Menikah Di Umur 16 Tahun

Menikah Di Umur 16 Tahun
panjang,mainan panjang


__ADS_3

melihat agas sudah pergih jo memutuskan untuk melanjutkan langkahnya."anak itu sama seperti ayahnya"ucap jo menggeleng geleng kepala.


saat sampai di kamarnya ...


drettt...

__ADS_1


"ishh angkatlah sayang,aku butuh pelukannmu,tapi aku tidak bisa memelukmu,mendengar suaramu saja membuatku tenang akan kesetanan di rumah ini".jo menelpon rara beberapa kali namun tidak ada jawaban padahal hp rara bisa di hubungi.


"ihhhh berisik bangat sih"bangkit rara dari tidurnya."apaaa joonathannnn......ehh kok tidak ada suaranya...fffttt belum aku angkat".rara mengangkat telfon dari jo,tapi karna tak tahan karna rara sangat lama mengangkat telponnya,jo mematikan hpnya dan berbaring di kasurnya sambil membayangkan rara."kalau ada rara di rumah ini,pasti suasana rumah akan berubah dengan cepat.etts tapi aku tidak mau satu rumah jika sudah menikah,aku akan membeli rumah yang lebih besar dari ini,kenapa aku jadi tidak sabaran gini...huuhhh jo tahan okay tahan".jonathan mengelus ngelus dadanya dan menghayalkan yang tidak tidak dengan rara,sampai sampai jo memikirkan adegan 21+ tingkat dewa(tingkat atas)."apa nih?tegang?duhhh dek sabar,gak sabaran akan ku potong kau".junior jonathan bangun perlahan,dan tiba tiba agas datang dan masuk ke kamar jo tanpa mengetuk pintu."om..."ucap agas dengan suara datarnya,bingung karna agas melihat area inti jo berdiri,agas kira jo mempunyai mainan yang akan du serahkan ke agas,tanpa basa basi agas lari dan melompat ke arah jo."jangannn"teriak jonathan khawatir."gawattt".agas menindih jo dan memegang junior jonathan,hanya sekali pegangan jonathan merintih...ya gitulahh...:)


jo pun menurunkan agas dari tempat tidurnya."kau ini anak kecil,kenapa tidak mengetuk pintu dulu saat masuk ke kamarku?".bentak jo ke agas,dengan santai agas menjawabnya."om jo ini apaan sih,kan om sendiri yang bilang kalau om akan nunggu di dalam kamar,kan seharusnya om tau kalau aku akan ke sini,lagian aku lihat pintu kamar tidak di kunci,yasudah aku masuk,gak salah kan?"ucap agas sambil menaiki kasur jonathan,jo melotot sambil memegang dagunya."pintar sekali kau,siapa yang menyuruhmu menaiki kasurku?"seketika agas bingung dan mengelurkan fose alah hantu teke teke,jo melihatnya sangat takut dan geli."naiklah..."ucap jo,agas tersenyum lebar."dia anak manusia atau anak setan sih?"batin jo.

__ADS_1


"mainan apa?"ucap jo sambil membuka bajunya.


"ya mainan itu,om naruh mainan itu di dalam celana om kan?"mendengarnya jo langsung membulatkan matanya,dan langsung memakai bajunya kembali,karna merasa geli dengan anak kecil jo mengusirnya."tidak ada mainan disini,dan aku tidak punya mainan untuk di mainkan,dan yang kau kira mainan itu,itu punya calon istriku,jadi keluarlah,aku mau istirahat".bentak jo ke agas."yaudah sih gak usah bentak agas juga,mau agas bilang ke kakek kalau om galak...hiks".ucap agas sambil meninggalkan jo."TERSERAH kau,menyusahkan dasar".


"hikss..hiks....emmmm kakek"agas turun sambil menangis,layaknya seperti habis putus dengan kekasih,tapi agas menangis karna mainan mahal jo,gak mungkin juga kan kalau jo memberikannya,lagi pula jo tidak terbiasa dengan kehadiran anak kecil...

__ADS_1


Next....


__ADS_2