MENIKAHI AKTOR?

MENIKAHI AKTOR?
cobaan


__ADS_3

Pagi ini mentari mencoba mencari kerja namun nihil tak ada yang ingin menerimanya, karena ia hanya tamatan SMA.


' YA TUHAN APA YANG HARUS HAMBA LAKUKAN' batin mentari pusing, harus mencari kemana uang untuk biaya oprasi sang ibu. Seketika terngiang di benak mentari kata kata sang dokter yang membuatnya takut kehilangan sang ibu, keluarga satu satu mentari di dunia.


Tring tirng (bunyi hp telolet mentari)


" *hallo*" ucap mentari di telfon


" *hallo dengan mbk mentari*" ucap dari sebrang telfon


" *iya dengan saya sendiri, ada apa ya? *" tanya mentari


" *mbk, ibu atas nama bu weli anfal*" ucap sang suster, perlahan tubuh mentari nelemas air matanya membasahi pelupuk matanya


" *saya akan kesana*" ucap mentari sambil menahan sesak di dadanya


lalu mentari pun memutuskan hubungan telfonya


" hiks ibu mentari akan kesana" gumam mentari.


Ia mencari mencari angkot, namun tak ada angkot ataupun kendaraan umum yang lewat. Karena hari memang masih sangat pagi dan jalanan masih regang


' aku harus bagaimana? tak ada kendaraan umum yang lewat sebaiknya aku berjalan saja' batin mentari berjalan cepat menuju rumah sakit


Saat sampai di persimpangan ada mobil yang menghampirinya


" WOI GADIS ANEH MENGAPA KAU BERJALAN DISINI" ucap pria itu

__ADS_1


" hiks tolong aku, ku mohon tolong antarkan aku ke rumah sakit bak'so" ucap mentari sambil menangis


" oh baiklah ayok naik" ucap lelaki itu yang tak lain adalah samudra


mentari pun menaiki mobil mewah samudra


" nih tisu elap ingus mu itu sungguh menjijikkan" ucap samudra. memang iya, karena menangis tadi ingus mentari meleleh


" makasih" ucap mentari menerima tisu itu


Tak beberapa lama mereka pun sampai di rumah sakit bak'so.


Mentari yang khawatir akan kesehatan ibu nya, langsung masuk kedalam rumah sakit, tanpa memperdulika samudra.


samudra yang penasaran pun mengikuti mentari (maklum samudra nya kepo)


" sus gimana keadaan ibu saya" ucap mentari dengan derai air mata


" sebaik nya mbk tanya kan langsung pada dokter, saya permisi" ucap sang suster lalu ia pergi meninggalkan mentari, ntah kemana mentari pun tak memperdulikannya sekarang yang ada di benaknya hanya sang ibu saja


" hiks ibu" tangis mentari bahkan tubuhnya bergetar hebat.


" tenanglah" ucap samudra sambil menggosok pundak mentari agar dia tenang.


Tak lama dokter keluar


" dok gimana keadaan ibu saya ia tidak apa apa kan" tanya mentari dengan penuh kekhawatiran

__ADS_1


" maaf mbk ibu anda harus segera menjalankan oprasi karena penyakitnya sudah makin parah" ucap sang dokter


" kalau begitu tolong dok oprasi ibu saya, saya janji akan bayar secepatnya " ucap mentari dengan sendu


" maaf mbk tidak bisa anda harus mengurus administrasi nya dahulu" ucap sang dokter


" tolong dok saya mohon" ucap mentari memohon pada sang dokter, ia sungguh tak ingin kehilangan sang ibu.


" sekali lagi maaf mbk prosedur rumah sakit kami memang begitu, kalau begitu saya permisi" ucap sang dokter lalu pergi


" hiks ibu gimana" tangis mentari


samudra yang dari tadi hanya menonton pun mencoba menenangkan mentari dengan cara memeluknya


" tenanglah aku akan membentumu" ucap samudra, mendengar itu mentari langsung sadar dan melepaskan pelukan samudra.


" kamu serius" tanya mentari samudra hanya mengangguk


" tapi ada syaratnya, lo harus nikah sama gue" ucap samudra


" APA!!? " kaget mentari


🌸🌸🌸


author: hai balik lagi dengan aku author tercantekk. Aku harap dengan novel ku ini, aku bisa hibur kalian para jomblo yang kalau malam minggu di rumah, kalau hari valentin nggk ada yang ngasi coklat. Ok kalian yang begitu jangan rendah diri atau rendah badan soalnya kita SENASIB😭 (kok jadi curhat sih) daaa semuanya, selamat membaca


Bersambung

__ADS_1


salam hangat NKL~


__ADS_2