tuan herry, menunggu tuan muda di ruang tunggu dulu.... karna sekarang tuan muda dan tuan besar serta nyonya besar lagi bicara sesuatu yang sangat penting, mari tuan herry saya atar ke ruang tunggu"
"tapi ini sangat penting France"
"lalu Bara pun beranjak dan melangkah kan kaki kearah pintu, ada apa om mencari saya? kata Bara"
"Bara biasa kah kamu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada rere?"
"Bara menarik nafas nya, dan mempersilahkan om herry berjalan keruang tunggu bersama nya, France lanjukan makan mu kata Bara pada asisten papa nya"
"baik tuan muda, terimakasih"
"sesampainya Bara dan om herry di ruang tunggu, om herry memberi pertanya pada Bara, Bara katakan pada om apa yang sebenarnya terjadi?
" om, seharusnya om jangan bertanya pada Bara, tapi pada rere, dan diri om sendiri, bukankah om tau kalo rere hamil sebelum menikah dengan suaminya itu, dan om yang menjanjikan akan memberi 20%saham om, pada lelaki itu kalo dia mau menikah dengan rere, tanpa om mencari tau siapa lelaki itu, dan rere juga tau betul siapa laki laki yang dia nikahi nya itu! "
" sekarang apa yang harus om lakukan Bara? om tidak tau harus berbuat apa - apa sedang kan Rere sekarang tidak mau berpisah dengan suaminya itu! "
" maaf om Bara akan membantu om tapi dengan satu syarat "
__ADS_1
" syarat apa itu? "
" apa pun yang terjadi om jangan marah pada papa dan mama, dan masalah perjodohan ku dengan rere, cukup sampai disini om, saya terus terang tidak bisa menerima rere "
" ya om mengerti maaf in om bara, om tau tapi bagaimana dengan anak yang di kandung rere?"
"om.... Bara janji, Bara akan membantu rere, untuk mendapat kan suami yang mau menerima nya tanpa syarat asal om dan tante bersabar"
"kenapa tidak kamu saja Bara untuk menikahi rere"
"maaf om hati Bara sudah ada orang yang mengisi nya dan tidak ada tempat lagi bagi wanita lain kata Bara"
"om tau itu nak. tapi ini demi nama baik keluarga besar kita!"
"herry.... sudahlah, jangan kamu korbankan kebahagin anak ku lagi demi perusahan ku dan istri mu, sejauh ini Bara sudah banyak membantu ku dalam me gurus perusahan ini, Bara butuh kebahagian nya"
"maksud Mas Johan apa?"
"aku tidak ingin egois, menukar kehidupan anak ku seperti kita, karna perjodohan hanya karna sebuah perusahan orang tua"
"aku ingin Bara punya kebahagian nya sendiri, lagi pula Bara sudah berjanji akan menolong rere mencarikan orang yang tepat untuk nya"
"di ruangan lain baby Jo menangis karna Bara pergi begitu lama belum kembali, mama angita mau tak mau mengendong nya dan membawa cucu nya ibu keruang tunggu"
__ADS_1
"mayang kamu disini dulu mama akan bawa baby Jo untuk mencari papa nya ,kamu siap-siap setelah mama dan Papa kembali kita akan pulang"
"iya ma. Kata mayang"
"mama angita sampai di ruanga tunggu itu pun membuka pintu dan berjalan ke arah suami dan anak nya serta adik ipar nya itu, herry pangil mama angita pada ipar nya itu"
"iya mba....sudah cukup kamu menyusahkan keluarga kami dan jangan lagi kamu ganggu anak ku lagi aku tidak akan menerima kalo kamu selalu merepotkan keluarga ku lagi. Bara!"
"iya ma...."
"kamu gendong Jonathan keruangan kamu dan ajak dia pulang biar mama dan papa yang akan menyelesaikan urusan ini. Sudah cukup kita membantunya"
"papa Johan hawatir bila nanti istrinya berbicara pada adik iparnya itu akan ada pertengkaran antara mama angita dan om herry"
"ma.... Sudah lah ayo kita pulang bersama Bara bujuk papa Johan"
"sudahlah pa.... Mama sudah bosan menjadi orang yang selalu di manfatkan oleh herry, Bara cepat ambil Jonathan"
"Bara hanya menghela nafas dan mengambil Jonathan lalu pergi dia tak mau melihat mama nya beradu mulut dengan om nya"
"Bara kini pergi meningalkan ruangan itu dan kembali keruangan kerjanya lagi"
"herry sekarang kita urus, urusan kita kata mama angita pada adik iparnya itu"
__ADS_1