Menikahi Budak Tak Berguna

Menikahi Budak Tak Berguna
Gula dan Garam


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan. Thalia kembali ke kantor Ren dengan perasaan was - wasnya.


Dia khawatir, jika Ren akan marah kepadanya karena dirinya yang pergi sangat lama. Oh tidak, malah pergi tanpa di ketahui.


Thalia masuk ke dalam kantor Ren, dan bertanya pada Office girl yang ada di situ di mana letak Patry. Tetapi mereka mengatakan jika Patry khusus Ren, ada di lantai atas.


“Benar - benar merepotkan sekali.” Gumam Thalia, dengan mengambil kopi milik Ren, dan menuangkannya di dalam gelas tak lupa dia memberikan gula agar kopi itu terasa manis.


“Ini gulakan ya?” Tanya Thalia pada dirinya sendiri.


“Ah iya ini gula,” jawabnya, dengan penuh keyakinan.


“Tapi berapa sendok?” Tanyanya lagi, sambil terus berpikir cara membuat kopi yang baik dan benar.


“Mungkin 3.” Jawabnya lagi, lalu memasukan 3 sendok tea gula ke dalam cangkir kopi yang sudah tersedia.


Setelah kopinya itu jadi, Thalia berjalan dengan perlahan masuk ke dalam ruangan Ren. Tetapi dia tidak mendapatkan Ren ada di dalam ruangannya.


“Kemana dia?” Gumam Thalia, sambil meletakan kopi itu di atas meja Ren.


“Sudah aku bilang Valda, jika semua itu tidak seharusnya seperti itu!” Maki Ren, suaranya terdengar dari dalam. Membuat Thalia langsung mengambil posisi duduk, agar Ren tidak tahu kalau dia dari pergi keluar.


Ren masuk dengan perasaan kesalnya karena meeting yang tidak berjalan dengan baik. Dan ketika dia melihat segelas kopi di atas mejanya, segera dia langsung meminumnya.

__ADS_1


Byuuuurrrrr. “Huekkkk,huekkkk,huekkk.” Ren langsung menyemburkan kopi itu, bahkan sampai temuntah.


“Thalia!” Sentaknya, memanggil Thalia yang sedang duduk menatapnya.


“Sini kamu!” Perintahnya lagi, dan mau tidak mau Thalia bangkit dari duduknya dan mendekati Ren.


“Kamu yang buat kopi ini?” Tanya Ren, dengan menunjuk ke arah gelas kopi yang ada di atas mejanya.


“I - iya.” Jawab Thalia dengan terbata - bata.


Ren menganggukan kepalanya, lalu mengangkat gelas itu, dan memberikannya pada Thalia. “Kamu rasain kopi ini!” Perintahnya pada Thalia. Menyodorkan gelas itu secara paksa.


Thalia hanya diam saja, karena dia juga sendiri ragu dengan kopi buatannya. Ren yang sudah kesal sedari tadi, memaksa Thalia untuk minum dengan menahan tengkuk leher istrinya dan memaksanya untuk minum.


“Minum! Minum!” Paksanya, sampai akhirnya Thalia meminum kopi itu.


Plaakkkkkkkk, tamparnya pada Thalia. “Tuan.” Tegur Valda, karena ini pertama kalinya dia melihat tuannya memukul seorang wanita.


“Valda! Pergi ke Patry! Dan ambilkan gula dengan garam ke sini!” Perintah Ren dengan begitu marah, pada Valda. Namun tatapannya terus menatap ke arah Thalia yang masih berdiri tegak di depannya.


Ren mengepalkan tangannya di depan wajah Thalia, dia rasanya ingin merauk wajah wanita yang sudah menjadi istrinya itu. “Dasar budak tak berguna! Bisa - bisanya aku membelimu kemarin.” Makinya lagi, membuat Thalia memejamkan matanya, mendengar hinaan itu keluar dari mulut pria yang sudah bersumpah atas namanya.


Tak lama kemudian, terlihat Valda yang masuk dengan membawa toples gula dan garam. “Ini tuan,” ucap Valda, memberikan toples itu pada Ren.


“Sini kamu!” Panggil Ren lagi, dengan menerima ke dua toples itu dari tangan Valda.


“Kasih tahu aku! Mana gula dan mana garam?!” Tegasnya, menyuruh Thalia untuk memilih dari dua toples tanpa nama itu.

__ADS_1


Dengan ragu, Thalia menunjuk satu toples. “Ini apa?” Tanya Ren, masih dengan suaranya yang biasa saja.


“Gula.” Jawabnya asal. Membuat Ren langsung tertawa sinis bahkan menggelengkan kepalanya pelan.


Bruakkkk, Ren yang marah langsung melemparkan ke dua toples itu ke sembarang arah. “Kamu sekolah tidak sih?! Sampai gula dan garam saja tidak bisa kamu bedakan?! Ha?!” Pekiknya, tepat di depan telinga Thalia.


Ren benar - benar sangat marah pagi ini, sudah dia di buat kesal karena hasil meeting yang tidak berjalan dengan lancar. Di tambah lagi dia ingin minum kopi, tapi ternyata kopinya seasin itu. Membuat tekenan darah Ren benar - benar naik karena Thalia hari ini.


“Valda! Bawa pulang gadis ini! Bawa pulang gadis sial ini!” Perintahnya pada Valda, membuat Valda mendadak menjadi bingung juga akan situasi yang ada.


“Meeting proyekku yang gagal hari ini, pasti karena adanya dia di sini!” Lirihnya lagi pelan, dan membuat Valda tidak ada pilihan lain selain membawa Thalia untuk pulang.


Sedangkan Ren, mengalihkan pandangannya tidak ingin melihat Thalia ada di depan matanya untuk saat ini.


Bahkan dia harus mandi lagi, karena semburan kopi Thalia di wajahnya tadi. “Baru hari pertama saja, aku sudah sesial ini, bagaimana di hari - hari selanjutnya nanti?” Gumamnya kesal sendiri dengan keadaan yang ada.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2