
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Mau olahraga saja kenapa pakai Hoddie?” Tanya Glo lagi, penuh dengan perasaan curiga.
“Ahhh, ini, agar keringatnya lebih cepat keluar.” Jawab Thalia, berusaha mencari jawaban yang sangat cocok agar wanita di hadapannya itu tidak curiga.
Glo menganggukan kepalanya pelan, lalu mendekati Thalia, untuk melihat penampilan Thalia dari dekat. “Kamu potong rambut kamu ya? Semalam sepertinya masih panjang?” Tanya Glo lagi, dengan memutari tubuh Thalia, memeriksa setiap detail tubuh calon istri kakanya itu.
“Eh iya, baru tadi saya potong.” Jawab Thalia dengan gugup.
Setelah memperhatikan tubuh Thalia, dari atas ke bawah, Glo langsung menarik tangan Thalia untuk masuk ke kamarnya kembali.
Tadi, Ren membangunkannya hanya untuk memake upin calon istrinya ini, agar nanti dia terlihat layak jika pergi ke kantor pencatatan.
“Kakak aku memintaku untuk merias wajahmu, supaya katanya kamu tidak malu - maluin.” Ucap Glo, ketika Thalia menatapnya bingung.
Thalia hanya diam saja, ketika Glo mulai merias wajahnya. Walaupun sebenarnya dia agak risih dengan make up - make up itu, tapi dianjuga tidak bisa memprotes karena posisinya saat ini dia hanyalah seorang budak yang harus menuruti Tuannya.
“Memangnya acaranya jam berapa? Sampai harus make up sepagi ini?” Tanya Thalia, akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya pada Glo.
Karena ini masih jam 6 pagi, dan dia berpikir bahwa tidak mungkin kantor pencatatan akan buka sepagi ini.
“Acaranya jam 10.” Jawab Glo dengan begitu santai. Sedangkan Thalia, yang mendengat jawaban Glo itu, langsung membulatkan matanya.
“Jam 10, tapi kenapa di make up sekarang? Apakah kamu akan make up aku 3 jam?” Tanya Thalia lagi. Sambil terus melihat, betapa baiknya Glo dalam merias wajah seseorang.
Glo tersenyum mendengar pertanyaan dari calon kakak iparnya itu. “Ya enggaklah, mana ada make up 3 jam.” Jawab Glo, terlihat sangat tenang karena dia ingin membuat alis yang berarti membutuhkan konsentrasi tinggi.
“Jam 8 nanti, aku sudah harus pergi, karena pesawat aku akan berangkat jam 9:30.” Tambahnya lagi, menjelaskan pada Thalia, apa alasannya sampai dia harus merias wajah calon kakak iparnya sepagi ini.
“Kamu tidak tinggal di sini?” Tanya Thalia.
__ADS_1
“Tidak, aku tinggal di Belanda, karena aku sekolah di sana, masih ada 6 bulan lagi buat aku wisuda.” Jawab Glo, dengan ramahnya menjawab semua pertanyaan yang di tanyakan oleh Thalia.
“Kamu pakai gaun yang ini!” Pinta Glo, memberikan Thalia sebuah gaun agar calon kakak iparnya itu bisa mengganti terlebih dahulu, sebelum dia mencocokan warna lipstick yang cocok dengan baju dan wajah Thalia.
Thalia mengambil gaun itu, dan pergi masuk ke kamar mandi untuk mengenakannya.
10 menit Thalia mengganti pakaiannya, akhirnya dia keluar dengan mengenakan gaun pemberian Glo, membuat Glo tersenyum puas karena ternyata calon kakak iparnya ini sangatlah cantik, 11 dua belaslah sama dia.
“Good, cocok kok gaunnya sama kamu.” Puji Glo, memang tidak ragu dalam memuji kecantikan seseorang.
Lalu dia kembali menarik Thalia, untuk duduk tenang di kursi agar dia bisa mengerjakan rambut Thalia, dan apapun yang bisa membuat gadis itu semakin cantik.
Hingga satu jam kemudian, Glo kembali tersenyum puas melihat Thalia yang benar - benar sangat cantik bagaikan seorang bidadari.
Tak lupa dia juga mengambil beberapa foto Thalia, sebagai kenangan dan menunjukkan model make up natural yang dia buat di wajah kakak iparnya.
Dan yang paling penting, dia mengirimkan salah satu foto terbaiknya ke Whatsaap milik Ren.
📨 : Pekerjaan sudah selesai.
**
Di dalam kamar, Ren yang baru selesai mandi, kini mendengar ponselnya berbunyi. Dan terdapat nama adiknya yang ada di sana.
Ren membuka pesan itu, dan melihat foto Thalia, “okelah.” Lirihnya pelan, sama sekali tidak tertarik dengan foto yang di kirimkan adiknya itu.
Baginya, mau secantik apapun Thalia, wanita itu tetaplah seorang gadis miskin yang sangat tidak cocok dengannya.
“Kalau bukan karena syarat konyol dari mamah, aku tidak akan pernah mau untuk berurusan dengan wanita sampah ini.” Gumamnya lagi, sedari malam merasa kesal, karena Mamahnya benar - benar membuat sebuah syarat yang nyari tidak mungkin untuknya.
“Tetapi, dari pada hartaku di ambil oleh pria dan wanita binatang itu, lebih baik aku menikahi saja sampah ini. Toh dia berguna juga sebagai pembantu gratis.” Lirihnya lagi, menampilkan senyum liciknya. Dan membayangkan apa saja yang akan dia lakukkan pada Thalia. Agar wanita itu paham, bagaimana ke dudukannya yang sebenarnyanya.
__ADS_1
***
Setelah jam menunjukkan angka 8 pagi, terlihat Valda yang sudah datang atas perintah dari Ren.
“Valda, pagi ini kamu akan mengantar Glo dulu ke Bandara, setelah itu langsung ke kantor saja. Aku bisa ke pencatatan berdua dengan Thalia.” Perintahnya pada Valda. Membuat Glo sejak tadi tidak bisa berhenti untuk tersenyum.
“Baik Tuan,” sahut Valda, lalu mulai mengangkat barang - barang Glo untuk masuk ke dalam mobil.
Glo mendekati kakaknya untuk berpamitan. “Kakak, aku pergi dulu ya, untuk urusan di sini, aku harap kakak bisa mengaturnya.” Pamitanya, lalu memberikan pelukan hangat untuk kakaknya.
“Oke, kamu baik - baik di sana! Jangan bolos! Sudah mau wisuda!” Tegas Ren, yang terlihat sangat menyayangi adiknya.
“Siap bos,” balas Glo lagi, setelah itu Glo mengalihkan pandangannya pada Thalia.
“Aku pamit ya,” ucapnya dengan ramah.
Meskipun Thalia masih orang asing untuk keluarganya. Tetapi tetap saja Sebentar lagi Thalia akan menjadi kakak iparnya istri dari kakaknya untuk beberapa waktu ke depan. Sampai warisan itu sudah nyata berada di tangannya.
Thalia membalas sapaan Glo dengan senyuman, dia masih belum terbiasa berbicara panjang lebar di depan Ren ataupun Valda.
Setelah semuanya sudah siap, kini terlihat Ren dan Thalia yang juga masuk ke dalam mobil.
Namun, ada yang aneh ketika Ren menatap Thalia yang duduk di kursi bagian belakang.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*