
'Seorang gadis manis dengan berpakaian kaos, rok selutut dan rambut di kepang sedang menangis di luar ruang UGD.
Ia adalah mentari, mentari sedang menangis menunggu ibunya yang sedang di periksa, ada rasa takut yang menyeruak di hati nya.
Seusai mentari pulang mencari pekerjaan mentari sudah melihat sang ibu yang tergeletak di lantai, untung saja salah satu dari tetangganya mempunyai mobil dan berkenan dengan tulus mengantarkan mereka ke rumah sakit.
Tak lama mentari menunggu sang dokter keluar dari ruang UGD
" Dok bagaimana keadaan ibu saya" tanya mentari sambil menahan air mata yang terus menetes dari pelupuk matanya.
" ibu anda keadaannya keritis dan harus secepatnya di oprasi" ucap sang dokter dengan sedikit sendu karena melihat keadaan keluarga mentari.
Badan mentari terasa lemas, tulang di kakinya terasa hilang dan sirna, bahkan rasanya dada mentari sesak ia sungguh sedih mendengar kondisi sang ibu.
" oprasi dok? " tanya mentari sekali lagi memastikan pendengarannya tidak salah, dan sang dokter hanya mengangguk
" kira kira biayanya berapa ya dok" tanya mentari was was ia sangat takut jika biaya itu mahal.
" sekitaran 1 Miliar " ucap sang dokter
" apa tidak ada cara lain dok" tanya mentari karena mentari sungguh bingung mendapatkan uang sebanyak itu dari mana, untuk makan saja pas passan bagaimana jika harus mencari uang sebanyak itu
" tidak ada mbk jika ibu mbk tidak segera di oprasi beliau tidak dapat tertolong, saya permisi" ucap sang dokter lalu pergi
__ADS_1
Kali ini mentari tak bisa menahan air matanya, sekarang air matanya sudah membasahi pelupuk matanya, bahkan tubuh mentari lemas sekali
' ibu dimana mentari bisa mencari biayanya' batin mentari sambil terus menangis bahkan sekarang tubuhnya telah bergetar menunjukkan betapa terluka dan kesusahan nya ia
"mentari nggk boleh nangis pasti ada cara lain" ucap mentari menghapus air matanya dan keluar dari rumah sakit dan berharap mendapatkan pekerjaan untuk membiayai ibunya.
~🌸🌸🌸~
Mentari telah mancari pekerjaan namun bukannya di terima ia malah diusir.
Langit malam telah terlihat semakin gelap, angin dingin telah terasa menusuk tulang tulang mentari. Menunjukkan bahwa tak lama lagi akan turun hujan.
' astaga mentari harus kemana lagi Tuhan?' batin mentari tak kuasa menahan air matanya
Tak lama rintik rintik hujan turun menetesi bumi. Beruntung di sebrang jalan terdapat sebuah halte bus.
TEN TEN (bunyi kelakson mobil yang sedang melaju kearah mentari)
" AHHH" teriak mentari.
Mentari pun tersungkur di aspal, walau mobil itu tak mengenainya namun karena kaget tubuh mentari tak seimbang dan akhirnya terjatuh.
" Aduh mbak lain kali jalan liat liat dong" ucap pria berbadan gagah, dengan rahang tegas, kulit mulus, bulu mata lentik, bahkan bibirnya lebih indah daripada bibir ranum milik mentari, bahkan sekarang mentari terpesona melihat pria di depannya
__ADS_1
" mbk hello mbk!!? Mbknya gila apa atau bisu?" tanya lelaki itu
" ah iyah kenapa" tanya mentari sambil terkelonjak kaget saat sadar dari lamunannya
" mbk gila apa gimana masa berdiri di tengah jalan" omel lelaki itu
" hello??eh om, om sendiri kan yang ngendarai mobil kenceng bad kek orang kerasukkan" ucap mentari
" WHAT? REALLY?" ucap lelaki itu tak percaya seorang wanita memarahinya, bahkan lebih parah wanita ini menyebutnya om
" apaan saya bukan rentenir " ucap mentari saat pendengarannya sudah agak agak budek, di karenakan tetesan hujan memasuki telinganya
" REALLY, R-E-A-L-L-Y, you undersrand? " ucap samudra pusing, namun mentari lebih pusing bahkan mulutnya komat kamit mencoba mengikuti kata kata samudra namun nihil ia tidak bisa
" apaan sih? Heh ini tu indonesia bukan Italia pake bahasa indonesi aja kenapa" ucap mentari sudah pusing
" BEG*K LU, itu bahasa inggris" ucap samudra pusing bahkan ia sedang menggosok kasar muka tampannya
" ya ya ituh dahlah saya mau pergi aja" ucap mentari, lebih baik ia pergi sebelum lelaki itu mengeluarkan bahasa aliennya lagi, itulah pikir mentari
bersambung
~🌸🌸🌸~
__ADS_1
salam hangat NKL~
jangan lupa tinggalin jejak yaa