
tok......
tok.....
tok....
suara ketukan pintu terdengar jelas di suatu kamar hotel termewah di ibukota tersebut . pintu perlahan terbuka "sayang , kamu udah datang?".ucap laki - laki tersebut sambil membuka pintu .
"maaf , kamu siapa ?".tanya laki - laki tersebut dengan penuh tanya , laki - laki tinggi , berambut pirang , hidung mancung , bertubuh kekar , wajah standard .
"permisi tuan , saya pelayan di hotel ini , saya mengantarkan makanan yang masnya pesan barusan".ucap perempuan itu dengan senyum licik.pelayan itu lalu masuk namun tanpa disadari laki - laki tersebut pelayan itu langsung menutup pintu hotel dengan rapat dan menguncinya .
laki - laki tersebut mempersilahkan wanita itu menyajikan makanan pesanannya . seketika wanita itu mengambil pisau buah yang ada di meja tentu saja wanita sarung tangan agar tidak meninggalkan jejak .
wanita itu dengan cepat menusukkan pisau itu ke tubuh lelaki tersebut "ahhh , no-na a-pa yang kau la-ku-kan?".tanya pria itu dengan menahan rasa sakit akibat tusukan pisau tersebut.
"ah , aku lupa . ini karena kau berani mengeroyok Lisa ".jawab wanita itu dengan santainya "oh ya satu lagi , aku sahabat Lisa , kau ingat kan ? Cantika Zein " lanjut wanita itu seraya menusuk kembali tubuh lelaki tersebut dengan pisau buah ditangannya .
laki - laki tersebut lalu pingsan Cantika mengobati lukanya dengan sangat hati - hati dengan tangan yang terbungkus sempurna , setelah mengobatinya dia meminumkan obat itu dan meletakkan wadah obat tersebut di tangan lelaki tersebut , sehingga seolah olah pria itu bunuh diri . tidak lupa wanita itu membersihkan bukti kejahatannya.
wanita itu keluar dengan nampan berjalan yang ia bawa sambil mendorongnya keluar dan meletakkan nampan itu ditempat semestinya . lalu wanita itu menaiki lift dengan santai nya seolah olah dia tidak pernah melakukan pembunuhan tersebut. di lift dia bertemu seorang lelaki berjas rapi . lelaki itu tampak begitu garang.
drrrt......drrrt.....drrrrrt.....
telephone wanita itu berdering , "beruang kesayangan".itulah nama kontak yang meneleponnya . namun wanita itu menggeser tombol merah .
drrt....drrrt....drrrt....
lagi - lagi ponsel wanita itu berbunyi . namun wanita itu tetap menolaknya , hingga yang ketiga kalinya.
"berisik , jawab aja gak bisa tah ?".ucap lelaki itu dengan nada dingin.namun wanita itu tetap diam.lelaki itu terlihat agak pucat . sepertinya dia sakit.
__ADS_1
drrrt.....drrrt ...drrrt ....
lagi - lagi ponsel wanita itu berbunyi untuk yang ke empat kalinya . namun wanita itu tetap tak menggeser tobol merah . hingga sampai lah mereka di lantai bawah.
saat akan keluar namun laki - laki disebelahnya tersebut malah pingsan ketubuh wanita tersebut .wanita itu hanya menyebutkan hidungnya pertanda dia risih dan tidak suka .
wanita itu lalu membawa lelaki itu dengan malas , dia membawa lelaki itu ke rumah sakit terdekat . dokter keluar dari IGD "keluarga bapak kenzidana ".panggil dokter tersebut.
wanita itu lalu berdiri "ada apa dok?".tanya wanita tersebut dengan dingin dan malas.
"bisa ikut ke ruangan saya?".ajak dokter ke wanita itu . dokter itu lalu berjalan di ikuti wanita tersebut .
"mungkin pasien salah makan , atau ada faktor lain jadi kita tunggu dia sadar".ucap dokter itu
"maksud dokter penyebab lain?".ucap wanita itu penasaran.
"bisa jadi karena terdapat campuran obat di makanan bapak kenzi".jawab dokter tersebut. namun itu tak berhasil membuat wanita itu khawatir dengan jawaban sang dokter.
wanita itu lalu masuk ke ruang rawat inap kenzi sambil duduk di kursi sebelah ranjang dan menatap ponselnya, lalu kenzi membuka matanya perlahan dan melihat wanita cantik duduk disebelah ranjangnya sambil menatap ponsel .
kenzi mengingat itu Adalah wanita di lift yang selalu menolak panggilan dari entah siapa itu , "kau , kenapa kau disini , dan dimana aku".ucap lelaki tersebut dengan dingin .
seketika wanita itu memalingkan wajahnya dari ponselnya dan menatap kenzi . "kau tadi pingsan jadi aku membawamu ke rumah sakit ". jawab wanita itu lalu dia menatap ponselnya lagi.
"seorang kenzidana Albar Fahri keracunan makanan . heh ".jawab wanita itu dengan senyum sinis malasnya .
kenzi yang mendengarnya ternganga tidak percaya "dari mana kau tahu namaku ".tanya lelaki tersebut sambil mengerutkan kedua alisnya .
wanita itu lalu mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan melemparnya ke-lelaki tersebut.sungguh setelah membunuh orang wanita yang biasanya sangat periang dan lembut jadi dingin dan acuh . entah apa yang ada di pikiran wanita tersebut.
lelaki tersebut lalu melihat kartu yang wanita itu lemparkan , kartu identitas . "oh jadi kau tahu dari ini".ucap lelaki tersebut . tapi tak mendapat respon dari wanita tersebut .
__ADS_1
wanita tersebut berdiri Dan melemparkan lagi kartu identitas nya dan keluar . kenzi lalu melihat kartu identitas yang dilempar oleh wanita tersebut "Cantika Zein". ucap lelaki tersebut .
tak berselang lama wanita itu masuk lagi kedalam ruang rawat kenzi "kau kembali lagi nona,Cantika Zein " .ucap kenzi dengan wajah datar dan dingin .
"aku tadi hanya mengangkat telphone ". respon Cantika dengan santai , tapi kali ini dia terlihat marah , tidak seperti tadi yang terlihat dingin.
drrt....drrt....drrrt...
telphone Cantika berdering lagi lalu Cantika menjawabnya dan keluar . dengan malas di menggeser tombol hijau .
π : kak aku gak mau ngerusak persahabatan aku sama killa , ternyata lelaki yang dijodohkan denganku adalah tunangan Killa . *ucap Cantika sambil menangis*.
^^^π : dek kamu tenang , kakak akan mencoba membujuk papa agar tidak menjodohkan kamu sama tunangan Killa . tapi kamu cepet pulang yah.*jawab Zidan kakak Cantika dengan lembut*.^^^
π : kalo sekarang gak bisa kak .*jawab Cantika*
tanpa Cantika sadari jawabannya tersebut membuat Zidan sang kakak marah besar.zidan sudah agak curiga kalau adiknya membunuh seseorang karena dia menelephone dari tadi tidak diangkat.
^^^π : kamu ! kamu pasti habis ngelakuin hal yang nggak nggak kan! *bentak Zidan dengan penuh emosi*^^^
zidan begitu tidak bisa saat adiknya membunuh orang , ketakutan tersebar seorang kakak pada adiknya saat melakukan hal seperti itu pastilah sangat besar.
π : Kakak kok bentak aku sih .... hiks ..... hiks .... *ucap Cantika sambil menangis , mengerahkan semua air matanya*.
Zidan hanya diam tak bergeming mendengar tangisan sang adik yang semakin pecah setelah bentakan darinya . lalu Zidan menutup telephone dengan marah pada dirinya sendiri karena tidka bisa mengontrol emosinya .
Cantika lalu mengusap air matanya tapi bukannya malah berhenti tangisnya semakin pecah karena suara bentakan sang kaka yang terngiang - ngiang.
ternyata kenzi mendengar dengan samar perdebatan adik kaka itu , walau tidak jelas tapi kenzi mendengar dengan jelas tangisan dari luar ruangan.
-bersambung-
__ADS_1